Alhamdulillahi-ladzi tatimmush-shoolihaaat..
Tak henti-hentinya saya berucap syukur atas nikmat Allah kepada saya pribadi khususnya dan kepada keluarga saya umumnya. Kalau mendengar kata Ibu Profesional, saya langsung ingin melihat secara seksama wajah anak saya yang kini baru berusia 3 minggu. Penantian 2 tahun pasca keguguran akan keturunan membuat saya penuh syukur, karna slama itu pula saya banyak belajar mempersiapkan kehadirannya. Salah satunya yakni dipertemukannya saya dengan komunitas ibu profesional, awal mula kelas bunda sayang itu pula menjadi awal kehamilan saya hingga akhirnya saya bisa melihat wajah malaikat kecil yang kami tunggu ditengah keluarga.
Ibu profesional serta perangkatnya menjadi saksi hidup saya akan penantian - proses - hingga perjalanan saya menjadi ibu kini, maka bagi saya Ibu Profesional menjadi wadah yang bermakna.
Awal menjadi ibu baru, membuat saya banyak belajar secara fisik, waktu, mental dan juga pemikiran maka tak jarang saya sama sekali tidak sempat memegang hp diawal pembelajaran sebagai ibu baru. Melihat chat Whatsapp sudah ribuan, awal yang menjadi perhatian saya adalah grup kelas Bunda sayang yang kini sudah dipegang oleh Fasil baru di cawu 3.
Memasuki pembahasan level 9 'Be Creative' yang dikemas dengan diskusi interaktif membuat saya menohok sekejap, betapa belum maksimalnya saya mengeluarkan kreativitas saya selama ini.
Tuntutan untuk menjadi kreatif tak hanya pada peran sebagai ibu, namun atas semua peran. Dulu ketika saya masih menjabat sebagai guru di gontor, saya pribadi selalu berusaha mengadakan inovasi baru untuk penyampaian materi bagi para siswi. Baik berupa games di akhir materi atau nonton film atau video sebagai bahan evaluasi, dan kini posisinya lebih berat karna saya harus bisa kreatif untuk menstimulus munculnya kreativitas anak secara maksimal.
Sungguh seorang anak itu sudah kreatif namun bagaimana kita menstimulus agar kreativitas itu muncul secara maksimal.
Pernah suatu ketika saya sebagai wali kelas kelas 11 yang mana anak didik saya berjumlah 37 orang dan mereka semua akan menghadapi ujian tengah semester, maka saya memutar otak bagaimana bisa memotivasi mereka setiap saat. Saya pun berinisiatif membeli pena sesuai jumlah mereka dan pena tersebut saya beli kertas berisikan tulisan motivasi yg disesuaikan dengan karakter mereka.
Beberapa saat setelah ujian selesai anak-anak berbondong-bondong datang menghampiri saya dan mengucapkan terima kasih aras wujud motivasi via pena yang mereka gunakan setiap ujian, karna sunggu motivasi itu berpengaruh bagi mereka. Yang pada akhirnya ketika saya sakit dan harus berbaring di balai kesehatan, mereka berkumpul dan menengok saya dengan membawa parcel berisikan buah-buahan disertai banyak surat dari setiap anak yang isinya motivasi agar saya sabar dan tetap bersyukur bahagia. Maa syaa allah walhamdulillah..
Maka benar, bahwa setiap anak itu keratif dan ke-kreatif-an nya itu akan berkembang terus menerus dengan adanya stimulus dari kita, lingkungan dan juga pengalaman.
Kini, saya telah Allah amanahkan peran sebagai ibu alhamdulillah. Dan saya tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa terus menstimulus kreativitas anak saya agar kelak ia bisa menjadi anak uang berinisiatif positif.
Resume diskusi :
KREATIVITAS, kata yang sering terucap namun kadang berbeda pendapat atasnya.
Apa itu Kreativitas ?
^ potensi
^ brilliant
^ peluang
^ out of the box
Proses Kreativitas :
1. Evolusi
Membangkitkan hal baru dari hal yang ada sebelumnya
2. Sintesis
Pencampuran beberapa hal menjadi hal yang baru
3. Revolusi
Mewujudkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya
Ubah sudut pandang kita, DON'T ASSUME !!!
Jangan terburu-buru membuat pernyataan, namun sampaikanlah pertanyaan sehingga anak dapat menjawabnya dengan keadaan yang sesuai (klarifikasi)