Kamis, 14 Desember 2017

Aliran rasa Matematika disekitarku Bunda Sayang level6

Untuk tantanfan kali ini benar2 belum bisa maksimal layaknya tantangan sebelumnya, karna bertepatan dengan akhir tahun dan kemarin beberapa lapora  kejar tayang bantu suami.

Sebenarnya itu bukan masalah, namun kesalah letaknya di diri saya yang belum bisa memenej waktu dengan baik kemarin2 ini. Tapi qodarullah materinya sangat mengena dan merefresh diri bahwa kehidupan kita ga kan pernah terlepas dari matematika dan logika yang secara kasat mata bersifat abstrak, tapi semuanya dirasa secara sadar.

Sama halnya dengan keadaan suami yang sedang padat juga di akhir tahun ini, maka kesempatan bliau off di bandung hanya 3-4 hari di rumah lanjut ke lokasi lagi. Maka dengan kesempatan yang singkat ini pula saya memaksimalkan waktu bersama beliau dan hampir setiap hari off gadget.

Tapi segalanya hanya perlu disyukuri lagi dan lagi.. karna kebahagiaan ini takkan bisa terhitungkan oleh waktu apalagi bilangan..

#aliranrasa
#matharoundus
#ilovemath

Sabtu, 02 Desember 2017

Matematika di sekitarku Bunda Sayang level 6 hari#10

Undangan pernikahan itu jadi sesuatu yang wajib dihadiri jika sempat atau bahkan harus disempat-sempatkan, hari ini ada undangan pernikahan outdoor di Clove Garden Hotel Lembang. Dari segi jarak memang jauh, belum lagi acara diadakan jam 18.30-21.00 WIB namun yang mengundang adalah teman baik bapa. Jadilah  ibu dan bapa menyempatkan datang kesana, transportasi jadi prioritas tuk kondisi cuaca yang ga bisa dipastikan sekarang-sekarang ini.

Transportasi online bisa jadi alternatif pilihan keluarga saya untuk hal yang emergency seperti ini, karna jarak rumah dan tujuan kisaran 40-50 menit dan mepet waktu maghrib jadilah rencana pergi jam 5 sore. Saya sendiri lebih memilih di rumah dan menjaga kehamilan (karena saya merasa cepat berkeringat dan jika kena angin maka 'masuk angin' pun sudah jadi hal yang wajar, maka saya ga mau ambil resiko).

Akhirnya diskusi beberapa saat bersama adik yang akan ikut ibu dan bapa untuk transportasi online, kita liat dari segi pelayanan dan juga biaya pastinya. Dari G*a* harganya 50rb, G*j*k harga 49rb..

Akhirnya kekurangan kelebihannya kita diskusikan dan jadi lah ambil yang G*a* karna sudah biasa memakai pelayanan ini. Menghitung estimaai waktu, biaya dan kenyamanan itu penting pastinya..

#tantangan10hari
#day10
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#matharoundus

Jumat, 01 Desember 2017

Matematika di sekitarku Bunda sayang level 6 hari#9

Mendengar kabar adanya anak yang hafal ribuan hadist dan hafal 30 juz Al-Quran, menjadi motivasi tersendiri untuk mendorong diri agar bisa mempelajari bahkan menguasai keduanya. Jadilah hari ini nonton video kedua anak ini (ahmad dan kamil), keduanya anak yatim dan bisa menghafal 30 juz AlQuran hanya dalah waktu tidak lebih dari 9 bln.

Setelah selesai melihat beberapa video yang tersambung ke radio yang ada di rumah dengan maksud ada orang seisi rumah bisa mendengarkan video ini dan mengambil hikmahnya, saya pun langsung menuju koleksi buku keluarga dan mencari buku hadist dan saya mempelajari bulugul maram. Saya niatkan membaca agar bisa mengamalkan sunnah Rasul dengan diawali menghafalnya.

Saya lihat jam dan prediksikan satu hadist bisa hafal dalam durasi 5 menit, alhamdulillah hadist tentang bab 'thaharah' no.1-4 bisa saya hafal dalam 5 menit namun selanjutnya belum bisa konsen. Akhirnya saya niatkan membaca keseluruhannya terdahulu ribuan hadist ini, saya baca terus dan coba pahami maknanya ditemani janin yang di perut (ini salah sstu afirmasi positif bahwa saya sedang mendidiknya mengenal sunnah Rasul).

Namun yang terjadi dalam 1 jam saya baru bisa menghafal 7 hadist dan membaca 45 hadist. Alhamdulillah, masih harus belajar dan latihan lagi.

#tantangan10hari
#level6
#ilovemath
#matharoundus

Matematika di sekitarku Bunda Sayang level 6 hari#8

Berkunjung di rumah mamah sambil bantu beres2, kebiasaan mamah untuk mengganti suasana rumah adalah hal yang biasa. Bahkan dahulu setiap akan ada kelahiran bayi baru mamah selalu mencocokkan dengan jenis kelaminnya, jika perempuan maka suasana rumah menjadi girly dan sebaliknya jika laki-laki suasana tumah menjadi gentle. Tak hanya sekedar cat rumah yang ganti namun juga posisi setiap barangnya, jika ada rezeki verlebih tak ayal barang baru pun bisa selalu ada.

Dan tak hanya menyambut kelahiran adik baru, setiap menyambut idul fitri pun diusahakan ada sesuatu yang baru entah suasana ruangan baru atau bajua baru hehe..

Kali ini, karna mamah punya koleksi tupperware baru jadilah makanan yang disajikan di meja tamu pun berganti tempat. Tak hanya berbeda warna namun juga berbeda bentuk dan ukuran. Kemarin oleh-oleh yang mamah bawa dari umroh berupa makanan yang bisa kuat dimasukkan ke toples, awal minggu di bulan kepulangan mamah yakni bulan november isi toples masih penuh. Dan kini isi toples hanya tinggal 1/2 bahkan ada yang 1/4, maka kesesuaian ukuran toples disesuaikan dengan tupperware yang berwarna-warni dan berbeda ukuran.

Menurut saya ini salah satu pembelajaran yang bisa saya ambil, bahwa peralatan rumah tangga itu sebisa mungkin dilengkapi dari berbagai warna ke berbagai bentuk hingga berbagai ukuran. Siap menabung dan pengajuan anggaran lagi kalo gitu. ^_^

#tantangan10hari
#level6
#ilovemath
#matharoundus

Rabu, 29 November 2017

Matematika di sekitarku Bunda Sayang Level 6 hari#7

Hari ini jadwal suami pergi, beliau hanya menyampaikan bahwasanya kita akan keluar pagi sekali. Maka bada shubuh saya pun bergegas memasak dan menyiapkan sarapan, namun ternyata rencana beliau jam 7 kita sudah pergi dari rumah untuk mengejar waktu namun jam 7 saya baru beres sarapan.

Oke akhirnya kita ambil waktu sejenak tuk sekedar saling tatap dan diskusi 'tenang ya' sambil senyum2 tuk meredakan suasana. Durasi makan dan persiapan pun akhirnya diburu dan terkesan tergesa-gesa, maka jadilah beberapa planning saya pun belum bisa terlaksana. Dan kami pun belajar lagi, saya yang kurang detail menanyakan waktu beliau yang kurang detail menjelaskan planning.

Jadilah hari ini kita belajar lagi, waktu itu bagaikan pedang karna barang siap yang tidak bisa memenej nya dengan baik maka tusukan nya akam membuat kita sadar akan pemtingnya waktu.

Akhirnya kata maaf dari satu sama lain kita pun terucap, suasana kembali cair dan tawa pun hadir.

#tantangan10hari
#kelas bunsayiip
#day7
#ilovemath
#matharoundus

Matematika disekitarku Bunda Sayang level 6 hari#6

Acara padat merayap, jadwal suami harus ke lokasi lagi dalam waktu dekat jadilah kemarin waktunya kontrol kandungan plus antar suami Medical Check Up (MCU).

Saya sudah tau sebelumnya bahwa mengantar suami MCU memang butuh waktu yang panjang, jadilah saya membawa banyak perbekalan untuk ngemil. Ternyata apa yang saya kira kurang sesuai, kondisi ibu hamil memang lah berbeda dengan wanita pada umumnya. Berjam-jam saya duduk membuat pinggang dan punggung saya kurang nyaman, maka perdurasi 1 jam saya jalan-jalan sekitar ruangan MCU.

Membaca buku jd aktivitas saya selama menanti jadwal obgyn saya, jadilah selama waktu itu saya isi dengan membaca buku, ngemil, jalan-jalan. Perjalanan yang lumayan melelahkan tanpa persiapan dan perhitungan membuat saya belajar.

Namun waktu bersama suami adalah waktu yang berharga bagi saya.

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#matharoundus

Senin, 27 November 2017

Matematika di sekitarku Bunda Sayang level 6 hari#5

Kedatangan suami jadi ajang tuk melakukan target yang belum terlaksana, yakni perfotoan wisuda keluarga. Sebenarnya ini rencana bulan kemarin yang terkendala karna perbedaan jadwal kegiatan  adik ipar dan suami.

Rencana malam ini perfotoan di Jonas Photo mulai direncanakan mama mertua, bada isya semua berkumpul dahulu di rumah mama dan berangkat bersama.

Maka saya dan suami pun bersiap meninggalkan rumah dengan keadaan rapi dan sudah selesai semua kewajibannya. Alhamdulillah gas habis, jadilah kita tertunda masak. Maka saya dan suami pun mencari tempat yang tersedia gas 3kg, dan ternyata di beberapa tempat sudah habis.

Kami pun berdiskusi untuk mencoba tukar tambah dengan gas yang 5 kg, itu artinya harga tabung gas 3kg ini bisa mengurangi pembelian harga gas 5kg. Setelah kami cari info ternyata gas 5kg beserta tabungnya berkisar 350rb, dan gas 3kg berkisar 80rb jika disesuaikan dengan perhitungan maka kami bisa membayar sisanya 270rb.

Kami pun pergi ke tempat sebelumnya dan ternyata tukar tambah tidak bisa dilakukan, jadilah kami direkomendasikan tempat lain yang katanya menyediakan gas 3kg. Alhamdulillah kami dapat, karna usaha dan ikhtiar itu perlu sisanya tawakkal..

Bismillah

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#matharoundus

Minggu, 26 November 2017

Matematika di sekitarku Bunda sayang level 6 hari#4

Menanti suami ituuuu maa syaa allah..

Alhamdulillah dapet kabar suami akan pulang hari ini dari palembang, setelah 21 hari di lokasi dan kini waktunya untuk bertemu keluarga. Walau ga bisa dipungkiri beliau juga selalu terhubung dengan pekerjaannya walau sudah sampai rumah, dan saya sebagai istri pun harua bisa memakluminya.

Saya dapat kabar jam 2 siang, maka tak ayal saya pun segera menghitung lama perjalanan dari bandara palembang menuju jakarta hingga bisa sampai bandung. Bandara palembang-jakarta 1 jam 10 mnit, maka jika take off jam 15.15 maka akan sampai jakarta sekitar jam 16.10 WIB.

Belum lagi saya hitung lama perjalanan jakarta bandung yang jika hari minggu otomatis akan jadi perjalanan yang panjang sekitar 5-7jam maka estimasi saya beliau sampai rumah kisaran pukul 10-11  malam.

Namun alhamdulillah baru saja suami sampai, dan perhitungan manusia memang lah tidak pernah bisa tepat apalagi perihal waktu. Namun yang patut saya syukuri adalah suami sudah sampai di rumah sekarang.

#tantangan10hari
#kelasbundasayang
#ilovemath
#matharoundus

Sabtu, 25 November 2017

Matematika di sekitarku Bunda Sayang level 6 hari#3

Orang tua pulang umroh alhamdulillah, tak terelakkan juga ini jadi ajang berkumpulnya keluarga. Alhamdulillah Allah kasih rezeki untuk mamah dan apa untuk berbagi oleh2 sekedarnya, dari mulai makanan berupa kurma coklat kacang arab dan lainnya, berupa barang berupa kerudung, pacar kuku, celak, gelang, parfume dan lainnya.

Hari ini bibi yang di jati handap bandung ( walau sesama bandung namun memang jaraknya sangat jauh) baru bisa ke rumah mamah dan bersilaturahmi serta tak lupa oleh2 nya. Yang paling mamah inget sebelum pergi umroh dulu adalah kata2 nya lala (anak bibi jati handap, yang baru berumur 5 tahun), lala menyampaikan pengen pacar kuku karna ia suka memakainya disemua kuku tangan dan kaki nya.

Hari ini lala ketemu saya, dan tak lupa saya ingatkan 'jangan lupa pakai pacar kukunya, ini teteh juga pake' (sambil saya menunjukkan jari tangan yang sudah memakai pacar).

Saya pun mulai mengajaknya berhitung jumlah jari tangan dan kaki, 1, 2, 3, 4.. dan jumlah seluruhnya ada 20 (karna kaki dan tangan ingin ia gunakan pacar).

Oke berhitung mulai..

#tantangan10hari
#level6
#ilovemath
#matharoundus

Jumat, 24 November 2017

Matematika disekitarku Bunda Sayang Level 6 hari#2

Selama hamil ini alhamdulillah bisa menjadwalkan keseharian, kecuali kalau ada acara dadakan maka semuanya disesuaikan dengan kondisi.

Di 5 bulan usia kehamilan kemarin saya naik 4 kg, padahal biasanya setiap bulan saya naik 2 kg. Ternyata setelah saya dan suami coba cek pola makan ada yang salah di bulan ini, setelah makan saya segera minum susu jadilah penyerapan tidak ke janin selama satu bulan ini tapi ke ibu nya. Sebenarnya saya pribadi pun merasa adanya perubahan yang cukup banyak pada tubuh saya yang merasa berat hehe..

Suami pun menyarankan mengubah pola makan, jadi semua jarak setelah makan utama ke minum susu minimal 1 jam. Dan khusus minum vitamin setelah makan utama minimal setengah jam, dan jarak antar vitamin minimal 15 menit.

Dengan semua hal ini pun, membuat saya tidak pernah melewati pandangan mata pada jam dinding atau jam tangan (walau berada dalam rumah). Alhamdulillah sekarang saya merasa badan tetap ringan dan nyaman, kehamilan sehat berkembang barokah in syaa allah. Sungguh karna segala sesuatu butuh perhitungan.

Semangat..

#tantangan10hari
#gamelevel6
#ilovemath
#matharoundus

Kamis, 23 November 2017

Matematika di sekitarku Bunda Sayang Level 6 hari#1

Sudah masuk ke tantangan game level 6 yang kali ini tentang matematika di sekitarku. saya adalah seseorang yang sudah suka matematika sedari kecil, mungkin karna orang tua pula lah yang sudah mendidik kami anak-anaknya untul memiliki kecerdasan matematika logis sedari kecil tak terelakkan juga materi matematika setiap hari selalu diulang khususnya penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Sahabat saya satu-satunya setelah menikah ini adalah suami, walau kami terpisah jarak karna beliau kerja di luar kota namun komunikasi kami alhamdulillah tetap terjaga setiap harinya.

Terkhusus saat saya sedang mengajar les, ada saat dimana saya kesulitan untuk mengerjakan soal matematika anak didik kelas 3 SMP maka saya pun menanyakan pada suami perihal soal tersebut. Maa syaa allah walhamdulillah saat dimana saya kesulitan dan butuh bantuan suami selalu balas dengan cepat tanpa terkendala signal, padahal biasanya signal diaana aga sulit.

Cara demi cara penyelesaian saya dapatkan dr suami alhamdulillah, ini mungkin terlihat remeh namun sangat berarti bagi saya khusunya. Belum lagi setiap saya menemukan soal matematika yang menguras pikiran, janin di dalam perut selalu gerak aktif dan saya pun menceritakan hal ini pada suami.

Dan suami berpendapat bahwa bayi kami mungkin selaras dengan kami yang suka matematika in syaa allah. Dengan kejadian ini, saya selalu bersyukur bahwa matematika menjadi salah satu jalan bertambahnya benih2 cinta dengan berkomunikasi produktif antara saya, suami dan bayi kita. Alhamdulillah..

#tantangan10hari
#gamelevel6
#kelasbunsayiip
#ilovemath
#matharoundus

Selasa, 14 November 2017

Aliran rasa Bunda Sayang Level 5

Bahagia, bersyukur dan happy aahh pokonya smua hal slama ikut serta dalam keanggotaan IIP ini membuat saya selalu bersyukur dan disamping itu selama saya berada di kelas bunda sayang ini selama itu juga usia kandungan saya. Jadi saya merasa IIP menemani hari2 kehamilan saya, kehamilan yang sudah saya tunggu 2 tahun lamanya.

Dengan hal itu, saya jadi merasa Allah bimbing untuk bisa menjadi ibu profesional atau bahkan wanita profesional pada perannya. Dimasa kehamilan ini saya seolah terbimbing juga untuk mempersiapkan kehadiran buah hati.

Di tantangan game level 5 ini pas untuk melatih stimulus janin yang ada dalam kandungan saya. Membaca tak hanya via visual dan buku saja, saya pun coba mengajak bayi untuk membaca keadaan sekitar.

Begitu takjubnya saya dengan salah satu kekuasaan Allah yakni bahwa janin bisa kita stimulus sedari dalam kandungan, walau hanya sekedar gerakan atau tendangannya saja itu sudah membuat saya yakin bahwa janin itu bisa mendengar dan merespon.

Jazakillah IIP..

#aliranrasa
#gamelevel5

Jumat, 10 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#17

Membaca kondisi sekarang, kondisi yang menghantarkan saya untuk terus bersyukur pada Allah. Adanya janin yang terus tumbuh dalam perut membuat saya selalu tersenyum simpul dan bersyukur.

Saya dan suami menunggu anugerah ini selama 2 tahun pas setelah kehamilan pertama yang belum Allah kehendaki tuk terus tumbuh di usia kandungan 3 bulan, tapi kembali lagi Allah memudahkan saya dan suami untuk bisa membaca hikmah yang berada dibalik kejadian tersebut.

2 tahun mungkin bukan waktu yang lama atau bahkan bukan juga waktu yang singkat, karna Allah sudah menyesuaikan porsinya. Porsi dimana saya suami dan keluarga siap menerima titipannya dengan berbagai fasilitas yang ada dan kemampuan finansial yang Allah cukup dan lebih kan alhamdulillah.

Semuanya wajib disyukuri, kini jani yang berada dalam kandungan saya berusia 26w itu artinya masuk kandungan 7 bulan dan hanya menunggu beberapa bulan saja untuk bertemu dengannya. Semua ini kehendak Allah, ya dan In syaa Allah diridhoiNya juga.

Saya pribadi akan banyak belajar dengan adanya amanah ini, bukan hanya anak yang membutuhkan orang tua namun kita sebagai orang tua pun membutuhkan anak untuk bisa terus belajar belajar dan belajar lagi..

Alhamdulillah

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day17

Family Reading Time Bunda Sayang level 5 hari#16

Membaca tak hanya sekedar lewat buku, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Alaq :

اقرأ.. باسم ربك الذي خلق.. خلق الإنسان من علق

Karna sungguh membaca keadaan sekitar merupakan hal penting pula, tak sekedar lingkungan bahkan membaca kekuasaan Allah dengan bukti ciptaanNya adalah benar adanya.

Sekarang-sekarang ini saya benar-benar memaknai kalimat : tenang saja, Allah yang memiliki segalanya.
Bagaimana tidak, hal ini dibuktikan dengan keadaan mamah dan papah saya yang sekarang sedang umroh ditemani ade saya. Awal tahun 2017 beliau hanya mengungkapkan perasaannya bahwa ingin rasanya beliau kembali ke tanah haram untuk kedua kalinya dengan pelaksanaan ibadah yang berbeda.

Dahulu 2005 bliau berdua dipanggil Allah untuk melaksanakan haji, dan kini bliau dipanggil Allah kedua kalinya untuk menjadi tamu di haramain dalam pelaksanaan umroh.

Tak hanya perihal tata cara ibadah nya yang saya baca, namun perjalanan menuju umroh nya lah yang menjadi fokus saya. Begitu indah skenario Allah dalam perjalanan orang tua pergi umroh.

Sama halnya skenario perjalanan saya menuju mahligai rumah tangga, begitu indahnya Allah bimbing saya dan suami untuk dipersatukan dalam mitsaqon ghalidza..

Barakallahu fiinaa..

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day16

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 day#15

Membaca adalah hasil dari kebiasaan yang diawali perjuangan dan pastinya dengan adanya fasilitas. Hari ini saya berkesempatan tuk silaturahmi ke rumah paman yang baru saja memiliki anak kedua usia 1 bulan. Anak pertamanya bernama najwa baru saja 4 tahun, dan saya perhatikan membaca belum menjadi kebiasaannya.

Maka saya coba untuk mengajaknya membaca walau sebelumnya saya aja dia bermain lego dulu agar sounding ke dirinya tak terlihat memaksa. Namun benar adanya seorang anak haruslah disentuh hatinya terlebih dahulu dengan mengajaknya berbicara dari hati ke hati.

Kami hanya sempat membaca buku panduan lego, namun dengannya ia jadi mengenal apa itu buku dan berniat tidak akan menyobekkannya.

Sederhana sepertinya, namun pada kenyataannya mendidik anak tidak lah instan yang hanya bisa beberapa waktu saja. Maka saya pun berbicara padanya tuk mengajaknya membaca suatu sat nanti.

Kembali pada buku yang saya pegang, kini buku pintar ASI dan menyusui telah saya tamatkan san diskusi bersama suami menjadi amanah tersendiri bagi saya.

Bismillah

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day15

Kamis, 09 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#14

Dengan membaca saya jadi ga merasa kesepian, seolah ada teman yang selalu memberi motivasi bahkan selalu menunjukkan pada suatu hal yang belum saya tau. Saya merasa dia tidak pernah berperang pendapat apalagi mengkritik saya, maka tak heran ada pepatah arab mengatakan :

خير الصديق في الزمان كتاب
Sebaik-baik teman duduk disetiap waktu adalah 'buku'.

Bukan dari kecil saya suka membaca, namun orang tua yang selalu menstimulus untuk senang membaca.

Sudah banyak buku yang saya baca dan tak ada satu buku pun yang menyesatkan, namun penulisnya lah yang harus kita seleksi karna buku adalah hasil tulisan pemikiran sang penulis maka tak segan saya dan suami pun memilih buki dengan melihat pengarangnya.

Buku pintar ASI & menyusui sudah beres saya baca, kisah nabi baru sampai nabi Musa AS..

Baca Quran sudah masuk juz 3, bismillah smangat membaca..

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day14

Selasa, 07 November 2017

Familu Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#13

Ditemenin nenek di rumaj bener-bener jadi ajang banyak belajar dan ambil hikmah dan pelajaran masa lalu, yang saya ambil malah banyak banget. Yang ternyata pendidikan orang tua zaman dulu itu memang kental dengan alamnya, belajar banyak dari olahan sayuran asli.

Makanya ga heran kalo ternyata pada sehat hingga saat ini, dati segi makanan akativitas bahkan sampe ibadahnya.

Jadilah baca quran smakin semangat dan memohon pada Allah biar selalu dibimbingNya.

Membaca mungkin suatu hal yang jarang dilakukan, tapi buktinya penglihatan nenek masih bagus dan bisa dibuktikan dengan memasukan benang ke jarum tanpa pake kacamata. Nasehat nenek pun jangan lupa bersyukur pada Allah.

Semangat membaca keadaan, hikmah dan membaca buku pastinya..

Bismillah

#tantangan10hari
#gamelevel5
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#day13

Senin, 06 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#12

Hari kedua orang tua umroh, suami juga dines di Palembang. Jadilah nenek nemenin di rumah, banyak belajar dari beliau yang selalu pasrah pada Allah. Seharian full banyak banget ngambil hikmah dari beliau, durasi membaca tetap terjadwal khususnya membaca alquran.

Untuk membaca buku kisah 25 Nabi, belum secara panjang lebar seperti sebelumnya. Namun komunikasi dengan kakak bayi dalam perut masih tetap terlatih dan terjadwal. Kini sudah memasuki kisah Nabi Yusuf As, dan membaca Alquran pun sudah saya mulai dan sekarang di juz 2.

Komunikasi dengan suami alhamdulillah bisa setiap hari walau belum bisa berdiskusi panjang, namun minimal kita saling tahu keadaan dam kondisi masing-masing.

Saya paling suka membaca kisah nabi Yusuf dalam Alquran, karna kisahnya yang maa syaa allah mengandung hikmah yang besar baik untuk rumah tangga, parenting, mendidik anak dll.

Suami bagaimana pun adalah pusat keputusan keluarga, jika diumpamakan dalam sekolah maka suami adalah kepala sekolahnya, ibu gurunya dan anak adalah muridnya..

Maa syaa allah.

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day12

Minggu, 05 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#11

Janin semakin bisa diajak kompromi alhamdulillah, semangat baca Quran dan semangat hafalan juga. Berbicara mengenai AlQuran  sebagai sumber ilmu memang tidak akan pernah habisnya.

AlQuran adalah pedoman hidup, dan penjabarannya akan didapat dari sunnah, ijma', ijtihad dan juga buku2 (untuk ilmu2 umum). Maka begitu romantisnya suami (menurut saya hehe..), karna beliau memilihkan teman setia saya yakni buku selama kita LDM dengan memfasilitasi beberapa buku agama dan pengetahuan lain khususnya parenting dan kehamilan.

Masih berkutat dengan kisah 25 Nabi yang kini masuk kepada kisah Nabi Yusuf, dalam AlQuran pun sudah dijelaskan melalui irman Allah yang kebenarannya pasti. Maka setiap saya membaca quran, memahami semampu saya adalah kewajiban agar bisa mengalirkannya pada janin.

Hari ini adalah jadwal orang tua pergi umroh, dan kami pun yang sedari tadi pagi mengantar baru bisa istirahat di siang hari. Jadi stimulus belajar membaca agak diundur dengan durasi waktu lebih pendek.

Bismillah..

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day10

Sabtu, 04 November 2017

Family Reading Time Level 5 hari#10

Persiapan orang tua umroh besok, keluarga pun berdatangan dan kumpul silaturahmi berdoa bareng. Suami jadwal dinas lagi ke Palembang, jadi ke rumah orang tua pun baru bisa setelah ngantar suami.

Kebiasaan membaca alhamdulillah setiap hari selalu bisa kami lakukan, terutama membaca AlQuran dan buku menjadi prioritas kedua setelah membaca AlQuran.

Kisah Ishaq Ya'qub sudah dikisahkan secara ringkas ketika nabi Ibrahim As, walau belum kisah lengkapnya.

Kami rasakan kebarokahan AlQuran membawa pada aplikasi akhlaq keseharian, belum lagi kami juga ngerasa bahwa dengan membaca dan menambah ilmu agama via kajian atau nonton ceramah membuat kami bisa banyak berdiskusi.

Bismillah.

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day10

Jumat, 03 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#9

3 hari kebelakang ini fokus tuk nemenin dan merawat suami yg baru sampai bandung dengan kondisi kurang fit, besok pun sudah jadwal beliau kerja lagi dines di palembang.

Qodarullah memang sampainya di Bandung adalah waktu untuk suami beristirahat dan bisa saya temani. Kegiatan diskusi selalu dilakukan setiap harinya di kamar sebelum tidur, kami sempatkan berbincang-bincang terlebih dahulu.

Janin tetap kami aja berkomunikasi terumata abiinya yang jarang ia dengar suaranya, membaca tetap kami lakukan walaupun dengan durasi pendek. Kecuali dalam membaca alquran yang selalu kami rutinkan, alhamdulillah saya sudah khatam.

Dengan dekatnya hubungan dengan alquran memamg kami rasakan adanya kebarokahan dalam kami bersikap dan lebih memaknai isi kandungannya.

Bismillah.

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#day9
#gamelevel5

Kamis, 02 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#8

Jadwal kontrol dokter kandungan, dengan kondisi suami yang kurang fit menjadi tantangan tersendiri.

Komunikaai dengan janin tetap terjaga, walau bukan dengan membaca buku namun ringkasan mengenai cerita nabi. Tilawah quran tetap lanjut dan sekarang sudah berada di juz 29 alhamdulillah.

Bismillah komunikasi dengan suami harus tetap terjaga dan pastinya diskusi dengan melihat situasi dan kondisi.

Bismillah

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day8

Rabu, 01 November 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#7

Alhamdulillah suami sudah datang, dan kini saatnya berdiskusi perlahan karna melihat kondisi beliau yang memang terlihat kurang fit butuh istirahat.

Beliau selalu mengingatkan untuk terus berkomunikasi dengan AlQuran, dan kini kami berdua berada di penghujung juz 28&29 alhamdulillah.

Perihal kisah 25 Nabi yang kini sedang membahas Nabi Luth as, namun tetap tak lupa untuk mengajak janin me-review dari kisah nabi Adam As.

Maka literasi kami pun bertambah dan menjadi rentetan kehidupan yang nyata, bahwa Allah yang berhak dalam segalanya. Maka ssya posisikan Allah dalam matahari, yang hanya dengan cahaya hidayah dariNya lah kita dapat menelusuri kehidupan ini sesuai dengan keharusannya layaknya kereta yang selalu berjalan dalam relnya.

Bismillah..

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchange first
#gamelevel5
#day7

Selasa, 31 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#6

AlQuran adalah sumber ilmu, sumber ketenangan, pedoman hidup dan masih banyak lagi peran yang dimilikinya. Maka dari itu orang tua saya pun selalu berpesan sedari saya kecil untuk terus bisa berkomunikasi dengan AlQuran (membaca, memahami, mantafsirkan hingga mengamalkannya).

Ketika kami kecil kewajiban membaca AlQuran mungkin belum disertai dengan memaknainya dalam kehidupan, namun dengan berjalannya waktu saya semakin memahami apa pesan orang tua saya dahulu benar2 memiliki 'value'. Dan saya khususkan selama hamil ini, saya membaca AlQuran dan mengkhatamkannya beberapa kali sebisa saya.

Alhamdulillah selama hamil ini saya baru bisa mengkhatamkan sebanyak 3 kali, walau sebenarnya target saya bisa hingga 9 kali (in syaa allah). Hari ini alhamdulillah sudah masuk ke juz 28, itu artinya semoga dalam beberapa hari ini bisa mengkhatamkan untuk ke-4 kalinya dan masih akan terus berusaha untuk memperbanyak bacaannya serta lebih memaknainya lagi. Tak lupa setiap saya akan membaca AlQuran, saya pun mengajak kakak bayi dalam perut.

Untuk kisah Nabi Ibrahim belum juga selesai, kisahnya yang seru dan banyak makna membuat saya mengulang hingga durasi stimulus membaca pun habis. Kita bisa lanjut sore ini in syaa allah.

Karna bagaimana pun, sesungguhnya kisah2 para Nabi sudah terrangkum dalam AlQuran dan setiap saya membaca ayat AlQuran mengenai kisah Nabi saya pun mencoba menstimulus janin bahwa ayat ini menerangkan tentang kisah nabi tertentu.

AlQuran adalah cahaya kehidupan yang tak mungkin terpisah dari kehidupan keseharian kita.

Bismillah.

#kelasbunsayiip
#tantangan10hari
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day6

Senin, 30 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#5

Alhamdulillah ga kerasa udah hari ke 5 dalam menstimulus kakak bayi membaca, kini sudah masuk ke kisah Nabi Ibrahim AS. Dalam membuat literasi belum tertata rapi karna baru buat sketsanya dan berwarna putih hitam.

Nabi Ibrahim AS adalah salah satu Nabi yang masuk dalam ulul azmi (Nabi yang Allah khususkan gelarnya karna kesabarannya yang luar biasa disetiap ujian dari Allah SWT). Nabi Ibrahim juga disebut sebagai ayahnya para Nabi, karna dalam keturunannya banyak yang menjadi Nabi diantaranya Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub, Nabi Yusuf.

Untuk kisah Nabi Ibrahim belun saya selesaikan karna panjang perjalanan kisahnya dan durasi untuk menstimulusnya sudah habis (karna patokan saya hanya 10-15 menitan).

Suami sudah 3 minggu lebih dan dalam waktu dekat bisa pulang in syaa allah, saya pun secara pribadi sudah siapkan checklist untuk didiskusikan bersamanya mulai dari buki pintar ASI&menyusui hingga rencana kedepannya.

Semangat..

Melihat 'home of badges' yang sudah terisi 4 badges dan kini semangat pun harus mulai di refresh untuk tantangan dan ilmi selanjutnya..

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#gamelevel5
#day5
#forrhingstochangeimustchangefirst

Minggu, 29 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#4

Udah hari ke-4 menstimulus kakak bayi di dalam perut dalam membaca, alhamdulillah respon pun diberikan seolah udah ada keterkaitan antara saya-janin-waktu-membaca.

Teringat amanah adanya pohon literasi sebagai presentator kegiatan membaca, karna saya belum bisa bepergian jauh tuk beli peralatan 3D dan ada beberapa hal yang menjadi alasan. Saya berencana untuk membuat literasi dengan 2D via corel, walau sebenarnya saya belum ahli dalam per-corel-an namun adanya adik kandung yang sedang liburan saya meminta bantuan padanya untuk mengajari saya editing corel.

Target saya membacakan kisah 25 nabi dan juga memperkenalkan suara dan peran abii umiinya dengan literasi ini. Sebenarnya membaca buku 25 nabi sudah kesekian kalinya namun tak pernah bosan, dan kini tugas saya menyalurkan bakat membaca kepada janin ini bismillah..

Kisah nabi Sholeh AS menjadi checklist hari ini, Nabiyullah yang diutus kepada kaum Tsamud ini tetap tidak dipercaya oleh kaumnya. Kaum Tsamud adalah kaum yang senang bermegah-megahan dan lupa akan nikmat Allah. Mereka pun meminta bukti berupa mukjizat dari Nabi shaleh, dan Allah mengujinya dengan unta betina yang harus mereka jaga.

Unta betina ini adalah sarana menguji kesabaran dan keimanan kaum tsamud yang meminta bukti kenabian, namun dengan adanya unta ini kekafiran mereka semakin menjadi dan berencana membunuh unta betina itu. Dan azab Allah datang setelah pembunuhan itu dengan adanya petir yang membunuh mereka. Naudzubillah.

#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#day4
#ibuprofesional

Sabtu, 28 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#3

Seperti biasa di jam 09.30 saya mencoba untuk merutinkan mengajar janin membaca dilanjut saya juga menambah pengetahuan dari buku pintar ASI & menyusui. Karena di jam segitu saya sudah menyelesaikan amanah pagi dari mulai peregangan hingga minum vitamin dan susu hamil.

Hari ini lanjut kisah Nabi Hud AS, sebelum saya membacakan kisahnya tak lupa saya ajak janin membaca doa terlebih dahulu. Alhamdulillah pergerakan janin yang kini menginjak 24 minggu sudah mulai aktif dari semenjak pagi hingga minum susu, dan ternyata ketika saya membacakan kisah nabi Hud AS respon yang diberikan tidak seperti biasanya. Dia hanya sekali saja memberi respon, mungkin sudah mulai mengantuk hehe..

Nabi Hud AS, Allah utus kepada kamu Aad yang mana mereka menyembah berhala. Seruan nabi hud tidak diindahkan sama sekali sehingga Nabi Hud pun meminta kepada Allah untuk diturunkannya adzab bagi kamu Aad. Sebelum Allah turunkan azabnya, terlebih dahulu sudah ada tanda-tanda akan turunnya adzab tersebut yakni turunnya hujan tanpa henti selama 3 tahun.

Walau sudah ada tanda nyata akan azab Allah, namun kamu Aad tetap bersikeras pada kekafirannya. Dan Allah pun mengisyaratkan kepada Nabi hud dan orang beriman untuk menjauhi kaumnya yang akan Allah turunkan azab pada mereka. Dan azab bagi kaum Aad adalah angin kencang selama 7 malam 8 hari hingga hancur bergelimanganlah jasad kaum Aad diatas muka bumi.

Lagi-lagi ketaatan kepada Allah-lah yang akan menyelamatkan kita dari segalanya.

Allahumma yassir umuronaa..

#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day3

Jumat, 27 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#2

Masih berusaha bikin presentasi literasi sebisanya dari hasil baca buku. Dan sepertinya belum bisa berbentuk 3D, masih yang 2D aja sekoga berkenan hehe..

Lanjut ke proses membersamai janin membaca, hari ini lanjut ke kisah nabi Nuh AS hingga halaman . Maa syaa allah saya sendiri excited banget dengan adanya stimulus membaca ini, karna setiap saya mengajak janin membaca dan saya kisahkan alhamdulillah respon selalu diberikan janin dengan gerakannya seolah ia benar2 mendengarkan saya dan mengerti.

Nabi Nuh adalah rasul pertama yang mendapatkan wahyu kenabian bagi umatnya yang menyembah berhala. Nabi Nuh AS pun menemani umatnya dan selalu mengingatkan mereka selama 950 tahun, maka ini jadi salah satu alasan nabi Nuh termasuk salah satu nabi pilihan dengan gelar ulul azmi.

Dari kisah nabi Nuh inilah semua kehidupan mahluk hidup seolah ter-revolusi, karna smua mahluk hidup telah ditenggelamkan dengan air bah yang Allah hadirkan. Sungguh kisah para nabi ini menjadi pelajaran hidup bagi saya pribadi dan semoga bisa jadi pelajaran juga bagi anak keturunan kami.

Saya menemani kakak bayi dalam perut membaca dan skaligus mendongeng hanya kisaran 10-15 menit saja. Selanjutnya saya lanjutkan kegiatan membaca buku pintar ASI dan menyusui hingga halaman 169 dulu, karna tadi ada kewajiban lain hehe..

Alhamdulillah sore ini baru saja berdiskusi dengan suami via Whatsapp, karna suami sedang berada di Palembang dengan posisi dimana signal terkadang kurang mendukung. Dan bisa berkomunilasi dengan suami tercinta ituuu sungguh kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai bumil hehe..

Sekarang saya sendiri di rumah, jadi segala sesuatunya saya sesuaikan kemampuan saya dulu. Bismillah.

#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangefirst
#gamelevel5
#day2

Kamis, 26 Oktober 2017

Family Reading Time Bunda Sayang Level 5 hari#1

Alhamdulillah sudah masuk ke cawu 2 di kelas bunsay ini, tantangan kali ini merupakan tantangan yang sangat menarik menurut saya karna saya pribadi suka membaca. Kondisi saya yang LDM-an sama suami, membuat inisiatif suami memberikan saya asupan bergizi sekaligus teman setia untuk menemani hari-hari saya yakni buku.

Sedari dulu orang tua saya berusaha menjadikan kebiasaan 'membaca' bagi anak2nya, walau dengan usaha yang tidak mudah. Setiap minggu nya kami selalu diajak berdiskusi dan sesekali diajak berjalan-jalan ke gramedia dengan mengizinkan kami anak2nya untuk memilih buku sesuka kami minimal 3 buku, jadilah saya membeli novel dan adik2 saya komik hingga buku berwarna. 1 buku diberi kesempatan 1 minggu untuk membaca dan diakhir pekan kewajiban presentasi di depan keluarga, hal ini berlaku sedari saya kelas 4 SD.

Dari pengalaman tersebutlah muncul minat baca saya, dan saya pun mengakui akan kebermanfaatannya sekarang. Maka dari itulah saya sadari mengenalkan anal semenjak dini pada buku amatlah penting, saya dan suami pun memiliki visi dan misi yang sama agar kelak anak2 kami bisa menyelami dan menikmati buku.

Untuk tantangan kali ini 'Family Reading Time', karna saya sendiri dalam kondisi hamil yang belum bisa bereksekusi untuk membuat presentasi yang saya baca namun saya akan mencicilnya. Hal ini berteparan dengan kondisi saya sekarang yang sedang mendalami ilmu Kehamilan dan persiapan menyusui, dan buku yang sedang saya baca beberapa hari ini adalah 'buku Pintar ASI & menyusui' karangan F.B.Monika.

Untuk janin yang dalam kandungan saya, dari 2 hari yang lalu saya sudah coba menstimulus dengan mengajaknya membaca buku '25 Nabi' dan saya excited dengan keadaannya yang suka bergerak-gerka seolah merespon cerita saya. Untuk kebersamaan dengan suami, saya selalu mencoba diskusi walau dalam keadaan jarak memisahkan. Saya pun berdiskusi perihal stimulus membaca dan diskusi perihal buku yang saya baca, alhamdulillah suamipun selalu merespon dengan baik.

Cerita untuk janin sudah sampai di Nabi Nuh AS, jika dilihat dari halaman sudah berada di halaman 16. Dan untuk 'buku pintar ASI & menyusui' sudah di halaman 154.

#gamelevel5
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#forthingstochangeimustchangfirst

Selasa, 26 September 2017

Aliran Rasa Bunda Sayang level 4 Gaya belajar

Jujur, awal dapet tantangan ini sempet termenung karna objek anak yang belum ada membuat saya memutar otak menentukan objek.

Karna les yang saya  adakan hanya seminggu sekali pertemuan dengan setiap anaknya, maka kesemparan ssya bertemu dengannya oun hanya bisa untuk satu tantangan saja.

Jadilah tantangan kali ini didominasi untuk mengeksplor diri saya sendiri, menguak banyak kekurangan saya dalam memahami diri sendiri.

Jadi tersadarkan, saya harus berjuang untuk mengenal karakter serta gaya belajar anak saya nanti sedini mungkin agar kemudahan dalam menyerap ilmu ia dapatkan.

Belum lagi untuk membantu anak didik menemukan gaya belajarnya pun tak mudah, pertemuan sekali dua kali tidak bisa memastikan hasil dari pengamatan.

Sesungguhnya semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah dan semua kejadian adalah ilmu. Dan untuk mengenal diri kita sendiri banyak kesempatan yang dimiliki.

Terima kasih sudah memfasilitasi dengan adanya tantangan ini..

#aliranrasa
#gayabelajar
#kelasbunsayiip

Sabtu, 23 September 2017

Gaya Belajar Bunda Sayang level 4 hari#17

Belajar itu tiada batas usia apalagi waktu, namun terkadang kesemangatan yang naik turun membuat ilmu yg kita pelajari gampang masuk atau bahkan sulit dicerna.

Alhamdulillah target khatam quran hari ini terlaksana, niat terus tuk bisa mengkaji alquran lebih dalam. Badan yang semakin segar membuat pergerakan semakin nyaman alhamdulillah.

Banyak belajar dari apa yang saya lihat atas komunikasi orang tua yang maa syaa allah tetap terjaga hingga usianya kepala 5 ini. Sungguh sedari kecil saya belum pernah lihat adanya ketidaksepakatan antar keduanya, maka hal ini juga yang saya pelajari.

Kini beliau berdua sebagai penfajar quran belum lagi beliau lanjut kuliah untuk memperdalam bahasa arab, maka tak terelakkan juga kebarokahan quran saya rasa ada di tengah-tengah keluarga.

Dan saya berniat dan berazam agar kelak keturunan saya khususnya yang sedang dalam kandungan, Allah bimbing untuk kenjadi Ahli Quran. Karna sumber ilmu di dunia ini adalah quran.

Dari quran saya belajar ketenangan hati dan pikiran, dari Al Quran juga saya belajar bahasa santun dan lemah lembut.

Alhamdulillah..

#kelasbunsayiip
#hari17
#gayabelajar

Jumat, 22 September 2017

Gaya Belajar Bunda Sayang level 4 hari#16

Dari anak mamah yang 4, ade nomor dua yang prestasi akademiknya paling menonjol diantara kita. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa ia juga sudah menemukan gaya belajarnya. Padahal yang saya liat, rizal ini tipe anak yang ga kuat lama berdiam dan duduk untuk belajar namun apa yg ia lihat dan ia dengar nempel dalam ingatannya sungguh kuat.

Setiap saya tanya sedari kecil, apa rahasianya?? Dia hanya menjawab memperhatikan guru di sekolah.

Berbeda dengan saya walau prestasi menonjol alhamdulillah, namun masih dibawah dia. Gaya belajar saya visual audia juga, namun seolah ingatan tidak sekuat dirinya kalo prosentase menghafal atau belajarnya tidak lebih banyak.

Berbeda juga dengan adik kedua saya, yang seolah belum menemukan gaya belajarnya sendiri. Dia harus sambil bermain, walau ga semua masuk.

Dan berbeda juga dengan nomor 4, lebih kalem walau hasilnya biasa saja.

Ah semua anak punya gaya belajar dengan prosentase masing2 dalam macamnya. Dan yang terpenting berusaha untuk terus mengembangkan diri dan niat belajar karna Allah..

Semangat..

#hari16
#kelasbunsayiip
#gayabelajar

Gaya belajar Bunda Sayang level4 hari#15

Belajar bareng mama tuk beresin rumah besar-besaran, ini juga untuk skalian persiapan 4 bulanan minggu depan.

Mamah yang kalo bersih2 itu maksimalis banget, dan saya banyak belajar dari beliau cara penataan segala sesuatunya. Bahkan sampai keresek bekas yang disusun ulang untuk dipake aampai atau lainnya.

Kita mulai bersih2 jam 1 siang, dengan beresin gudang ( ini dibantu bibi juga, saya hanya disutuh lihat sesekali klo cape istirahat). Penyusunan barang, penataan sampai pembersihan kompor. Semuanya ga terlalu leterlak, tp menurut saya itu inspirasi.

Kita baru beres jam 5 sore, karna ini skalian perombakan rumah saya juga. Dibantu bapa dan paman yang khusus mengurus taman dan garasi serta perihal aliran air. Rumah yang baru saya isi ini memang belum terlalu banyak barang, alhamdulillah mempermudah keadaan juga.

Orang lain yang bergerak dan kita yang merekam dengan ingatan, sepertinya akan lebih kuat juga ingatan hikmah dan pembelajarannya.

Semangat..

#gayabelajar
#hari15
#kelasbunsayiip

Rabu, 20 September 2017

Mengenal me time by elma fitria

Elma Fitria Parenting: *Apa yang kita cari dari Me Time ?*

Yang paling kita cari dari Me Time adalah kita bisa lepas dari hal-hal yang membuat kita penat dan lelah. Kita keluar dari _draining situation_ (situasi yang menguras tenaga, perasaan, pikiran). Jika kita berhasil melakukan ini saja, ini sudah cukup membuat kita merasa nyaman. Kita akan merasa tenang dan senang. Namun ini adalah kondisi minimal, ini baru separuh dari fungsi Me Time, yaitu *fungsi Relaksasi*.

Sebenarnya Me Time tidak cukup sampai disini saja. Ada bagian kedua dari Me Time *fungsi Aktualisasi Diri*. Kata yang paling tepat untuk mewakili ini adalah kata *Flourish (Mekar Berkembang)*. Bayangkan Bunda melakukan Me Time yang membuat Bunda indah mekar berkembang.

Inilah Me Time yang seutuhnya. Me Time yang tidak sekedar kita bisa bebas dengan dunia kita sendiri, namun waktu dimana kita menemukan dan menjadi *Diri Kita yang Sesungguhnya, Diri Kita yang Terbaik, Diri Kita yang Bahagia* .

Kalau Me Timenya sesuai dengan ME (diri sendiri) maka pribadi kita akan jadi lebih baik setelah Me Time. Tapi jika Me Time yang kita pilih sebenarnya tidak sesuai dengan ME, maka kita bisa terjebak hanya melakukan _*Lazy Time*_. Kita hanya mengisinya dengan sesuatu yang semata pengalihan dari rasa cape dan jenuh saja. Jika seperti ini, kita tidak akan juga berkembang, dan lambat laun akan merasa hidup tidak produktif, tidak bahagia, tidak berharga, dll.

*Jadi untuk dapat Me Time yang berkualitas, kita perlu mengenali lebih dalam lagi siapa sebenarnya diri kita (ME) dan apa yang diri kita butuhkan setiap hari. Dengan ini, kita memiliki tujuan menjadikan Me Time kita sebagai momen yang meningkatkan kualitas hidup dan kualitas pribadi kita*
[9/18, 4:21 PM] Elma Fitria Parenting: *Mengenali ME*

Setiap manusia unik dan punya ciri khas masing-masing dalam kepribadiannya, begitu pun para ibu. Ada yang pandai bergaul, ada yang senang merenung, ada yang senang menata, dll.

Jika kita memahami diri kita dengan baik, maka kita tahu bagaimana cara kita untuk bisa *Tenang, Senang, dan Berkembang*. Kita akan mengetahui bagaimana *cara Relaksasi* yang paling tepat untuk kita, yang darinya kita bisa merasa *Tenang dan Senang*. Kita kemudian jadi tahu juga apa yang bisa menjadikan diri kita *Berkembang*.
Elma Fitria Parenting: Pertama, kenalilah apa yang sebenarnya membuat kita merasa Tenang.

*Tiap orang punya sumber ketenangan yang berbeda-beda*

Ada yang merasa tenang ketika mendapatkan suasana yang nyaman untuk berpikir. Ada yang merasa tenang ketika punya waktu untuk ngobrol berdua dengan suami, atau hanya berduaan saja tanpa harus ngobrol. Ada yang merasa tenang, ketika untuk sehari itu, rumah bisa betul betul rapi. Ada yang merasa tenang ketika semua berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan diinginkannya.

Jika Bunda adalah orang yang pemikir atau imajinatif, sangat mungkin ketenangan, terkait erat dengan kondisi pikiran. Jika Bunda adalah seorang yang peka dan perasa, maka ketenangan didapat hanya jika suasana dan interaksi dengan orang-orang terdekat benar benar dalam keadaan yang baik.
[9/20, 1:47 PM] ‪+62 856-9785-1000‬: 2⃣6⃣ Ziyana – BandungGrup : 1
Setelah saya kerjakan PR dr mba elma, ternyata saya lebih bisa mendapatkan ketenangan dengan bekerja indoor. Walau prosentasenya tidak begitu jauh dengan berfikir.
Kini saya sedang hamil 4 bulan, awal kehamilan saya kemarin di trisemester pertama qodarullah saya harus bedrest dan saya pun blm bisa banyak beraktivitas. Memang saya belum merasakan me time kemarin seperti apa, sekarang saya sudah merasa lebih segar dan ingin meluapkan nya ke me time saya (yg kini sudah lebih mengenal ME) apakah ini artinya saya memperbanyak aktivitas di dalam rumah?? Apakah itu berarti kita tidak usah menghiraukan prosentase di point yg lainnya??

Cemilan Rabu 3 September 2017

🍁Cemilan Rabu ke 3🍁
Materi ke 4, 20 September 2017

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

*Mendampingi Anak Untuk Mencapai Tujuan*

Ibarat pertandingan lari antara kelinci dan kura-kura, ada anak yang termasuk si "pelari cepat" ( fast starter)  dalam berprestasi. Anak ini sangat hebat di kelas,  cepat menangkap pelajaran.  Namun ada anak yang (slow starter)  berprestasi.  Anak ini biasa-biasa saja,  tidak peduli atau iri terhadap prestasi anak lain. 

Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak-anak ini belajar tanpa dihantui stres berkepanjangan supaya mampu mencapai "garis finish" kehidupannya dengan selamat dan sukses.

Ada orang yang dizaman sekolah biasa-biasa saja,  tetapi ternyata sukses sebagai dokter,  pengusaha. Sebaliknya ada lagi yang dianggap berprestasi di sekolah, ternyata "tenggelam" sebagai pecundang.  Oleh karena itu coba rileks dan biarkan anak berkembang sesuai jadwal yang ditentukan Sang Pencipta.

🔖 *Anak perlu bermain-main dan bersenang-senang*
Otak anak belum dapat dibebani oleh hal-hal berat.  Tak heran akibatnya jadi banyak anak mengalami stres. Berikan pembelajaran sesuai usia anak.

🔖 *Waspadai gairah belajar anak*
Waspadailah bila gairah belajar anak menurun,  sulit berkonsentrasi, sering sakit,  dan sebagainya,  ada kemungkinan ia mengalami depresi belajar.  Ini pertanda anda butuh pertolongan tenaga profesional. 

Agar kita sebagai orangtua bisa mendampingi belajar mereka :

♦Kenali gaya belajar anak
Gaya belajar seseorang ada tiga macam,  auditori,  visual, kinestetik.  Segera ketahui gaya belajar anak agar tidak salah dalam mengarahkannya

♦ Asahlah rasa ingin tahu anak
Semua anak secara alamiah mempunyai rasa ingin tahu.  Cara orang tua merespon pertanyaan-pertanyaan mereka akan menentukan,  apakah rasa ingin tahu ini akan berkembang atau mati. Untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak :
1. Beri banyak pengalaman kepada anak yang membuatnya mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi dunia.

2. Biarkan anak mencari atau mencoba sesuatu, "apakah anak ingin tahu apa yang terjadi jika tepung dicampur air? , berikan tepung kepadanya untuk mencoba dan menemukan jawabannya".

Tujuan sebenarnya sebagai orang tua adalah membantu membesarkan anak  menjadi dewasa yang *BAHAGIA* dan *PRODUKTIF*.
Memaksa anak menjadi sesuatu yang bukan mereka sebenarnya berarti merusak tujuan sebagai orangtua.

Salam Ibu Profesional.

Tim Fasil Bunda Sayang Batch 2

Sumber :
1. Buku " Mendampingi Anak Belajar" oleh Femi Olivia
2. Buku Membantu Anak punya Ingatan Super oleh Femi Olivia

Cemilan Rabu 2 September 2017

💮Cemilan Rabu ke 2, materi ke 4, 13 September 2017💮

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Keajaiban Gaya Belajar

Gaya belajar adalah cara manusia mulai berkonsentrasi, menyerap, memproses dan menampung informasi yang sulit. Hal yang perlu diingat adalah:

🍃 Kita semua punya gaya belajar yang sama uniknya dengan sidik jari.

🍃 Kita masing- masing menerima informasi, menyimpan pengetahuan dan mengambilnya kembali dengan cara yang berbeda- beda

Apabila orang dibiarkan belajar dengan gaya mereka sendiri dan menemukan lingkungan yang sesuai dengan kegiatan- kegiatan mereka maka tidak ada batasan untuk pencapaian manusia. Mereka biasanya menjadi sangat bergairah menyelesaikan tugas- tugas belajar dan menjadi benar- benar suka belajar seumur hidup. 

Hampir semua murid berprestasi rendah  adalah anak- anak yang gaya belajarnya tidak cocok dengan kebanyakan gaya mengajar di sekolah.

Banyak anak yang dikeluarkan dari sekolah itu menjadi tokoh termasyhur di dunia:

🏵 Winston Churchil mendapat nilai buruk dalam tugas- tugasnya di sekolah. Dia juga gagap kalau berbicara

🏵 Albert Einstein suka melamun dan gagal dalam pelajaran matematika di awal SMA.

🏵 Thomas Alva Edison dianggap gurunya "suka bingung" karena bertanya terlalu banyak.

🏵 Beethoven tidak bisa mengalikan dan membagi.

Semua orang- orang itu mempunyai persamaan yaitu mempunyai gaya belajar yang tidak cocok dengan gaya ketika mereka mendapat pengajaran. Untungnya masing- masing tampaknya punya dorongan untuk mencapai keberhasilannya sendiri atau dengan bantuan orang lain yang mengerti mereka.

Ada 4 indera yang paling mempengaruhi proses penyerapan informasi dan proses belajar yaitu : melihat, mendengar, menyentuh dan merasa.

Anak- anak untuk pertama kalinya mulai belajar dengan mengalaminya secara langsung secara kinestetik yang artinya butuh melibatkan seluruh tubuh/ indera. Modalitas kedua yang  berkembang adalah taktil, itulah sebabnya anak- anak kecil harus menyentuh semua yang menarik minatnya. Mereka belajar dengan cara menggarap dan berinteraksi dengan orang atau benda. Sekitar usia 8 tahun sebagian anak mulai mengembangkan preferensi visual yang kuat yang memungkinkan mereka menyerap informasi dengan cara mengamati dan melihat apa yang terjadi di sekitar. Melihat menjadi alat belajar yang sangat penting. Kira- kira usia 11 tahun banyak yang mulai lebih bersifat auditory artinya mereka mulai bisa belajar dengan baik terutama dengan mendengar. Akan tetapi mayoritas anak usia sekolah tetap bersifat kinestetik atau taktil selama bertahun- tahun di sekolah dasar.

Salam ibu profesional

Tim Buku Fasil Bunda Sayang bath 2

Sumber: Buku "The Power of Learning Style" oleh Barbara Prashing

Cemilan rabu 1 September 2017

🌟 *Cemilan Rabu* ke-1 🌟
        6 September 2017

🍀 *Semua Anak Itu Pintar!*🍀

_Apa yang membuat orang dikatakan "pintar"?_
_Apakah itu karena dia bisa belajar keterampilan baru dengan mudah atau bisa memunculkan ide-ide baru?_
_Apakah kecerdasan itu sesuatu yang sifatnya "warisan" atau sesuatu yang dapat kita kembangkan?_

🔍 *Mengamati Kecerdasan Anak dari Perilakunya Sehari-hari* 🔍
Kita bisa menemukan kecerdasan pada anak kita dengan mengamati karakteristik-karakteristik seperti berikut:

*1. Kemampuan Bahasa Lisan*
🖊 Kosakata yang canggih
🖊 Gaya bicaranya penuh warna
🖊 Kreatif jika disuruh mendongeng
🖊 Pintar melontarkan lelucon dan permainan kata-kata

Dengan mengamati karakteristik di atas kita bisa mencari kreativitas yang tidak biasa atau pengembangan bahasa yang lebih maju dalam percakapan anak kita sehari-hari.

*2. Kemampuan Pembelajaran*
🖊 Memiliki kemampuan mempelajari informasi baru dengan cepat
🖊 Memiliki pengetahuan yang luar biasa tentang berbagai topik
🖊 Memiliki kemampuan untuk menemukan hubungan di antara ide-ide yang beragam
🖊 Memiliki daya ingat (memori) yang baik

Selanjutnya kita bisa membuat catatan dari situasi di mana anak belajar dan memahami materi baru dengan lebih cepat daripada teman-temannya. Dalam hal ini, kita harus pandai-pandai menemukan analogi dan interkoneksi kreatif yang ditampilkan anak.

*3. Kemampuan Pemecahan Masalah*
🖊 Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang menantang
🖊 Fleksibel dalam menerapkan strategi yang telah dia pelajari sebelumnya dalam memecahkan masalah yang baru
🖊 Memiliki kemampuan untuk berimprovisasi dengan benda-benda dan mateeial yang ada di sekitarnya

Dengan memberikan tugas dan problem yang tidak biasa di mana anak tidak memeliki strategi yang siap pakai.

*4. Strategi Kognitif dan Metakognitif*
🖊 Menggunakan strategi pembelajaran yang canggih
🖊 Berkeinginan untuk bisa _memahami_ bukan _menghapal_
🖊 Mudah paham dan mengerti serta efektif dalam memerhatikan sesuatu

Kita bisa meminta anak untuk menjelaskan bagaimana mereka menciptakan cara untuk hal-hal yang ingin mereka pelajari atau yang ingin mereka mudah untuk mengingatnya.

*5. Memiliki Rasa Ingin Tahu*
🖊 Haus akan ilmu pengetahuan
🖊 Cenderung banyak mengajukan pertanyaan
🖊 Adanya motivasi intrinsik untuk menguasai materi pelajaran yang menantang

Bagaimana caranya kita mematik rasa keingintahuan anak-anak, salah satunya adalah dengan mencari tahu apa yang ingin anak-anak lakukan di waktu luang mereka. Dari situ kita bisa membantunya dengan melempar pertanyaan (5W+1H) sehingga dari situ anak-anak akan mulai mencari tahu sebanyak-banyaknya.

*6. Kemampuan Kepemimpinan dan Jiwa Sosial*
🖊 Memiliki kemampuan untuk membujuk dan memotivasi orang lain
🖊 Memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap perasaan ada bahasa tubuh orang lain
🖊 Memiliki kemampuan untuk menengahi perbedaan pendapat dan membantu orang lain untuk bisa mencapai kesepakatan

Coba perhatikan bagaimana cara anak-anak kita berinteraksi dengan teman-teman mereka di lingkungan permainan, kelompok belajar, dan aktivitas lainnya. Apakah anak-anak kita sering tampil sebagai pemimpin ataukah seringnya menjadi _follower_ saja ataukah memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap siapapun ataukah lebih cuek dan cenderung tidak perduli dengan sekitarnya.

Salam Ibu Profesional 

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2 /

📚 Sumber:

📔  Priyatna, Andri (2013). _Pahami Gaya Belajar Anak_. Jakarta, Kompas Gramedia.

Metode pembelajaran anak 2

*Usia 1-2 tahun*
Di usia setahun, seluruh kemampuan dan keterampilan kinestetiknya sudah terbentuk. Untuk itu, perlu diberikan pengembangan stimulasi dengan penambahan pada bentuk, media, tingkat kesulitan, dan lainnya. Cara yang mudah adalah banyak bermain bersama anak seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, berguling, dan lain-lain. 

Anak akan lebih mudah belajar melempar daripada menangkap. Agar kemampuan anak menangkap bola atau benda bertambah, rajin-rajinlah orangtua bermain lempar-tangkap bola. Dengan cara ini pula kemampuan koordinasi mata dan tangan anak akan terlatih. Bila anak sudah mampu menangkap dan melempar, tingkat kesulitannya bisa ditambah. Contohnya, menambah jarak lempar-tangkap, mengganti bola yang lebih besar dengan yang kecil, serta arah lemparan semakin cepat. 

Teknik-teknik tersebut akan membantu menguatkan otot-otot lengan anak serta mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, koordinasi mata-tangan, visual-spasial, kecepatan reaksi, dan kelenturan. Kesemuanya, menurut Bambang, merupakan respon dari sel-sel otak. 

Keterampilan motorik halus dan kasar berguna untuk kemampuan menulis, menggambar, melukis, dan keterampilan tangan lainnya. Anak juga bisa dilatih mengembangkan otot kaki, misalnya menendang bola, melompat dengan dua kaki, serta menaiki anak tangga (tentu dibantu orang dewasa). 

*Usia 3-4 tahun*
Di usia ini, keterampilan dan kemampuan anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak usia 1-2 tahun. Perbedaan yang nyata hanya pada kualitasnya. Anak usia 3-4 tahun berlari lebih cepat ketimbang anak usia 1-2 tahun, lemparannya lebih kencang, dan sudah mampu menangkap dengan baik. 

Kemampuan motorik kasar otot kaki anak, selain berjalan dan berlari cepat, antara lain mampu melompat dengan dua kaki, memanjat tali, menendang bola dengan kaki kanan dan kiri. Untuk motorik kasar otot lengan, anak mampu melempar bola ke berbagai arah, memanjat tali dengan tangan, mendorong kursi, dan lainnya. 

Kemampuan yang melibatkan motorik halus untuk koordinasi mata-tangan, yaitu mampu memantul-mantulkan bola beberapa kali, menangkap bola dengan diameter lebih kecil, melambungkan balon, keterampilan coretan semakin baik. 

Agar kemampuan dan keterampilan motorik halus serta kasar kian berkembang, anak bisa diberikan stimulasi kinestetik. Ia mencontohkan beberapa hal seperti berjalan atau berlari zigzag, berjalan dan berlari mundur untuk mengembangkan otak kanan, melompat dengan dua kaki ke berbagai arah, menendang bola dengan kaki kanan atau kiri ke berbagai arah, melempar bola ke berbagai arah dengan bola sedang sampai kecil, melempar bola ke sasaran seperti huruf, angka, atau gambar, menangkap bola dari berbagai arah, bermain bulutangkis, mencoret-coret berbagai bentuk geometri untuk mengembangkan otak kiri dan kanan, serta menggerakkan kedua tangan dan kaki dengan memukul drum mainan. 

*Usia 5-6 tahun* 
Pada usia 5-6 tahun, hampir seluruh gerak kinestetiknya dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Gerakannya pun sudah terkoordinasi dengan baik. Namun, seperti diungkapkan Bambang, anak kelompok usia ini lebih menyukai permainan yang tidak banyak melibatkan motorik kasar. Mereka lebih menyukai permainan yang menggunakan kemampuan berpikir seperti bermain puzzle, balok, bongkar pasang mobil, serta mulai tertarik pada games di komputer maupun play station. 

Metode pembelajaran anak

Metode Pembelajan

Jangan memusingkan hal-hal kecil....

Intinya yang penting adalah... selama itu *TIDAK BERTENTANGAN* dengan *Alquran* dan *Sunnah*, yaa...silakan diambil...
Ga masalah deh... kan itu cuma teori ya...
Buatan manusia juga... jadi yaa sangat bisa debatable...
Itu kan ilmu yang akan selalu berkembang...
Baiknya ga usah ngeribetin yang tidak prinsip... Nanti jadi keblinger hehehe...

Metodenya... Sesuaikan saja dengan metode yang *Long Lasting* seperti yang dipraktekin oleh Rasulullah Saw dan sahabat...

Banyak sekali... Teori-teori Gaya belajar anak yang dicetuskan oleh berbagai para ahli...
Seperti... Teori... Sekuensial Konkret (SK), Sekuensial Abstrak (SA), Random Konkret (RK), Random Abstrak (RA).
Kemudian... Sama yang visual, kenestetik, audio visual

Apa bedanya memang...???
Sebenernya kan itu sama aja... cuma beda teori aja kan yaa...

Prinsipnya mah sama... Itu cuma istilah dari ahli-ahli aja yang beda. Beda teori beda ahlinya kan gitu tuh yaa...
Biasa daahh... gaya belagu para ilmuwan... 😁 menggunakan "bahasa planet" sendiri yaa... Tapi konsepnya sama aja ga jauh beda... yang dipake...ujung-ujungnya sammaaaa dan sederhana😂..

Nah kalo di bandingkan dengan teori jaman Rasulullah... konsep yang dipakai semua cara digunakan/dipake... kalo model Rasulullah Saw mah malah ga dipilah2 gitu...
Hanya saja...emang pas sudah terbaca *talent n minat* sahabat, *difokusin*

Kalo buat anak, cara mendidik Rasulullah Saw semua cara dipake...
Anak-anak diajak jalan, dilayani sepanjang jalan, diperlakukan seperti teman, terus dinasihati deehhh...
Nah, nasihatinnya langsung pake bahasa berbobot. Bahasa imani... Disambungkan langsung dengan kehidupan sehari2...
Terus Rasulullah seriiiiiing berkisah...bahkan ke para sahabat... Terus dialog...
Semua gaya belajar, dikombinasikan.

Ga kayak kita, yang suka ngikutin kata pakar barat
Yang audio, dikasihnya cuma audio aja..

Coba kita pikirkan, alquran itu kan disuruhnya dibaca... Membaca kekuasaan Allah di alam, disuruhnya mengamati, dilihat, menggunakan seluruh panca indera kita yang telah Allah berikan... Terus nasihat-nasihat tentang akhirat... disuruhnya didengerin...
Lanjut lagi terus kita disuruh keliling dunia buat tafakkur...
Kemudian... kita disuruh lari segera, lomba-lomba, kerjasama... Untuk urusan kebaikan dunia hingga akhirat kelak...
Daann satu hal... kita malah cuma disuruh *JALAN* untuk mencari rezeki Allah...

Coba perhatikan, semua perintah itu berlaku universal...

Berarti kan semua metode hrs dilakukan bersamaan... sesuai fitrah... sesuai kondisi...

Ngomonhin soal gaya belajar anak...
Pendapat saya... Jika seseorang di usia awal (0-7 thn) tidak dirangsang otaknya dengan fase *'mencari tahu'* secara motorik kongkrit (mengenal langsung benda, dihubungkan dengan buku yang dibacakan), maka wajar akan terjadi *'kemacetan berpikir'*. Karena sel-sel saraf neuronnya memang tidak terjalin dengan baik.

Jadi buat pembelajaran ke anak-anak hal ini bisa dipelajari di setiap fase usia, asal mau belajar tahapannya dari awal...

Contoh yang dikaitkan dengan gaya belajar anak...
Kasusnya... bagaimana sih membangun minat baca buat anak...

Di sini kita bisa mulai di lihat apa kecenderungan anak... visual kah... audio visual kah... atau audio...

Kalo visual, bisa mulai dicariin komik-komik... Beliin aja komik 33 pesan nabi, ada 3 buku karya vbi_djenggotten. Penerbit zaytuna. Kalo mo pesen, telpon: 021-78847081, 78847037.( di kebagusan psr minggu).

Bagus. Simpel, sahih, lucu. Ga terlalu tebel. Enak bacanya buat yang males baca.
Jadi, gambar komik sangat membantu otak untuk 'belajar membaca huruf'.

Bagi anak yang *audio*, kudu rajin dibacain/diceritain buku dengan intonasi menarik... Kudu cari momen enak buat dia dengerin...

Sedangkan anak *audiovisual*, sama... Cariin buku yang menarik, bisa full color dan banyak gambar... Intinya sih komposisi tulisan jangan terlalu dominan... Bikin matanya nolak ntuk baca... Bacain buku keras-keras dengan intonasi yang menarik.
Selain itu untuk audiovisual, bisa juga dimulai dengan nobar. Cari film keren yang bisa dibahas bareng.
Kalo dia suka kartun, ada film big hero 6 yang cukup keren buat dibahas bareng.

Prinsip kerja otak kan sebenarnya kayak komik.

Kalo anak baca satu tulisan, contoh 'ulat'. Yang terbayang di otaknya adalah gambar ulat yang dia tahu. Jika dia tidak tahu ulat seperti apa, ya jadinya kosong deh. Jika otaknya mencari2, dia akan bertanya bagaimana bentuk ulat. Di sinilah terjadi proses 'pembelajaran' (mencari tahu).

Nah adakalanya... Ketiga semua cara tersebut kita lakukan meski anak punya kecendurang gaya belajar...

Pokoknya, pinter-pinternya kita sebagai orangtua menghubungkan tema yang mau kita sampeikan dengan kondisi yamg sedang dibutuhkan oleh anak kita...
Pokoknya cari tema-tema yang berhubungan dengan kecenderungan anak kita... juga dengan tema-tema yang berhubungan dengan *kewajiban* anak kita kelak...

Butuh konsistensi ya...

Pada akhirnya, tingkat kecerdasan seseorang memang dilihat dari bagaimana interaksi dia terhadap buku atau (tulisan)

Balik laginke permasalah gaya belajar yang Rasulullah Saw ajarkan... Karna hanya inilah metode yang *Terbaik* dan tidak lekang sepanjang masa...

Rasulullah menegaskan, "Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan emas atau pun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (H.R. Abû Dâwud, Sahih No. 3643). Oleh karena itu,"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."(H.R Ibnu Mâjah, Sahih No. 224)

Intinya Metode Pembelajaran yang digunakan Rasulullah Saw adalah Ia belajar dari pasar, belajar dari teman-teman, belajar dari peristiwa, belajar dari perjalanan dagang dan belajar dari alam. Dengan bimbingan khusus Allah Swt melalui malaikat Jibril, Rasulullah dalam waktu cepat menjadi insan dan Nabi yang cerdas dan knowledgeable.

Intinya Rasulullah mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu ia pun memberikan teladan "holistic learning method",bahwa proses belajar-mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telling, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition.

Cemilan rabu 3 agustus 2017

✨Cemilan Rabu ke-3✨
       23 Agustus 2017

🌺 6 Tahun Pertama yang Berarti🌺

💐Bunda yang berbahagia, sebuah pernyataan oleh Collin Rose seorang praktisi bidang Accelerated Learning sungguh mengejutkan. Dia mengatakan bahwa anak mulai usia nol sampai enam tahun mempelajari dan menguasai lebih banyak daripada orang dewasa yang bersekolah hingga mencapai gelar doktor.

💐Berdasarkan hasil penelitian Neuro Science atau ilmu yang meneliti tentang cara kerja otak manusia, ditemukan bahwa otak manusia mirip sebuah prosesor komputer, pada saat bayi baru lahir masih kosong dan belum terisi program kerja. Saat itu, sebagian besar kerja otak masih diatur oleh otak kecil yang masih primitif, yang hanya terbatas untuk mengatur fungsi- fungsi dasar kehidupan, seperti fungsi pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, dan sejenisnya.

💐Namun demikian, secara alami Tuhan telah meng- Install atau meletakkan program (software) yang dikenal dengan the instinct of learning. Software itu merupakan naluri belajar alami yang biasanya ditunjukkan melalui rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap berbagai hal.

💐Pada balita, the instinct of learning masih bekerja secara penuh atau in full capacity. Melalui rasa ingin  tahu yang luar biasa inilah otak anak akan terus diisi oleh hal - hal baru, yang diibaratkan sebagai program- program kehidupan. Dia selalu ingin tahu apa yang dipegang orang tuanya, apa yang dibaca, bagaimana membuka ini dan itu, sepanjang hari sejak terbangun dari tidurnya.

💐Sesungguhnya fase balita ini adalah fase paling kritis ketika otak harus diisi dengan program- program pembelajaran. Tuhan juga melengkapi di dalam otak anak kita sebuah energi yang besar, yakni energi untuk memaksa dan pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya agar otak dapat terus terisi.

💐Energi inilah yang sering kali diterjemahkan oleh orang tua sebagai sikap keras kepala dan susah diatur. Sesungguhnya dia hanya menjalankan program yang sudah diletakkan Tuhan dalam dirinya untuk kebaikan perkembangan otaknya. Ini juga yg disebut oleh Collin Rose sebagai proses belajar yang sesungguhnya, yakni memenuhi rasa ingin tahu yang terus menerus sehingga pada akhirnya anak akan menguasai satu persatu apa yang dipelajarinya itu.

💐Namun sayangnya, menurut hasil penelitian The Instinct of Learning pada anak akan mengalami penurunan. 🌹Penurunan ini disebabkan oleh tiga hal besar :

🌷disebabkan oleh orangtua dan guru yang terlalu banyak melarang anak untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Misal di sekolah dinyatakan dengan “jangan berisik “ dan “ duduk di tempat yang rapi “

🌷disebabkan oleh orangtua dan guru yang sering merendahkan harga diri anak, baik mentertawakan maupun melecehkan anak yang sedang berusaha mempelajari sesuatu. Misalnya “begitu saja kamu ga bisa “ atau “tampang seperti kamu sampai kapan juga tidak mungkin bisa “

🌷disebabkan oleh sistem sekolah yang hanya membatasi anak untuk mempelajari hal - hal yang diwajibkan oleh kurikulum dan bukan mempelajari hal- hal yang menarik minatnya.

💐Dari ketiga hal diatas, yang paling dahsyat menurunkan The Instinct of Learning atau kemampuan belajar alami anak adalah poin ketiga. Sekolah umumnya hanya berorientasi pada soal ujian dan kemampuan menjawab soal, bukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak.

💐Ya, penurunan kemampuan belajar alami anak dimulai sejak usia 7 tahun, yakni sejak anak-anak mulai mengikuti pendidikan formal yang diselenggarakan institusi resmi pendidikan. Coba kita perhatikan, sejak anak sekolah dia hanya mau belajar jika ditugaskan gurunya. Dia hanya mempelajari hal- hal yang ada di buku wajibnya, tidak pernah lagi mempelajari hal- hal yang menarik minatnya dan sejak itu rasa ingin tahunya akan segala hal perlahan memudar.

💐Bunda yang berbahagia, coba ingat- ingat lagi pengalaman kita dulu bersekolah. Apakah kita lebih banyak membaca buku wajib atau lebih banyak membaca buku yang menarik keinginan kita? Jika dahulu bunda lebih banyak membaca dan mengerjakan sesuatu yang menarik minat bunda, beruntunglah bahwa The Instinct of Learning bunda masih terpelihara. Pada umumnya, orang- orang inilah yang cenderung lebih sukses dalam kehidupan nyata.

Salam ibu profesional

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2 /

📚 “Ayah Edy Punya Cerita/Penulis, Ayah Edy ; Penyunting, Laura Ariestiyanty_Jakarta:Noura Books, 2013

Cemilan rabu 2 Agustus 2017

Cemilan Rabu ke-2
16 Agustus 2017

🌷 *Mengelola kecerdasan Emosional* 🌷

Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.

*Stimulasi EQ pada anak*
🦋 Kenalkan jenis emosi pada anak.
🦋 Minta anak untuk menggambarkan apa yang ia rasakan.
🦋 Minta anak menyampaikan apa yang diinginkan.
🦋 Hormati fase egosentris anak.
🦋 Beri teladan dari orangtua dalam pengelolaan emosi, terutama saat menghadapi anak.
🦋 Beri kesempatan dan motivasi untuk belajar hal baru.
🦋 Beri kesempatan anak untuk mandiri dan bertanggungjawab.
🦋 Memberi pujian atas pencapain anak.
🦋 Ajak anak bersosialisasi dengan lingkungan.
🦋 Libatkan anak dalam aktivitas.

*Tips Mengelola Emosi untuk Orang Dewasa*
🦋 Kenali perubahan emosi dan alarm tubuh.
🦋 Mengubah fokus pikiran negatif👉🏻positif
🦋 Berlibur sejenak dari aktivitas.
🦋 Berkata baik atau diam.
🦋 Ubah posisi menjadi lebih rendah. Berdiri👉🏻Duduk, Duduk👉🏻Berbaring
🦋 Atur nafas dan perhatikan postur tubuh. Dengan postur yang tepat Anda bisa mengubah emosi negatif menjadi emosi positif.

Salam, Ibu Profesional

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2/

📚Sumber bacaan:
_Wikipedia, Kecerdasan Emosional._
_Diskusi fasilitator Bunda Sayang #2_
_Ideo, Watiek. Aku Cerdas Mengelola Emosi_
_Kuliah WhatsApp tentang Neuro-linguistic programming_

Cemilan Rabu 1 Agustus 2017

*Cemilan Rabu 1*
9 Agustus 2017

*Melatih Kecakapan Hidup untuk Kemandirian Anak*

Menurut *WHO* kecakapan hidup atau Life Skill meliputi:
1. Ketrampilan mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
2. Ketrampilan berfikir kreatif dan berpikir kritis.
3. Ketrampilan berkomunikasi dan ketrampilan interpersonal
4. Sadar atas kemampuan dirinya dan memiliki emphati.
5. Ketrampilan mengelola stress.

Bila anak ditanamkan kecakapan hidup sejak dini akan ada *banyak manfaat* yang akan didapat oleh anak dan orangtua.
Diantaranya:
🐈 Menjadi lebih mandiri dan mampu belajar memecahkan masalah.
🐈 Meningkatkan rasa percaya diri,berkomunikasi dg baik,dan memperkuat hub orangtua dan anak.
🐈 Mengajarkan kegagalan dan keberhasilan,serta tidak mudah menyerah.
🐈 Anak akan belajar memaknai hidup.
🐈 Anak belajar menghargai diri sendiri dan merawat barang2 miliknya.

9 Panduan dalam mengajarkan Life Skill

1. Usia Anak
2. Memberikan kesempatan bereksplorasi pd anak seluas2nya,dan tanamkan rasa percaya diri.
3. Ajarkan dengan cara yg menyenangkan.
4. Apabila gagal,ajarkan untuk terus mencoba agar terbentuk sifat tidak mudah menyerah.
5. Biarkan menciba hal2 baru selama tidak berbahaya.
6. Biarkan anak melakukan tugasnya sendiri.
7. Beri pujian ketika berhasil
8. Hindari mematahkan semangat anak.
9. Jangan membandingkan Anak.

Disadur dari *Artikel Melatih Kecakapan Umum, karangan Hilman Hilmansyah dari Tabloid Nova No 1436/XXVIII,Agustus 2015*

Watie Bahruddin

Review kemandirian materi#2

Review Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang #2 Materi #2

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang “MELATIH KEMANDIRIAN ANAK”.

Pekan ini kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.

Yang pertama, kami akan mengapresiasi bunda semua  yang sudah komitmen melakukan tantangan 10 hari ini :

🌟 Selamat untuk para Bunda, yang berhasil menyelesaikan tantangan 10 hari ini sampai dengan tanggal 29 Maret 2017, dengan berbagai kondisi, ada yang konsisten setiap hari, lompat-lompat, maupun dirapel.

Bunda berhak memperoleh badge *YES,  I CAN* 🎉👏🏻

🎥 Dan  Bunda-Bunda yang berhasil konsisten menjalankan tantangan 10 hari secara berturut-turut sampai akhir, baik praktek maupun mempostingnya setiap hari tanpa jeda,

Bunda berhak menyematkan badge

🎖You’re EXCELLENT

Sekali lagi KONSISTENSI masih diperlukan di tahap bunda sayang ini, karena Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus menerus melakukan sesuatu sampai  tercapai tujuan akhir.

Sikap/sifat yang gigih dan rajin ini akan menjadikan seseorang yang biasa-biasa menjadi luar biasa.

KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada  seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.

Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.

Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa  life skill yang perlu dimiliki oleh anak.

Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka

*_Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah_*

Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inlah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.

Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.

Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri. Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku  tidak konsisten.

b. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya.

c.Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip. Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak  sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.

Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.

🍄 Ciri khas kemandirian anak :
a. Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran.

b. Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat.

c. Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan.

d. Anak memiliki  kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya

Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :

a. MERDEKA, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain

b. PROGRESIF, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.

c. INISIATIF , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif

d. TERKENDALI DARI DALAM,  individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .

e. KEMANTAPAN DIRI, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.

Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang  lebih untuk mencapainya.

Sumber Bacaan :
Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id,

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016

Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009

-- 

Bunsay cemilan Rabu 3 Juli 2017

🍓🍉🍒🍐🍇🍍
Cemilan Rabu 3

🍒MENDIDIK KEMANDIRIAN EMOSI🍒

Seorang lelaki duduk beristirahat dibawah pohon. Matanya menatap seksama kepompong kecil yang tergantung di cabang pohon tempatnya berteduh. Kepompong itu bergerak-gerak, nampaknya ada yang berusaha keluar dari dalam kepompong itu. Sungguh kesempatan langka, pikir si lelaki. dan iapun memperhatikan dengan lebih seksama. Cukup lama juga, kepompong itu terus bergerak-gerak, hingga akhirnya sedikit tersobek di salah satu sisinya. sobekan itu masih sangat kecil, belum cukup untuk pintu keluar bagi si penghuni kepompong. Maka iapun masih terus mengeluarkan tenaga, yang menyebabkan kepompongnya terus berguncang.

Lama kelamaan, si lelaki merasa jatuh kasihan, begitu banyak tenaga sudah dikeluarkannya, belum juga si penghuni berhasil keluar. Dilihatnya kepompong itu lebih dekat. Rupanya sobekannya masih juga terlalu kecil. Akhirnya diambilnya inisiatif untuk menolong si penghuni itu untuk bisa segera keluar. Segera diguntingnya kepompong tersebut sehingga terbuka lebar sisinya, agar si calon kupu-kupu bisa segera keluar.

Tapi sungguh diluar dugaan, yang keluar dari kepompong itu bukanlah kupu-kupu cantik, tetapi kupu-kupu dengan bentuk aneh. Kepala dan perutnya besar, sementara sayapnya lemah tak bisa terentang. Kupu-kupu cacat itu langsung terjatuh ke tanah, dan hanya bisa menggelepar-gelepar tak berdaya.

Ternyata tindakan si lelaki untuk menolong dengan menggunting kepompong itu yang justru menyebabkan cacatnya kupu-kupu itu. Sesungguhnya susah payahnya si kupu-kupu keluar dari kepompong, termasuk proses akhir pertumbuhan bandannya. Melalui kerja kerasnya mengguncang kepompong sampai tersobek itulah yang justru akan mengecilkan kepala dan badannya hingga ke ukuran yang pas. Sementara otot sayapnya menjadi kuat sehingga cukup kuat untuk mengepakkan sayapnya.

Tetapi campur tangan seseorang mengeluarkannya terlalu cepat, maka proses pertumbuhan terakhir itu tak sempat dilewatinya. Yang terlahir adalah kupu-kupu berkepala dan badan yang bengkak, dengan sayap yang loyo tak berkekuatan.

🍒CAMPUR TANGAN YANG MERUSAK🍒

Seperti kupu-kupu itu pulalah nasib anak-anak kita, jika orang tua terlalu banyak ikut campur tangan dalam pembentukan kemandirian emosi mereka. Ketika anak sudah sampai pada tahap pengendalian diri maka hampir seluruh upaya mereka lakukan sendiri. Orang tua hanya berperan sebagai fasilitator saja.

Saat anak berupaya mengendalikan emosi kemarahan, kesedihan atau kekecewaan yang menyerang dirinya, maka ayah ibu hanya bisa memotivasi saja, sementara si anaklah yang harus memutuskan sendiri, apakah ia akan lakukan atau tidak. Jika orang tua memberikan campur tangan dan bantuan untuk menyelesaikan masalah anak, maka anak tidak akan memperoleh pembelajaran hidup.

Ketika dua orang anak bertengkar, bukanlah tugas orang tua untuk melerai dan memutuskan siapa yang bersalah dan harus minta maaf. tetapi semestinya anak-anak itu sendirilah yang menyelesaikannya. Yang bisa dilakukan orang tua adalah memotivasi kedua anak yang sedang berseteru untuk berempati satu sama lainnya, sehingga perseretuan bisa diakhiri. Masing-masing bisa menghormati hasil fikiran temannya serta saling menghormati.

Bisa saja orang tua memaksa salah satu pihak yang dianggapnya salah untuk mengaku  salah dan minta maaf, tetapi bukannya menyelesaikan masalah, justru akan memperburuk masalah. Bukannya empati yang timbul dihati anak tapi justru rasa iri, merasa dipojokkan , pilih kasih  yang menimbulkan rasa dendam.

Disinilah orang tua belajar tega untuk tidak buru-buru menolong anak yang sedang berjuang menempuh ujian kehidupan. sehingga orang tua tidak terlibat dalam campur tangan yang merugikan. Sepintas nampaknya menolong anak keluar dari kesulitan yang dihadapi, akan tetapi justru menggagalkan pengembangan kemandirian emosi anak.

Salam ibu profesional
/Tim Fasilitator Bunsay 2/

Sumber Inspirasi
    Istadi, Irawati. Melipat Gandakan Kecerdasan Emosi Anak. Bekasi. Pustaka Inti:2006

Bunsay cemilan rabu 2 juli 2017

🍓🍇 Cemilan Rabu #2 🍇🍓

CIRI ANAK MANDIRI DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN

Kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika pengertian mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan dengan tugas perkembangan.

Adapun tugas-tugas perkembangan untuk anak usia dini antara lain belajar berjalan, belajar makan, berlatih berbicara, koordinasi tubuh, kontak perasaan dengan lingkungan, pembentukan pengertian, dan belajar moral.

Empat ciri kemandirian anak yang perlu diketahui:
1. Anak dapat melakukan segala aktivitasnya secara sendiri meskipun tetap dengan pengawasan orang dewasa.
2. Anak dapat membuat keputusan dan pilihan sesuai dengan pandangan, pandangan itu sendiri diperolehnya dari melihat perilaku atau perbuatan orang-orang di sekitarnya.
3. Anak mampu bersosialisasi dengan orang lain tanpa perlu ditemani orang tua.
4. Anak bisa mengontrol emosinya bahkan dapat berempati terhadap orang lain.

Lima tahapan perkembangan kemandirian anak yaitu:
1. Anak mampu mengatur kehidupan dan diri anak sendiri, misalnya: makan, ke kamar mandi, mencuci, membersihkan diri, dan memakai pakaian sendiri.
2. Anak bisa melaksanakan ide-ide anak sendiri dan menentukan arah permainan.
3. Anak bisa mengurus hal-hal yang ada dalam rumah dan bertanggung jawab terhadap sejumlah pekerjaan domestik, mengatur bagaimana menyenangkan dan menghibur diri sendiri dalam alur yang diperbolehkan, dan mengelola uang saku sendiri.
4. Anak bisa mengatur diri sendiri di luar rumah, misalnya di sekolah, menyelesaikan pekerjaan rumah, menyiapkan segala keperluan kehidupan sosial di luar rumah.
5. Anak mampu untuk mengurus orang lain baik di dalam rumah maupun di luar rumah, misalnya menjaga adiknya ketika orang tua sedang mengerjakan sesuatu yang lain.

Dalam mendidik anak mandiri ini dibutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang cukup.  Jangan lupa bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa.  Oleh karena itu anak tidak boleh dituntut menjadi orang dewasa sebelum waktunya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚 Sumber bacaan :
http://www.al-maghribicendekia.com/2013/09/ciri-anak-mandiri-dan-tahapan

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...