Tema :
Batik lebih baik
Kata `berbatik` kini
sudah menjadi ruh warga indonesia terkhusus bagi para ibu rumah tangga.
Bagaimana tidak?! Terbukti dengan pakaian sehari-hari para ibu rumah tangga
seperti saya, benar-benar lekat dengan batik yang tidak lain berupa daster. Tidak hanya daster yang menemani
keseharian bahkan pakaian resmi ber-fashionable pun kini didominasi batik.
Yup, batik Indonesia
kini sudah menjadi bagian yang mendarahdaging dengan budaya. Bahkan United Nations Educational, Scientific, and Culture
Organization (UNESCO) menjadikan batik sebagai warisan budaya dunia pada
tanggal 2 Oktober 2009 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Batik.
Silaturahmi ke rumah
orang tua di akhir bulan september ini, membuat saya bernostalgia akan nasehat
mamah perihal batik dahulu kala. Keadaan saya yang sudah berkeluarga membuat
kami jarang bertemu walau hanya dalam waktu beberapa hari karena kesibukan
masing-masing. Namun, silaturahmi merupakan ajang penting dalam keluarga kami
untuk terus menumbuhkan rasa sayang antar anggota keluarga. Seperti halnya
akhir-akhir ini, kami sekeluarga bersiap menghadiri pernikahan sepupu dan
berencana memakai batik.
“Kenapa harus batik?”
pertanyaan tersebut sempat saya sampaikan kepada orang tua pada zaman saya
duduk di bangku SD kelas 4 ketika itu. Entah mengapa seringkali saya melihat
orang berbusanakan batik untuk menghadiri pernikahan. Dan mulai lah mamah
memaparkan sejarah batik secara singkat kepada saya ketika itu, terutama Batik Cirebon dan tidak
lain adalah BT Batik Trusmi.
Sekilas tentang Batik
Batik, siapa yang tidak
mengenalnya? Berbagai kalangan
sudah tahu bahkan banyak yang mengenal batik, karena pesona batik baik dari keindahan hingga keberagaman
coraknya mampu menghantarkan bumi pertiwi ke kancah internasional.
Secara etimologi,
batik berasal dari dua kata “Amba” (menulis) dan “Titik”. Namun kata batik
sendiri sebenarnya mengacu pada dua hal : Pertama, batik adalah teknik
pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari
kain. Kedua, batik adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut,
termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. (Wikipedia)
BT Batik Trusmi
Batik Trusmi Cirebon
mulai ada sejak abad ke 14, suatu daerah dimana saat itu tumbuh banyak tumbuhan
kemudian para warga menebang tumbuhan tersebut dan seketika tumbuh kembali
sehingga tanah tersebut dinamakan Desa Trusmi yang berasal dari kata `Terus
Bersemi`.
Asal mulanya Sultan
Kraton menyuruh orang trusmi untuk membuat batik seperti batik miliknya hanya
dengan melihat motifnya saja. Saat jatuh tempo, orang trusmi itu kemudian datang kembali dengan membawa
batik yang telah dia buat. Ketika itu pula dia meminta kepada Sultan batik yang
asli dan dia bungkus
keduanya hingga pada akhirnya Sultan pun tidak bisa membedakan keduanya.
(batik.or.id)
Kisah diatas benar-benar menjadi sejarah batik
sekaligus tonggak kesuksesan BT Batik Trusmi yang kini banyak mendapat penghargaan,
tak hanya itu desa Trusmi pun kini resmi menjadi salah satu tempat wisata Cirebon yang
banyak dikunjungi masyarakat Indonesia dan Luar negeri.
![]() |
| Gambar 2. Store BT Batik Trusmi |
Saya Indonesia, saya berbatik
Jangan dikira batik hanya untuk orang yang tinggal di
Indonesia saja, adik saya adalah salah satu orang Indonesia yang mendapat
kesempatan belajar di Haramain yakni Madinah. Karena nasehat mamah yang selalu
kami ingat, “Jangan lupa pakai batik untuk setiap acara formal ataupun non-formal”.
Jadilah setiap kami anak-anaknya pasti beliau buatkan baju batik dan bisa dipakai
dalam setiap aktivitas kami. Berikut adalah foto adik saya yang kini berada di Negara
yang berbeda jarak dan waktu dari kami.
Saya Indonesia, saya berbatik. Saya pun bangga menjadi
salah seorang yang dengan tidak langsung turut melestarikan batik. `Saya berbatik`
bukan hanya susunan 2 kata tanpa makna, namun `saya berbatik` telah menjadi
bagian dalam keseharian dan kehidupan saya. Kini saya pun siap berpartisipasi
menyambut Hari Batik Nasional, dengan memakai baju batik kesayangan dengan
orang tersayang BTAlways
batik.
Dan contoh sederhananya bahwa saya turut serta meramaikan
Hari Batik Nasional adalah dengan mengikuti lomba Blog yang diadakan oleh BT Batik Trusmi, yang
info detailnya bisa kita dapatkan di link bawah ini :
Cintai Indonesia, cintai produk Indonesia dan cintai
Batik Trusmi Indonesia, karena saya Indonesia, saya berbatik.




