Jumat, 20 Desember 2019

KETERAMPILAN KU KINI

Setelah saya diajak mojok dengan adanya materi #1 di Bunda Cekatan ini, pun ini merupakan kali kedua saya merenung lagi apa kiranya keterampilan yang saya butuhkan untuk melengkapi kebahagiaan saya dalam melakukan aktivitas di telur hijau. 

Kuadran baru sudah saya coba isi, semoga kuadaran ini benar-benar menjadi jalan untuk saya menambah kebahagiaan berperan di ranah domestik yang bisa inside out.

kuadran keterampilan ziyana

Saya fokuskan kuadran kali ini pada 3 dari 5 aktivitas yang benar-benar membutuhkan keterampilan lebih, yang mana diantaranya adalah :

1. Mengajarkan anak adab dan akhlaq

Hal ini menjadi tumpuan fokus saya selama ini, semakin Farih bertumbuh dan berkembang maka ia akan mengenal sekelilingnya. Kini ia menjadi peniru ulung bagi saya dan suami, maka hal ini menjadi cambukan untuk kami berdua agar kami bisa menjadi teladan terbaik baginya hingga ia pun dapat menjadi Hamba Allah yang diRidhaiNya. 

Saya bekerjasama dengan suami dari mulai menjaga lisan hingga prilaku kami, tak hanya sekedar menjadi pembelajaran bagi Farih saja namun menjadi kan kami berdua untuk lebih beradab hingg akhirnya bisa berakhlaq mulia.

2. Bisnis Online

Tak usah diragukan untuk hal yang satu ini, bagi seorang Ibu rumah tangga seperti saya hal ini akan menjadi opsi untuk menemani keseharian tugas ibu di rumah. Tak hanya perihal finansial yang saya utamakan akan tetapi lebih dari itu karena dengan berbisnis seolah ia menjadi kampus kehidupan kedua setelah runah tangga. Saya jadi banyak belajar memahami konsumen, cara berjualan online pun offline dan lainnya.

3. Berdandan untuk suami

Aktivitas ini, merupakan aktivitas yang saya suka dan saya bisa bahkan lebih dari itu. Melihat raut wajah bahagia suami pulang kantor dengan melihat istri dan rumah rapi, disusul senyum manis nya hal ini membuat saya bahagia. 

Maka, berikut telur merah saya.. bismillah..

Telur merah Ziyana


Saya suka dengan kalimat ibu yang selalu terngiang di telinga saya :
PASTIKAN BAHAGIA KITA, TAK MEMBUAT KELUARGA KITA TIDAK BAHAGIA.

Bismillah


Sabtu, 14 Desember 2019

Memilih BAHAGIA yang MERDEKA

Satu tahun ditemani materi dan pembelajaran di Bunda sayang membuat saya banyak belajar akan peran sebagai ibu dengan tidak mengenyampingkan hal apapun yang menjadi amanah saya di rumah tangga.
sudah disounding oleh tim Ibu Profesional sebelumnya bahwa setelah wisuda Bunda sayang, patutlah para mahasiswi ibu menyiapkan diri untuk bersiap belajar lagi di Bunda Cekatan. Kebayang oleh saya betapa berbinarnya mata para wisudawati saat itu untuk menghadapi pembukaan kelas bunda cekatan. Daaannn hal itu benar adanya, maa syaa allahu walhamdulillah.

Matrikulasi batch 3 lanjut Bunda sayang batch 2, dan sekarang saya masuk di kelas Bunda Cekatan batch 1. Yang membuat saya lebih semangat lagi selain dari kelas pembelajaran dan cara belajarnya adalah Fasilitatornya yang langsung dibimbing oleh sang Founder Ibu Profesional, Yaa Rabb benar-benar kesempatan emas yang langka menurut saya. Bismillah..

Materi diskusi pertama yang disampaikan ibu via FB, benar-benar membuat saya tersenyum terus setiap mendengar tahapan pembicaraannya yang dimulai penjelasan pembelajaran di Bunda Cekatan dengan 4 tahap :

1. Dongeng
2. Bermain
3. Hadiah
4. Kejutan

Tugas pertama dalam jurnal kali ini adalah mencari kunci diri untuk bahagia, ya bahagia yang merdeka. Pun saya tidak terfikir hingga hal ini, saya tahu bahwa kebahagian penting adanya namun bagaimana cara yang realistis untuk mendapatkannya saya dapatkan disini.



Hasil survei di Amerika Serikat menemukan bahwa para istri cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang lebih rendah (56%) dibandingkan dengan para suami (60%). Istri yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) mempunyai tingkat penyesuaian psikologis yang paling rendah, diikuti oleh para istri yang bekerja, dan yang paling tinggi tingkat penyesuaiannya adalah para suami yang bekerja (Unger dan Crawford, 1992).
https://media.neliti.com/media/publications/24553-ID-kepuasan-pernikahan-dengan-depresi-pada-kelompok-wanita-menikah-yang-bekerja-dan.pdf

Seorang wanita yang pemikir dan perasa, amat wajar untuk bisa beradaptasi dengan peran baru dan amanah barunya dan hal ini berbeda dengan laki-laki yang bisa dibilang lebih konsisten dari segi perasaan.

Maka benar apa yang disampaikan ibu, bahwa hal utama di dunia ini adalah `Bagaimana caranya kita selalu bahagia?!` dan dapat menjaga diri dari ke-tertekan-an aktivitas yang tidak membuat kita bahagia.

Bahagia dengan merdeka, berarti menemukan diri yang memiliki kekuatan untuk tetap bahagia. Setelah saya berfikir , ada beberapa kekuatan yang bisa menjadi penguat saya untuk bisa berdiri menjadi wanita yang berbahagia dengan beberapa kelebihan yang sudah Allah titipkan dan ini merupakan `Telur Hijau` saya : 



Merdeka menemukan pola belajar, akan saya mulai saat ini. bismillah..

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...