Rabu, 30 Agustus 2023

IBU PEMBAHARU #2: TAHAPAN KEEMPAT SMART GOALS

 

Setelah pada tahapan ketiga kemarin kami memahami masalah, kini di tahapan keempat saatnya untuk menentukan tujuan. Dalam melangkah, baik sebuah keluarga, tim, komunitas, organisasi, maupun negara sekalipun penting sekali untuk mengetahui tujuan dan arah yang jelas.

"Menentukan tujuan bersama, memberikan arah kita melangkah. (Septi Peni Wulandani)"
Pentingnya seseorang menetapkan tujuan, karena; (1) memiliki keyakinan akan tujuan hidupnya, (2) memiliki perencanaan terperinci untuk mencapai kesuksesan, (3) tidak menunda dan melakukan tugas yang penting guna mempercepat menuju tujuan, (4) memenuhi harapan dan menentukan tujuan selanjutnya atau tujuan yang baru dan mencapai kesuksesan yang baru.

Sebuah tujuan harus memenuhi beberapa aspek, yaitu;
  1. Clarity : Tujuan harus jelas dan mudah dipahami, lebih efektif dalam pencapaiannya.
  2. Challenge : Sasaran yang baik memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sehingga benar-benar harus mendorong diri sendiri untuk mencapainya.
  3. Commitment : Butuh komitmen tinggi dalam mencapai sebuah tujuan, terutama tujuan yang menantang.
  4. Feedback : Perlunya informasi untuk melihat seberapa baik tujuan yang dibuat. Hal ini dapat digunakan sebagai motivator dan evaluasi jika diperlukan.
Oleh karena itu, diperlukan metode yang dapat mempermudah dalam menetapkan target, rencana dan tujuan, yaitu SMART Goals. SMART merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Timebound. Metode ini muncul pertama kali saat management review di tahun 1981 oleh George T. Doran.

SMART Goals

1. Specific (Spesifik)

Tujuan harus spesifik dan tidak rancu mengenai apa yang ingin dicapai. Dengan menggunakan rumus 5W, who (siapa), what (apa), when (kapan), where (di mana), dan why (mengapa).

Siapa yang perlu dilibatkan? Apa yang ingin dicapai tim? Kapan tim ingin mencapainya? Di mana tempat untuk mencapai tujuan? Mengapa tujuan tersebut ingin dicapai?

2. Measurable (Terukur)

Harus memiliki kriteria spesifik yang bisa digunakan untuk mengukur kemajuan dalam mencapai tujuan ini. Saat membuat tujuan yang dapat diukur, pertimbangkan indikatornya dan kapan tim ingin mencapai target yang spesifik tersebut.

3. Achievable (Dapat Dicapai)

Apakah tujuan ini dapat dicapai? Ketahui apakah tujuan ini benar-benar bisa dicapai dengan mempertimbangkan waktu, usaha, dan biaya dengan manfaatnya, serta prioritas lainnya.

Apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini, dan apakah tim memiliki alat bantu atau keterampilan yang diperlukan. Jika tidak ada, seberapa sulitkah untuk memperoleh semua itu? Tidak ada salahnya untuk menetapkan target yang ambisius, namun jika tidak ada harapan yang realistis untuk mencapai tujuan itu, mungkin ada baiknya mengevaluasi kembali tujuan itu.

4. Relevant (Relevan)

Pastikan bahwa tujuan bermanfaat bagi diri sendiri dan sejajar dengan tujuan lain yang dimiliki (tidak tumpang tindih).

5. Time-bound (Berbatas Waktu)

Waktu adalah segalanya. Tentukan target waktu untuk mencapai tujuan tersebut. Pastikan bahwa batas waktu itu realistis, namun juga fleksibel. Meski rasa urgensi (sense of urgency) itu penting, mencapai sebuah tujuan secara terburu-buru itu kecil kemungkinannya memberi manfaat pada anggota tim.

SMART Goals Temani Indonesia

Goals/Tujuan : Merentas buta huruf Al-Qur'an 
Apakah sudah memenuhi SMART?

Specific

What? Mengetahui huruf Al-Qur'an atau Hijaiyyah
Why? mengatasi ketidaktahuan huruf Al-Qur'an dan hukum membacanya
Who? Keluarga BABA (khususnya orang tua yang memiliki anak diatas balita  usia 21-40 tahun)
Where? di kelas Bunda Salihah
When? selama pembelajaran Bunda Salihah

2. Measurable✔

  • Tidak baper saat bertemu dengan orang yang sudah bisa membaca Alqur'an dengan baik(indikator pencapaian : 4 hari dalam seminggu)
  • Lebih banyak mensyukuri apapun yang terjadi dengan kondisi apapun (indikator : setiap saat)
  • Lebih cepat termotivasi kembali untuk bisa membaca Alqur'an dengan baik dan benar(indikator : setiap hari goal nya tercapai)

3. Achievable

  • Menulis jurnal syukur setiap hari
  • Tracking pembelajaran harian
  • Berkomunikasi dengan pembina
  • Latihan membaca sesuai kaidah seminggu tiga kali

4. Relevant

Mampu mengakui kekurangan diri atas pencapaian membaca dan memahami ilmu Qur'an 

5.Time Bound

Selama di kelas Bunda Salihah berlangsung

Milestone KELUARGA BABA

Milestone diperlukan sebagai pijakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan, sehingga memudahkan tim untuk menjalankan dan mengevaluasi setiap saat.

Untuk Keluarga BABA mempunyai 2 milestone, yaitu jangka pendek dan jangka panjang (sustainable). Dan untuk saat ini yang ingin dicapai terlebih dahulu adalah milestone jangka pendek (selama 3 bulan).

Bismillahirrahmanirrahim, semangat selalu. Berikut media sosial kami :
Keluarga BABA

1. Instagram
https://instagram.com/baba_keluarga?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==


2. Facebook 
https://www.facebook.com/keluarga.baba.2023?mibextid=ZbWKwL

Senin, 21 Agustus 2023

Review Jurnal Buddy : 'Review Jurnal buddy #3'


Alhamdulillah sudah sampai pada tahap review jurnal buddy ke 3, dan saya berkesempatan untuk memahami masalah mba Yunafi'atul aniroh sebagai buddy kali ini. Beliau adalah buddy pertama saya diawal review dan kini kami dipasangkan kembali, melihat progress beliau dengan tim yang mengambil problem statement aktivitas yang dapat memaksimalkan perkembangan fitrah anak.
Problem statement yang dirumuskan timnya termasuk dalam SDGs pendidikan bermutu, dan untuk 5w+1h semua sudah bagus Maa syaa Allah walhamdulillah barokallah tim mba Yuna.
Semoga semua hajatnya Allah mudahkan.

Jumat, 18 Agustus 2023

QUESTIVAL KEMERDEKAAN 2023

Dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-78 di Kampus Ibu Pembaharu mengadakan suatu event, yaitu Questival Kemerdekaan. Acara ini berlangsung pada tanggal 16 hingga 18 Agustus 2021. Kok Questival sih, bukannya biasanya Festival?

Questival diambil dari kata dasar “quest” yang artinya pertualangan, penyelidikan, dan atau pencarian. Jadi, Questival Kemerdekaan bisa diartikan sebagai proses perjalanan mencari kemerdekaan hidup. Questival ini dikerjakan bersama tim bukan individu.

Tujuannya adalah mengajak semua mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru dalam hidupnya dan sanggup bekerja dengan tim barunya. Quester adalah panggilan untuk peserta, sedangkan Question adalah senjata yang digunakan oleh peserta untuk berjalan dalam melakukan pencarian.

Adapun lima elemen yang terdapat dalam Questival Kemerdekaan ini, diantaranya;
  1. The Quester, Sang Pencari
  2. Lokasi Perjalanan
  3. Misi yang harus diselesaikan
  4. Tantangan sepanjang perjalanan
  5. Alasan kuat untuk menyelesaikannya.

Sedangkan persyaratan bagi peserta dalam mengikuti Questival Kemerdekaan ini adalah;
  1. Tim Keluarga Ibu Pembaharu
  2. Komitmen menjalankan semua tantangan
  3. Memiliki sportivitas dalam berkompetisi
  4. Pantang menyerah dan pantang mengeluh
  5. Bawa kebahagiaanmu dalam questival
  6. Jadilah orang merdeka dan memerdekakan

Challenge hari Pertama (16 Agustus 2023)

Keyword : Apa makna merdeka menurut anda?

To-do (kerja tim) : kami langsung membuat grup khusus untuk Questival Kemerdekaan dan aksi kami selanjutnya. 

Berikut dokumentasinya:

Challenge hari Pertama (17 Agustus 2023)

(Apresiasi Tokoh Pejuang Wanita)

Pada challenge kali ini kami memilih Situ Walidah atau Nyi Ahmad Dahlan, kami apresiasi peranggota dan membuat videonya.

Berikut dokumentasinya:

Challenge hari Ketiga (16 Agustus 2023)

Yeay! Akhirnya sampai juga di tahap terakhir. Perjalanan hampir sampai garis finish satu langkah lagi, bismillah.

Pada hari ketiga questival kemerdekaan, kami diminta untuk memberi opini pada tulisan founding mother dengan judul 'Ibu Masyarakat' dan tulisan dekan dengan judul 'inklusivitas bunda sholihah'.

Berikut dokumentasi nya :
Semangat merdeka, questival kemerdekaan semakin seru dengan adanya talkshow bersama dokter Devina. Terima kasih tim perumus yg sudah memprogram questival kemerdekaan sebegitu meriahnya.

Selasa, 15 Agustus 2023

IBU PEMBAHARU #2 : Tahapan ketiga 'Memahami Masalah'


Alhamdulillah tahapan ketiga di Kampus Ibu Pembaharu ini benar-benar sangat membuat saya bingung plus berbinar. Kenapa bisa? Karena pada tahapan ini saya jadi tambah deep thinking untuk bisa belajar mencintai masalah. Maksudnya? Iya, mencintai masalah dengn cara memahami masalah tersebut.

Pada umumnya saat kita mendapatkan masalah, lalu buru-buru untuk mencari solusinya. Kenapa? Karena kita tidak mau masalah tersebut berlarut-larut. Namun, berbeda di kampus Ibu Pembaharu ya, karena masalah tidak langsung dicari solusinya, namun dipahami sampai mendalam.

So what must we do?, cintailah masalahmu. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memahaminya, tidak sekedar mengetahui di permukaan saja, namun mendalaminya sampai ke akar. Yang pertama adalah terima masalah itu, lalu pahamilah. 

Maka kali ini setelah terbentuk tim memahami masalah bersama. Sehingga dengan begitu akan tercipta suistanability (keberlanjutan).

Berikut tiga langkah yang harus dilakukan pada tahapan ketiga:

A. Diskusi Problem Statement dengan Tim

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah diskusi mengenai problem statement masing-masing member dalam tim. Saat melakukan diskusi dalam menentukan problem statement ini, kemungkinan akan muncul adalah masalahku dan masalahmu (masalah masing-masing member). 

1 Lakukan aktivitas Starbursting

Apa itu starbursting? Starbursting adalah bentuk brainstorming yang digunakan untuk menghasilkan pertanyaan secara sistematis dan komprehensif.

Tools ini berguna untuk mendukung proses pemecahan masalah atau pengambilan keputusan Anda dengan membantu Anda memahami semua aspek dan opsi secara lebih lengkap.

Misalnya;

Pokok masalah : Buta huruf Al-Qur'an 

Starbursting :
  1. Mengapa terjadi buta huruf Al-Qur'an? Karena banyak para muslim yang tidak peduli akan pembelajaran huruf Al-Qur'an semenjak dini
  2. Kenapa banyak yang tidak peduli? Karena merasa tidak penting dan buka masuk dalam kategori pendidikan formal.
  3. Mengapa banyak orang tua yang merasa bahwa belajar Al-Qur'an tidak penting? Karena orang tua dan lingkungan nya kurang mendukung akan gerakan belajar Qur'an 
  4. Lakukan (breakdown) sebanyak 5 pertanyaan, nanti akan ketemu akar masalah yang sebenarnya.

2. Gambar atau cetak bintang berujung enam

Gambar atau cetak bintang besar bersudut 6, lalu letakkan di papan tulis atau poster besar. Ini adalah tools yang akan digunakan untuk memetakan 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, dan How).

3. Tulis judul masalah tim

Di tengah gambar bintang tersebut tulis judul masalah yang akan diangkat oleh tim. Nah, untuk Tim Temani sendiri fokus pada masalah Manajemen Emosi (Mengekspresikan Emosi).

4. Tulis pertanyaan

Tulislah pertanyaan satu kata di setiap sudut bintang tersebut. Pada langkah ini mulai menuliskan 5W, 1H yaitu; What, Who, When, Where, Why, dan How.

5. Lakukan brainstorming

Langkah kelima ini mulai berdiskusi dengan menuliskan pertanyaan yang dimulai dengan kata di setiap sudut bintang, yaitu;

What? Apa masalahnya (kesepakatan tim).
Who? Siapa yang mengalaminya.
When? Kapan terjadinya.
Where? Di mana terjadinya.
Why? Mengapa terjadi masalah tersebut.
How? Bagaimana respon terhadap masalah tersebut.

6. Melanjutkan brainstorming

Langkah keenam, lanjutkan brainstorming dengan menggali terus pertanyaan-pertanyaan hingga mendapatkan minimal 3 pertanyaan untuk setiap sudut bintang.

7. Mulai menjawab pertanyaan

Langkah terakhir, mulai menjawab pertanyaan secara sistematis, kemudian menuliskan jawaban singkat di sebelah setiap pertanyaan.

B. Memahami Masalah dengan Benar

Setelah starbursting selesai dilakukan dan memahami titik awal masalah, maka pada langkah berikutnya (kedua) adalah dengan menyelami masalah. Terus selami masalah lebih dalam lagi, karena dengan menyelami masalah lebih mendalam, maka akan membuka wawasan kita akan sebuah sudut pandang.

Berikut jurnal tim keluarga BABA :
Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah kami.

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...