Senin, 31 Juli 2023

IBU PEMBAHARU #2 : Review kedua 'Review Jurnal buddy #2'

Tahapan selanjutnya adalah review jurnal buddy, hal ini yang saya tunggu-tunggu karena bisa menambah teman sesama mahasiswa bunda shalihah. Kali ini saya berkesempatan berteman dengan buddy dari kebumen, beliau bernama Mba mujayanah. Untuk kedua kalinya saya selalu berbinar dalam jurnal buddy, jadi saya dengan sigap membuka link pertemanan dan langsung menghubungi buddy saya. 

Benar nyatanya mba Muja juga kaget belum sempat melihat pembagian buddy, salah satu alasannya anak bungsu nya sedang bulak balik RS karena diopname. Berikut review saya untuk jurnal mba Muja :
Mba Muja mengangkat permasalahan tentang perbaikan diri para ibu, beliau juga sudah berkampanye melalui Facebook dan Instagram.

 untuk semua rencana aksi sudah bagus namun kurang detail, in syaa Allah mba Muja dan tim siap beraksi.
Semangat mba Muja dan tim, muyassar in syaa Allah biidznillah.

Senin, 24 Juli 2023

IBU PEMBAHARU #2 : Tahapan Kedua 'Temukan teman'


Setelah melewati tahapan pertama yaitu identifikasi masalah, kini saatnya melangkah ke tahapan berikutnya/tahapan kedua yaitu Temukan Teman. Apa saja yang perlu dilakukan pada tahapan kedua ini?

Pertama, jatuh cintalah pada masalahmu! Jangan terburu-buru untuk memikirkan solusi, gali lebih dalam masalahmu, lagi dan lagi! Maksudnya bagaimana? Menggali masalah lebih mendalam, memetakannya, lalu menjadikannya sebagai problem statement adalah hal yang mendasar, sehingga kita tidak salah mengambil sebuah solusi.

Sebelum melangkah pada tahapan kedua ini, review dari my buddy yakni mba yunafi'atul aniroh memberikan insight agar saya lebih fokus pada permasalahan yang saya ambil. Alhamdulillah setelah 'mojok' dan merenungi titik problem statement saya, ketemulah dengan akar permasalahan yang lebih spesifik dan kini saya angkat untuk bisa menjadi aksi. Revisi jurnal pertama sudah saya publish, agar tambah jelas segala kekurangan sebelumnya. Thank you my buddy 💖
Selanjutnya, temukan teman!

Untuk apa teman??

Karena kita tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah sendirian, kita perlu proses yang berkelanjutan, meskipun itu adalah masalah pribadi. Maka, diperlukan tim yang solid, yang dapat mewujudkan solusi dari permasalahan yang kita miliki. It takes an ecosystem to create a changemaker mother.

Beda ya antara teman dan tim, karena tim lebih spesifik untuk bersama melangkah menyelesaikan masalah.

Teman Kita

Siapa saja teman kita?

1. Mereka yang mempunyai masalah yang sama dengan kita

Lihatlah, siapa saja yang mempunyai masalah yang sama dengan kita.

2. Mereka yang mempunyai kepedulian yang sama dengan kita

Lihatlah rasa empati mereka, meskipun tidak mempunyai masalah yang sama dengan kita. Namun kepeduliannya sangat besar.

3. Mereka yang mempunyai pengaruh terhadap masalah kita

4. Mereka yang mempunyai keterampilan berbeda dengan kita

Antara hard skills dan soft skills berbeda dengan kita. Sehingga akan menjadi sebuah tim yang menyenangkan.

5. Mereka yang mempunyai antusiasme untuk menjadi bagian dari solusi

6. Mereka yang memiliki mindset bahwa hidupnya akan menjadi bagian sebuah solusi, bukan masalah

Tim Kita

Siapa saja yang bisa menjadi tim kita?

  • Anggota Keluarga

Jika masalah tersebut merupakan masalah keluarga yang harus diselesaikan secara bersama-sama, cukup dengan anggota keluarga saja.

  • Teman satu Kampus Ibu Pembaharu
  • Teman satu regional non mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu
  • Teman sesama member Ibu Profesional
  • Teman di luar Ibu Profesional

Nah, pada kesempatan kali ini mari kita fokus pada pendalaman akar masalah untuk mendapatkan tim dengan mengenal user persona:

selanjutnya dengan pemetaan soft skill dan hard skill yang akan dibutuhkan pada tim aksi :

Dipandu dengan story board berikut semoga menjadi semakin jelas apa tujuan dan aksi yang akan dilakukan tim :

MY TEAM
Pada 20 juli 2023, saya mengawali kampanye pada suami saya. Meluruskan niat dan memberikan gambaran untuk aksi yang saya buat yakni 'keluarga BABA' ( Keluarga yang akan beraksi untuk membina akhlak kita dan sesama dengan bersama-sama mendalami Al-Qur'an).

Tidak perlu berpikir dan berdiskusi panjang suami menyetujuinya dan bersiap ambil posisi menjadi manajer utama, lalu beliau memberi arahan agar saya menyampaikan hal ini kepada orang tua dan juga adik-adik. 


Karena saya dan orang tua berada di lingkungan yang sama, satu RT beda blok saja. Adik pertama saya bernama Rizal dan sedang kuliah di UIII Depok dalam semester akhir serta adik saya yang kedua sedang di Malaysia sedang bersiap pulang ke Indonesia. Ayah saya merupakan ketua yayasan di komplek yang jika mengikuti tim maka kekuatan dalam beraksi akan Allah beri banyak kemudahan, ditambah ibu saya memiliki penguasaan yang dalam mengenai Al-Qur'an. Adik saya kedua bernama Ibnu Rusyd merupakan mantan imam di masjid Malaysia dan disebut penceramah cilik, dengan kemampuan sebagai content creator plus videografer. Bismillah...

Kamis, 13 Juli 2023

IBU PEMBAHARU #2 : Review pertama 'Review Jurnal Buddy'

Setelah kemarin belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, lalu di pekan ini saatnya belajar tentang Feedback System. Apa sih Feedback System dan apa saja yang harus dilakukan di pekan ini?



Feedback System 
adalah sistem umpan balik yang dilakukan orang lain untuk kita, begitupun sebaliknya. Maksudnya gimana sih? Jadi, setelah kemarin kita tentukan/identifikasi masalah , maka di pekan ini masing-masing mahasiswa akan memberikan umpan balik kepada partnernya.

Inilah yang membedakan antara Traditional Learning dengan Problem based Learning.

Problem based Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang melibatkan kelompok siswa yang bekerja untuk memecahkan masalah di dunia nyata, sedangkan Traditional Learning adalah metode pengajaran langsung seorang guru yang menyajikan fakta dan konsep tentang mata pelajaran tertentu ke kelas siswa.


Dimana kali ini saya berkesempatan untuk berkenalan dengan mba Yunafi'atul aniroh dari IP Asia. Problem statement beliau dalam jurnal #1 sudah diklasifikasikan dalam 3 bagian yakni masalah pribadi, keluarga dan lingkungan.

Masalah pribadi beliau yakni tentang 3 fokus utama :
- visi misi keluarga
Beliau mengambilnya dari salah satu ayat Qur'an yang tidak lain mengingatkan bahwa usia 40 tahun harus lah memperbanyak amal Sholih, Maa syaa Allah walhamdulillah barokallah mba Yuna dan keluarga.

Untuk me-review jurnal buddy kali ini dengan panduan sebagai berikut:
Ketika saya baca jurnal mba Yuna, ada semangat juga bagi pembaca jurnal nya untuk mengingat bahwa usia di dunia tidak lain rahasia kehidupan yang memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

- manajemen waktu dan emosi
Hal ini menjadi problem yang sama dengan masalah saya dan ibu lainnya, semoga Allah mudahkan tahapan belajar dalam manajemen waktu ini.


Semangat untuk terus bertumbuh dan menebar manfaat, sukses mba Yuna.

Rabu, 05 Juli 2023

IBU PEMBAHARU #2 : Tahapan Pertama `Identifikasi Masalah`

 Senin, 26 Juni 2023 orientasi kelas Bunda Shalihah batch 2. Satu kata yang bisa mewakili perasaan saya saat itu `Alhamdulillah`, karena atas qudrat dan Iradat Allah pula lah yang bisa menghantarkan saya kini ada di titik ini. Kesempatan memasuki kelas Bunda Shalihah #1 sudah saya lewati dengan izin cuti karena ada satu dan lain hal yang menjadi prioritas saya, dan kini saya kembali setelah menepi untuk bersiap belajar lagi. 


Baru beres dengan penulisan tesis kemarin, kini saya belajar lebih dalam di tahapan pertama Ibu Pembaharu yakni `Identifikasi Masalah`. Tahapan ini fokus pada diri pembelajar dan perubahan yang diinginkan oleh masing-masing pembelajar. Kembali belajar yang dikemas dengan cara gamification, dengan harapan belajar dengan senang dan bisa mengikuti aktivitas di kampus untuk mewujudkan komunitas yang berkelanjutan. Kali ini fokus pada `menjadikan masalah sebagai sebuah tantangan dan menghadirkan manfaat bagi umat`.

Apa itu Kampus Ibu Pembaharu? 

Kampus Ibu Pembaharu adalah tempat belajar para mahasiswIbu untuk bmenciptakan inovasi-inovasi sosial berbasis pada masalah yang ada di sekitarnya baik diri pribadi, keluarga atau bahkan masyarakat di sekitarnya. Adapun Ibu Pembaharu adalah seorang MahasiswIbu yang menemukan masalah hidupnya, kemudian berani mengubah hal tersebut menjadi sebuah tantangan, dibantu dengan adanya tim yang siap melakukan aksi hingga menjadi sebuah solusi.


Ibu Pembaharu adalah seorang MahasiswIbu yang konsisten melakukan :

- Cognitive Emphaty

Mengembangkan kognitif yang mendalam untuk secara aktif mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial, betapapun kecilnya masalah itu.

- Teamwork

Melengkapi dirinya, timnya, komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengerjakan solusi yang berarti bagi sekitarnya.

- New Leadership

Mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial sejak usia muda

- Creative Problem Solving

Menerapkan pemikiran kritis untuk menghasilkan solusi inovatif guna mengatasi masalah yang kompleks.

Indikator Sukses dalam Tahapan Ibu Pembaharu

Ada dua indikator yakni indikator komunal dan personal. Indikator komunal yakni  sukses yang memenuhi syarat dari komunitas, yaitu :

1. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan

2. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada

3. Ikut berartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu Pembaharu 

4. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk website/pdf/karya digital lainnya.

Adapun indikator personal bersifat pribadi oleh MahasiswIbu yang bersangkutan.

IDENTIFIKASI MASALAH

Memahami masalah dan mampu mengidentifikasi masalah yang ada di dalam diri kita, keluarga ataupun lingkungan.

ada dua hal dalam mengindentifikasi masalah yaitu :

a. Problem Statement

Hal yang amat penting bagi kita adalah paham akan suatu masalah, dan disini saya coba untuk mengklasifikasikan masalah-masalah tersebut menjadi masalah pribadi, keluarga dan lingkungan.


Pribadi

Sebagai seorang perfeksionis saya selalu berusaha untuk bisa maksimal terutama dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Salah satu visi keluarga adalah menjadi ahlul Qur'an yang otomatis harus memiliki komunikasi yang intens dengan Al-Quran. Namun yang terjadi berbeda dengan kenyataan saat ini, tahsin saya yang kurang dari segi makhorijul huruf membuat saya kurang percaya diri untuk baca Qur'an di depan banyak orang padahal hal tersebut saya butuhkan karna banyaknya tawaran untuk mengajar. Dan dalam kajian parenting yang memang saya mau angkat dari ayat-ayat quraniyyah namun pendalaman tafsir yang masih minim harus segera dibenahi untuk kebaikan saya pribadi, keluarga dan juga lingkungan.

• Keluarga
Visi keluarga kami sedari awal adalah menjadi keluarga qudwah Hasanah salah satu nya menjadi ahlul Qur'an, dengan visi tersebut salah satu misinya dengan komunikasi intens dengan Al-Quran. Namun pada kenyataannya saya pribadi masih kurang penguasaan ilmu makhorijul hurufnya yang pada akhirnya membuat saya kurang percaya diri untuk bisa berbagi ilmu dan mengajarkan Qur'an.

Lingkungan 
Lingkungan rumah saya berada di komplek kota bandung, di dalam nya didominasi oleh para orang tua yang sudah mulai sepuh. Dengannya masjid relatif aktif mengadakan kajian Qur'an dan kegiatan kemasyarakatan, maka dari itu beberapa kali saya diminta untuk mengisi kajian Qur'an dan parenting. Namun karena masalah pribadi saya akhirnya membuat saya belum percaya diri untuk hal tersebut.

b. Root Cause Analysis (Analisa Akar Masalah)

Metode RCA  ini adalah salah satu metode untuk mengidentifikasi akar masalah. Tujuan dari metode ini tidak lain untuk mempermudah dalam mengklasifikasikan masalah dan akar masalahnya, sehingga mempermudah dalam penyelesaiannya.


Setelah mengidentifikasi masalah pada bagian pertama, dapat disimpulkan bahwa akar masalah dari masalah besar saya adalah ilmu makhorijul huruf panduan jazariyyah belum saya kuasai serta pendalaman tafsir Al-Qur'an tentang parenting belum maksimal.

Semoga hal ini dapat memudahkan saya dalam menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan nya menjadi aksi sosial yang memberi manfaat.


IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...