Keseruan pekan terakhir di kelas ulat ini memang luar biasa, tak terbayang sebelumnya bahwa setiap dari kami mencari jodohnya *ups. Maksud disini adalah mencari sahabat terbaiknya versi masing-masing.
Awalnya ketika kak septi menjelaskan secara sekilas bahwa tugas saya kali ini adalah mencari buddy, memang sudah terfikir bahawa saya akan 'melamar' seseorang yang memang saya anggap komunikasi kami cocok di pekan sebelumnya. Dia ini adalah salah salah seorang yang saya beri kado juga di pekan sebelumnya, dia adalah Tsamrotul Fikriyya. Pun ternyata dia yang melamar saya dulu, walau saya yang chat terlebih dahulu karena dia pun sudah berencana 'melamar' saya.
Panggilan akrabnya adalah Fikr, dia berasal dari IP Asia yang beberapa hari terakhir ini baru saja pindah domisili ke Indonesia. Saat ini dia dan keluarganya sudah di ponorogo, dan sedang sibuk beres-beres paska kedatangannya dari arab Saudi. Pantas saja balasan chat pun agaknya harus menunggu beberapa waktu karena sesuatu hal yang maklum adanya.
Kami sempat mengobrol panjang via chat WhatsApp perihal keluarga kami masing-masing, yang mana ia memilih keluarga utama di 'manajemen emosi' atau inside-out family dan keluarga kedua yang ia pilih adalah manajemen waktu walau sampai saat ini masih fokus di keluarga utama. Karena hal itulah ia merasa cocok dengan saya, pun saya demikian keluarga utama saya adalah 'manajemen waktu' atau keluarga uluwatu dan makanan kedua saya adalah manajemen emosi.
Fikr merasa bahagia dengan keberadaannya di keluarga manajemen emosi ini dengan subkelas 'innerchild', mengapa?? Karena beberapa waktu ini, semenjak kehadiran anak kedua ia merasa emosinya suka menjadi mood swing terutama kepada anak pertamanya. Setelah diteliti dari hasil diskusi di keluarganya bersama narasumber salah satu psikologi, bahwa dirinya belum berdamai dengan innerchild. Dia memiliki riwayat bahwa dirinya adalah anak tunggal, ya karna hal ini emosinya belum terlatih untuk berbagi. Maka seringkali sang kakak menjadi objek pelampiasan emosinya walau hanya sekedar nada tinggi dan hal yang menurutnya sepele, namun ternyata bermakna bagi pengenalan emosi anak.
Dari sinilah kami berbagi mind map, berbagi cerita dan berusaha memberi solusi dengan adanya sumber yang kuat dan relevan. Berikut beberapa hal yang saya rangkum dalam Sharing bersamanya :
Dan dari Sharing kami, saya rasa ada beberapa hal yang akan ia butuhkan selama belajar manajemen emosi ini. Dan berikut hal-hal yang saya berikan untuknya sebagai bekal dan kenang-kenangan persahabatan kami :
Saya akan selalu ada untuknya, bahkan do'a saya akan selalu berada untuk dia dan keluarganya. Oya, video yang saya berikan untuk nya bisa dilihat di link berikut :
Semoga apa yang saya ikhtiar kan bisa banyak membantunya untuk bisa menjadi kepompong hingga menjadi kupu-kupu yang indah, sebagaimana lagu di video itu.