Minggu, 29 Maret 2020

T30 #7 : PEMANFAATAN WAKTU

Hari ini belum lebih baik dari kemarin untuk target tilawah, karena harus ada prioritas lain. Bada sholat shubuh berjamaah kami melakukan rutinitas duduk bersama sambil mendengarkan kajian duet antara aa gym dan ust. Abdul Somad di MQFM, lalu kami berdiskusi sebentar dan lanjut baca Qur'an. Qodarullah baru 2 halaman, anak sholeh bangun dan minta perhatian langsung lah saya mengajaknya bersih-bersih dan menawarkan air minum dan buah-bahan sebagai cemilan awal.

Hari ini, berjemur membutuhkan waktu agak lama dari biasanya karena anak sholeh yang masih anteng bermain di luar tidak mau masuk. Lagi-lagi saya harus bisa mengkondisikan Farih agar manajemen waktu saya baik, alhamdulillah Farih bisa dikondisikan dengan buku dan saya lanjut bantu cuci piring di dapur.

Namun target tilawah saya masih belum bertambah banyak, baru maju 4 halaman dan masih banyak memiliki PR yang kemungkinan baru beres ashar atau maghrib. Maka hari ini saya apresiasi dengan badge 'satisfactory', semoga esok lebih baik.

Sabtu, 28 Maret 2020

T30 #6 : BEREKSPLORASI BERSAMA

Tahu suami membeli tepung kanji 500gram, saya langsung terfikir untuk membuat cilok dan cireng. Pun saya langsung utarakan kepada beliau, alhamdulillah sudah disetujui. Saya ajukan kemarin, beliau bilang besok saja.

Oke bada shubuh tadi kita langsung berdiskusi biasa sambil mendengarkan kajian di MQFM, kita pun lanjut membaca Qur'an yang alhamdulillah target 4 halaman bisa saya capai.

Setelah membaca Al-Qur’an masing masing, kita lanjut bersiap memasak untuk sarapan. Karena anak sholeh belum juga bangun, kami menikmati tugas masing-masing. Setelah anak sholeh bangun, baru lah saya fokus mengurus ya hingga akhirnya kita membuat cilok bersama. Tak lupa setelah rangkaian ngemil beres, kami berjemur dan ambil air wudhu untuk sholat dhuha.

Kini target baca Qur'an bertambah dan sebentar lagi mencapai finish alhamdulillah, juz 13 sudah rampung. Saya pun mengapresiasi hari ini dengan badge 'excellent'.

Jumat, 27 Maret 2020

T30 #5 : BERSYUKUR

Pagi ini cerah alhamdulillah, namun target tilawah bada shubuh belum bisa banyak karena ternyata gas habis. Kami langsung fokus pada kewajiban masing-masing di pagi hari, minum air hangat dan 3 butir kurma sudah menjadi kewajiban dan rutinitas kami di pagi hari.

Pagi ini kami berdiskusi dengan keadaan wabah dan efek ye terhadap masyarakat terutama perekonomian, bada shubuh berjamaah kami selalu berdzikir bersama di sofa ruang tamu sambil mendengar MQ FM karena bagaimana pun siraman rohani adalah kebutuhan hidup hehe..

Lanjut hingga saat ini di juz 12 saya baru dapat 2 lembar dan saya perkirakan tidak lebih baik dari kemarin, jadi saya apresiasi diri saya dengan badge 'satisfactory'.

Walau target harian satu juz selalu dapat, namun dilihat dari usaha penyelesaian target halaman saya lihat masih bagus hehe.. 

Bismillah.. 

Kamis, 26 Maret 2020

T30 #4 : SEDEKAH UNTUK KITA

Jumuah mubarokah, tidak terasa sudah satu minggu lebih kami berdiam #dirumahaja selama sesampai nya saya di Bandung. 8 bulan terakhir ini saya ikut suami tinggal di Jakarta karena dinas ya beliau disana, kami tinggal di apartemen yang alhamdulillah segala sesuatunya Allah mudahkan mulai dari akses transportasi hingga lingkungan.

Keadaan suami off bertepatan dengan adanya penyebaran wabah virus corona, dan juga bertepatan dengan saya hamil alhamdulillah. Jadilah kita full #dirumahaja aja dengan suami yang lebih aktif mengatasi situasi dan kondisi di rumah.

Maka kami pun mencari cara agar bisa maksimal beribadah kauniyah dan qauliyah di rumah, mulai dari membaca Al-Qur’an, sholat berjamaah hingga saling bantu dan saling berterima kasih. Pun ini merupakan kesempatan kami untuk mendidik Farih lebih dalam alhamdulillah, terutama di hari jumat ini. Hari jumat pertama tanpa adanya sholat jumat, maka kami maksimal kan untuk bisa mengkondisikan rumah.

'Jum'at bersih' sepertinya slogan ini tertancap kuat di niat suami dalam kebersihan hari ini, beliau benar-benar full power dari mulai cuci piring nyapu hingga ngepel. Seprot disimfektan manual bahasa suami, dengan membuat ramuan pel sendiri dari campuran : air + byclean + wipol.

Tugas saya menjaga Farih dan mengajak ya belajar serta berjemur sambil eksplorasi, dan beliau fokus di rumah. Maka apresiasi saya hari ini adalah badge 'very good'. Semoga esok bisa lebih baik.

Kita bersedekah dengan tenaga untuk kita sendiri, membantu sesama anggota keluarga meringankan kerjaan masing-masing.

Alhamdulillah. 

JURNAL PUASA #1 🍁 TANPA BEGADANG

'Memanfaatkan me time saat anak tidur' mungkin merupakan pilihan kebanyakan para ibu, pun saya beberapa minggu kebelakang memilih hal tersebut. Merasa bisa me time maksimal mulai dari beberes rumah hingga food preparation agar esok pagi saya sudah tertata.

Begadang pun menjadi pilihan, arti kata 'begadang' disini adalah tidur malam tidak pada waktunya. Dari manajemen waktu ala Rasulullah yang menjadi tumpukan saya, bahwa tidur malam lebih baik di kerjakan tepat setelah sholat isya atau kisaran jam 20.00-21.00 WIB. Karena tubuh pun butuh meregenerasi peredaran sesuai dengan waktunya dan butuh istirahat.

Namun, karena ingin me time di saat anak tidur. Jadilah saya biasa tidur hingga maksimal jam 23.00,atau sesekali bisa hingga jam 24.00. Walau saya pun tidak memungkiri bahwa tubuh terasa kurang fresh keesokan harinya.

Hal ini yang saya rasa amat 'mengganggu' mind map saya untuk bisa maksimal mendapat segala hal yang saya atur. Maka dari itu saya ingin mengubah kebiasaan saya, terutama dengan keadaan saya hamil di trisemester awal ini. Saya usahakan semua urusan rumah dan dapur beres untuk keesokan hari nya di waktu maghrib, walau pasti tidak maksimal. Terutama pengumpulan jurnal harian dalam tantangan 30 hari, saya usahakan dikumpulkan bada dhuhur. 

Untuk beberapa minggu ini, urusan dapur diambil alih oleh suami karena saya belum bisa turun tangan memasak (anti bau masakan). Maka saya berkewajiban untuk mencuci perkakas dapur yang kotor saja.

Berikut apresiasi saya untuk 1 minggu puasa BEGADANG :


Dengan catatan :
Evaluasi di hari ke 2, Farih dibawa neneknya menginap di sana. Dan hal ini untuk pertama kali saya berpisah darinya, akhirnya saya pun susah tidur dan mengajak suami diskusi agar saya tenang hehe.. Dan ini pun hanya hingga jam 22.15 WIB saja, alhamdulillah. 

Selebihnya, ketika ada Farih saya kondisikan dia energi dia bereksplor sudah habis dan perut sudah terisi sebelum sholat isya. Jadi biasanya bada sholat isya jam 20.30 WIB Farih akan minta kami untuk 'bobo di kasur'..

Jadi jika saya lihat seminggu ini, puasa begadang saya alhamdulillah berhasil. 

T30 #3 : PENUHI KEBUTUHAN

Hari ini jadwal suami ke pasar untuk restok bahan makanan keluarga, jadi bada shubuh kita langsung ambil tugas masing-masing mumpung anak juga belum bangun. Baca Qur'an yang menjadi rutinitas kami bada shubuh pun dipersingkat agar bisa fokus di pekerjaan masing-masing terlebih dahulu. Maka maklum jika saya pun baru menggapai target 1 lembar di pagi hari dan bersiap kejar target di siang hari. 

Sepulang suami dari pasar dan supermarket semua barang belanjaan kita cuci pakai sabun, semua?? Iya semua tanpa terkecuali. Suami masuk lewat pintu belakang agar sama skali tidak masuk rumah sebelum keadaannya bersih, ini ikhtiar kami agar bisa menjaga kebersihan dan kewaspadaan di masa ini khususnya.

Sholat dhuha pun beres namun karna satu dan lain hal saya harus ambil bagian ke dapur untuk buat lauk yang habis semampu saya, pun karna suami sedang shaum dan sibuk dengan aktivitas yang menjadi prioritas. 

Beres dhuhur berjamaah baru saya kejar target, pastinya setelah perut terisi agar bisa baca Qur'an dengan tartil dan nyaman pun Farih bisa dikondisikan karna perutnya sudah kenyang.

Alhamdulillah hari ini sudah beres 1 juz di juz 10 dengan segala tantangan ya, maa syaa allahu walhamdulillah. Maka saya apresiasi aktivitas hari ini dengan bagde 'very good', Semoga esok bisa lebih baik.

Oya, tak lupa pagi tadi pun kita rutin berjemur di terik matahari pukul 9an pagi. Anak sholeh tetap menemani dengan aktif nya, walau mual dan pusing hadir namun semuanya sungguh nikmat. Alhamdulillah. 

Selasa, 24 Maret 2020

T30 #2 : KERJASAMA DALAM CINTA

Alhamdulillah sudah hari kedua di tantangan ini, saya dan suami sepakat bekerjasama untuk membuat suasana Qur'ani terutama di pagi hari bada shubuh.

Dari 2 hari kebelakang suami ambil keputusan untuk sholat fardhu dan sunnah di masjid karena lingkungan kelurahan kami sudah termasuk 'red zone' dalam kondisi wabah virus corona ini, hikmah nya setiap sholat kami berjamaah dan lanjut baca Qur'an.

Kondisi saya di awal kehamilan kali ini benar-benar harus istirahat dari dapur dan kini diambil alih suami yang sedang off kerja. Dengan semua ini saya yakin setiap keadaan kita sudah Allah rancang dengan sebaik mungkin, maa syaa allahu walhamdulillah.

Saya tidak bisa berlama membaca Al-Qur’an karena selalu datang mual dan pusing, jadi jika saya bisa lebih lama membaca dari biasanya saya amat mengapresiasi diri saya pribadi.

Pagi ini saya masuk di juz 9 dan baru masuk 3 halaman, masih tersisa 7 halaman untuk khatam di juz ini. Dan tidak memungkinkan pula beres satu waktu di dhuha, sepertinya hari ini akan lebih membutuhkan waktu panjang dibanding kemarin. Maka hari ini saya apresiasi diri sendiri dengan badge 'satisfactory', semoga besok bisa lebih baik.

Saya tetap bersiap siaga untuk pembelajaran Farih, karena di rumah hanya bertiga jadi pembagian tugas yang fokus untuk Farih tetap dilakukan saya. 

Karena seorang ibu harus multitasking dan profesional dalam setiap perannya, bismillah.. 

Senin, 23 Maret 2020

T30 #1 : SAYA POSITIF

Situasi terasa menekan di luar rumah, apalagi ditambah lihat medsos ya g berita Corona bertebaran dimana-mana. Hal itu yang saya rasa, sebagai ibu hamil muda saat ini. Maa syaa allahu walhamdulillah, 2 minggu yang lalu saya seperti masuk angin yang ternyata tidak hanya sehari namun berhari-hari.

Di hari ke-7 saya tetapkan untuk testpack, dan alhamdulillah saya (+) positif hamil hehe..

Suatu anugerah yang amat indah bagi saya dan suami, Karena bulan februari kemarin kami baru saja bekerjasama dan berjuang bersama untuk proses 'sapih' Farih. Dan sebulan setelahnya Allah anugrahkan saya kehamilan ini, alhamdulillah.

Tantangan 30 hari dari kelas kepompong ini saya manfaatkan untuk bisa baca Qur’an sehari satu juz, dengan keadaan saya saat ini yang sedang menikmati awal kehamilan dengan gejalanya yang luar biasa amat berbeda dari kehamilan Farih dahulu menurut saya bisa baca Qur’an 'one day one juz' adalah sesuatu hal yang tidak mudah. Pusing mual dan lemas selalu menemani saya setiap hari, jadi selepas sholat fardhu dan sunnah saya usahakan membacanya.

#dirumahaja sedang menjadi tugas setiap warga indonesia, dan cara menikmati ya adalah hak setiap orang. Dan saya menikmatinya dengan membaca Al-Qur’an, dengan detail pembayian waktu sebagai berikut :
1 juz rata-rata 10 halaman
Saya bagi ke 5 waktu setiap bada sholat fardhu 2 halaman (kurang lebih 15-20 menit)

Untuk hari ini, saya sudah beres khatam juz 8 (karena melanjutkan tilawah dulu). Bada shubuh saya beres 5 halaman, dilanjut bada sholat dhuha 3 halaman dan diakhiri bada dhuhur 2 halaman.

Alhamdulillah, target hari pertama ini diatas perkiraan dan jadwal yang saya tetapkan. Dengan ini saya hadiah an badge excellence untuk diri saya sendiri. 

Barokallah.. 

Jumat, 13 Maret 2020

REFLEKSI HATI

Sempat agak ragu dipertengahan pembelajaran kelas ulat kemarin, karena saya yang tipe prefeksionis ingin mengikuti setiap tahap secara sempurna versi saya pun terutama diskusi bersama kak peni yang beberapa kali saya tidak bisa ikuti karna satu dan lain hal.

Di pekan ke 8 kemarin, setelah saya coba mengerjakan tugas tahap demi tahap. Saya coba merenung disaat anak tidur dan sedang menanti kedatangan suami dari kantor, saya dapatkan beberapa poin hasil renungan dan setelah suami datang ternyata beberapa menit setelah saya sambut kita duduk bersama sambil menikmati buah. Diawali beliau bertanya bagaimana hari ini, dan berakhir dengan kami berdiskusi perihal kelas ulat saya.

Poin renungan saya yang sebelumnya saya pikirkan sendiri, saya utarakan ke bliau dan beliau sambut dengan motivasi yang luar biasa. 'manajemen waktu itu penting, dan hanya diri sendiri yang bisa melakukan yang terbaik versinya' nasehatnya. 

Hingga kami pun berdiskusi perihal buddy saya, oya buddy saya di pekan 8 kemarin adalah buddy dalam kehidupan nyata. Fikr, atau nama panjangnya Tsamrotul Fikriyya adalah teman seangkatan saya di kuliah dulu walau beda prodi namun kami sering bertemu. 

Dan pertemuan kami terakhir kemarin adalah di desember 2018, saat saya umroh bersama keluarga dia datang bersilaturahmi ke hotel kami. Apa yang membuat akhirnya kami komunikasi kembali? 'kalender IP Bandung 2018' ketika itu saya sebagai penanggungjawab kalender di IP Bandung. Dia menghubungi saya untuk memesan kalender hingga akhirnya kami bisa bersilaturahmi kembali di 2018, karena sebelum itu kami terakhir bertemu di 2013.

Alhamdulillah kelas ulat Bunda Cekatan menguatkan hubungan persahabatan kami, diskusi dengan suami pun mengalir dengan banyak nya rasa syukur. Jazakumullah kak peni dan tim.

Saya siap menjadi kepompong di tahap selanjutnya.

Jumat, 06 Maret 2020

SETENGAHKU DIISI OLEHMU 💞

Keseruan pekan terakhir di kelas ulat ini memang luar biasa, tak terbayang sebelumnya bahwa setiap dari kami mencari jodohnya *ups. Maksud disini adalah mencari sahabat terbaiknya versi masing-masing.

Awalnya ketika kak septi menjelaskan secara sekilas bahwa tugas saya kali ini adalah mencari buddy, memang sudah terfikir bahawa saya akan 'melamar' seseorang yang memang saya anggap komunikasi kami cocok di pekan sebelumnya. Dia ini adalah salah salah seorang yang saya beri kado juga di pekan sebelumnya, dia adalah Tsamrotul Fikriyya. Pun ternyata dia yang melamar saya dulu, walau saya yang chat terlebih dahulu karena dia pun sudah berencana 'melamar' saya. 

Panggilan akrabnya adalah Fikr, dia berasal dari IP Asia yang beberapa hari terakhir ini baru saja pindah domisili ke Indonesia. Saat ini dia dan keluarganya sudah di ponorogo, dan sedang sibuk beres-beres paska kedatangannya dari arab Saudi. Pantas saja balasan chat pun agaknya harus menunggu beberapa waktu karena sesuatu hal yang maklum adanya.

Kami sempat mengobrol panjang via chat WhatsApp perihal keluarga kami masing-masing, yang mana ia memilih keluarga utama di 'manajemen emosi' atau inside-out family dan keluarga kedua yang ia pilih adalah manajemen waktu walau sampai saat ini masih fokus di keluarga utama. Karena hal itulah ia merasa cocok dengan saya, pun saya demikian keluarga utama saya adalah 'manajemen waktu' atau keluarga uluwatu dan makanan kedua saya adalah manajemen emosi.

Fikr merasa bahagia dengan keberadaannya di keluarga manajemen emosi ini dengan subkelas 'innerchild', mengapa?? Karena beberapa waktu ini, semenjak kehadiran anak kedua ia merasa emosinya suka menjadi mood swing terutama kepada anak pertamanya. Setelah diteliti dari hasil diskusi di keluarganya bersama narasumber salah satu psikologi, bahwa dirinya belum berdamai dengan innerchild. Dia memiliki riwayat bahwa dirinya adalah anak tunggal, ya karna hal ini emosinya belum terlatih untuk berbagi. Maka seringkali sang kakak menjadi objek pelampiasan emosinya walau hanya sekedar nada tinggi dan hal yang menurutnya sepele, namun ternyata bermakna bagi pengenalan emosi anak.

Dari sinilah kami berbagi mind map, berbagi cerita dan berusaha memberi solusi dengan adanya sumber yang kuat dan relevan. Berikut beberapa hal yang saya rangkum dalam Sharing bersamanya :

Dan dari Sharing kami, saya rasa ada beberapa hal yang akan ia butuhkan selama belajar manajemen emosi ini. Dan berikut hal-hal yang saya berikan untuknya sebagai bekal dan kenang-kenangan persahabatan kami :

Saya akan selalu ada untuknya, bahkan do'a saya akan selalu berada untuk dia dan keluarganya. Oya, video yang saya berikan untuk nya bisa dilihat di link berikut :


Semoga apa yang saya ikhtiar kan bisa banyak membantunya untuk bisa menjadi kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang indah, sebagaimana lagu di video itu. 

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...