Minggu, 29 Oktober 2023

IBU PEMBAHARU 2 : TAHAPAN KEENAM AKSI UNTUK SOLUSI


Tahapan demi tahapan untuk menuju Ibu Pembaharu telah dilalui bersama-sama. Quote dari Margaret Mead mengawali materi tahapan keenam kali ini, “Never doubt that a small group of thoughtful, committed, citizens can change the world. Indeed, it is the only thing that ever has.” Jangan pernah meremehkan sekelompok kecil warga negara yang memiliki komitmen untuk mengubah dunia, karena memang hal itu satu-satunya yang pernah ada.

Sebelum menjelaskan materi lebih lanjut, Teh Dian sebagai dekan bunda shalihah memberikan sedikit review bahwa untuk mencapai tahapan ini ada berbagai tantangan yang kita hadapi. Terkadang merasa lengah karena pelan, namun juga berat karena merasa cepat. Ini benar sekali, karena saya pun merasakan hal tersebut. Tantangan itu memang selalu ada, apapun tim yang kita bentuk.

Teh Dian kembali mengingatkan bahwa pada tahapan selanjutnya, tantangan yang paling besar adalah konsistensi dan komitmen. Bagaimana project tim akan membesar dan terjun pada masyarakat, berkontribusi nyata bagi mereka serta menjadi solusi dunia? Saya dapatkan dari penyampaian mba midah diawal kongres siapkah kita menjadi bagian 10 persen dari mereka yang sukses?

Setelah melalui tahapan 1-5 kami telah mengubah empati terhadap diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Kini sampailah kami pada tahapan keenam, yaitu mengubah empati menjadikan sebuah aksi nyata untuk menjadi bagian dari solusi.

Design Thinking

Mengingat kembali quotes dari ilmuwan dunia, Albert Einstein “We can't solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them.” Kita tidak bisa memecahkan masalah dengan pola pikir yang sama ketika kita membuat masalah tersebut.

Jadi, perlunya untuk berpikir kreatif dalam merumuskan aksi untuk solusi pada permasalahan yang kita hadapi, dengan pola pikir yang berbeda.

Untuk itulah Design Thinking perlu digunakan di tahapan ini. Apa itu Design Thinking? Design Thinking adalah cara untuk memecahkan masalah dengan praktis dan kreatif, serta memiliki fokus utama pada user/pengguna. Tahap Design Thinking meliputi; empathize, define, ideate, prototype, dan test.

Tiga tahap sebelumnya (empathize, define, ideate) telah dijalani bersama beberapa pekan yang lalu. Dimulai dari membangun empati terhadap persoalan-persoalan yang ada pada diri, keluarga, maupun masyarakat di lingkungan kita.

Menentukan satu di antara sekian persoalan yang ditemukan, kemudian mengidentifikasinya dengan lebih detail hingga mencapai akarnya, lalu memikirkan solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya. 

Kini saatnya masuk ke tahap berikutnya, yaitu prototype dan test. Mencoba melakukan aksi yang telah direncanakan, yang kemudian akan menjadi bahan evaluasi apakah hal tersebut efektif dan tepat dalam menyelesaikan persoalan, atau tidak. Dari sini akan diketahui design yang telah dirancang bisa berfungsi dengan baik atau sebaliknya.

Dalam merumuskan prototype diperlukan sebuah tools dan worksheet untuk melakukan koordinasi dan mengatur project yang akan kita lakukan dengan lebih baik. Bisa menggunakan perangkat apapun, manual maupun digital (teknologi). Baik atau tidaknya tools tersebut bergantung user (pemakainya). 

Alhamdulillah acara berjalan lancar sesuai rencana, tidak ada hambatan apapun. Kami sangat merasa beruntung, karena hampir semua member menjalankan peran masing-masing dengan bahagia.

Senin, 02 Oktober 2023

Review jurnal buddy: IDENTIFIKASI AKSI


Tahapan kelima mengenaik identifikasi aksi, membuat saya lebih berbinar apalagi ketika saya tau karena alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya mendapatkan buddy baru yakni mba Diah Denia dari IP Depok. Saya langsung segera menghubungi beliau dan dengan senang hati menyapa, Alhamdulillah respon dari mba Diah juga sangat hangat sekali dan langsung memberikan saya link jurnalnya. Maka saya pun segera membagikan jurnal saya untuk memudahkan beliau mengerjakan review.

Beliau membuat gerakan mengenai psikologis anak yang dikuatkan aksinya oleh tim IBU PERI, awal saya membaca kata ibu peri sudah tergambar dalam benak saya bahwa aksi yang akan beliau usung mengenai suatu kebaikan yang dapat diterima berbagai kalangan. Seperti halnya ibu peri yang selalu memiliki makna positif bagi semua usia, dan ternyata apa yang beliau usung memiliki 3 highlight yakni tutur cermin diri, berkata baik atau diam, dan gerbrak (gerakan berkata baik).

 Bagi saya hal ini amat dibutuhkan untuk zaman sekarang, terutama bagi generasi yang sudah terpapar gadget yang dapat bermudah-mudahan terpengaruh tontonan yang kurang mendidik. 

Barokallah tim Ibu Peri ❤️

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...