Setelah melewati tahapan pertama yaitu identifikasi masalah, kini saatnya melangkah ke tahapan berikutnya/tahapan kedua yaitu Temukan Teman. Apa saja yang perlu dilakukan pada tahapan kedua ini?
Pertama, jatuh cintalah pada masalahmu! Jangan terburu-buru untuk memikirkan solusi, gali lebih dalam masalahmu, lagi dan lagi! Maksudnya bagaimana? Menggali masalah lebih mendalam, memetakannya, lalu menjadikannya sebagai problem statement adalah hal yang mendasar, sehingga kita tidak salah mengambil sebuah solusi.
Sebelum melangkah pada tahapan kedua ini, review dari my buddy yakni mba yunafi'atul aniroh memberikan insight agar saya lebih fokus pada permasalahan yang saya ambil. Alhamdulillah setelah 'mojok' dan merenungi titik problem statement saya, ketemulah dengan akar permasalahan yang lebih spesifik dan kini saya angkat untuk bisa menjadi aksi. Revisi jurnal pertama sudah saya publish, agar tambah jelas segala kekurangan sebelumnya. Thank you my buddy 💖
Selanjutnya, temukan teman!
Untuk apa teman??
Karena kita tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah sendirian, kita perlu proses yang berkelanjutan, meskipun itu adalah masalah pribadi. Maka, diperlukan tim yang solid, yang dapat mewujudkan solusi dari permasalahan yang kita miliki. It takes an ecosystem to create a changemaker mother.
Beda ya antara teman dan tim, karena tim lebih spesifik untuk bersama melangkah menyelesaikan masalah.
Teman Kita
Siapa saja teman kita?
1. Mereka yang mempunyai masalah yang sama dengan kita
Lihatlah, siapa saja yang mempunyai masalah yang sama dengan kita.
2. Mereka yang mempunyai kepedulian yang sama dengan kita
Lihatlah rasa empati mereka, meskipun tidak mempunyai masalah yang sama dengan kita. Namun kepeduliannya sangat besar.
3. Mereka yang mempunyai pengaruh terhadap masalah kita
4. Mereka yang mempunyai keterampilan berbeda dengan kita
Antara hard skills dan soft skills berbeda dengan kita. Sehingga akan menjadi sebuah tim yang menyenangkan.5. Mereka yang mempunyai antusiasme untuk menjadi bagian dari solusi
6. Mereka yang memiliki mindset bahwa hidupnya akan menjadi bagian sebuah solusi, bukan masalah
Tim Kita
Siapa saja yang bisa menjadi tim kita?
- Anggota Keluarga
Jika masalah tersebut merupakan masalah keluarga yang harus diselesaikan secara bersama-sama, cukup dengan anggota keluarga saja.- Teman satu Kampus Ibu Pembaharu
- Teman satu regional non mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu
- Teman sesama member Ibu Profesional
- Teman di luar Ibu Profesional
Nah, pada kesempatan kali ini mari kita fokus pada pendalaman akar masalah untuk mendapatkan tim dengan mengenal user persona:
selanjutnya dengan pemetaan soft skill dan hard skill yang akan dibutuhkan pada tim aksi :
Dipandu dengan story board berikut semoga menjadi semakin jelas apa tujuan dan aksi yang akan dilakukan tim :
MY TEAM
Pada 20 juli 2023, saya mengawali kampanye pada suami saya. Meluruskan niat dan memberikan gambaran untuk aksi yang saya buat yakni 'keluarga BABA' ( Keluarga yang akan beraksi untuk membina akhlak kita dan sesama dengan bersama-sama mendalami Al-Qur'an).
Tidak perlu berpikir dan berdiskusi panjang suami menyetujuinya dan bersiap ambil posisi menjadi manajer utama, lalu beliau memberi arahan agar saya menyampaikan hal ini kepada orang tua dan juga adik-adik.
Karena saya dan orang tua berada di lingkungan yang sama, satu RT beda blok saja. Adik pertama saya bernama Rizal dan sedang kuliah di UIII Depok dalam semester akhir serta adik saya yang kedua sedang di Malaysia sedang bersiap pulang ke Indonesia. Ayah saya merupakan ketua yayasan di komplek yang jika mengikuti tim maka kekuatan dalam beraksi akan Allah beri banyak kemudahan, ditambah ibu saya memiliki penguasaan yang dalam mengenai Al-Qur'an. Adik saya kedua bernama Ibnu Rusyd merupakan mantan imam di masjid Malaysia dan disebut penceramah cilik, dengan kemampuan sebagai content creator plus videografer. Bismillah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar