Sabtu, 07 Juli 2018

PEMANFAATAN MULTIMEDIA ALA KELUARGA KUSUMA


Tema : Pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan di Era kekinian

Diskusi adalah perantara penting yang menghubungkan pemikiran saya sebagai istri dan Gatra sebagai suami. Walau kami berdua merupakan orang tua baru yang masih belajar dan mencoba untuk menyusun tahapan pendidikan anak di keluarga, namun landasan kami dalam aturan syariat islam tetap kami utamakan dan tak lupa kurikulum serta aturan pemerintah pun kami gunakan untuk sosialisasi dengan masyarakat. Kami tak mengelakkan bahwa peran keluarga dalam bermasyarakat adalah penting adanya, karna keluarga merupakan masyarakat terkecil. Maka kami berdua berusaha untuk mendidik anak kami yang baru berusia 4 bulan dan kami beri nama Farih Abdurrahman Kusuma dengan sebaik-baik pendidikan.

Keadaan pekerjaan suami yang membuat saya dan dirinya terpisah jarak untuk beberapa minggu dalam setiap bulannya, menjadi fokus kami juga agar kami selalu bisa berkomunikasi terutama dalam pengurusan anak yang hanya saya pegang sendiri namun tak lupa peran suami pun menjadi pendukung utama saya. Oleh karena itu, diskusi saya dan suami pun harus tetap terhubung walau dengan adanya jarak yang memisahkan. Dengan keadaan seperti ini pula lah peran `gadget` dalam keluarga saya memiliki peran penting adanya dan tak bisa kami pungkiri. Apalagi dengan keadaan saya sebagai istri yang fokus berkegiatan di ranah domestik dan menemani pertumbuhan sang buah hati sendiri di rumah, membuat saya haus akan ilmu namun meminimalisir pergi keluar rumah. Maka tak ayal peran teknologi multimedia pun lagi-lagi berperan penting bagi keluarga kami.

Suami sebagai kepala keluarga selalu memberikan arahan kepada saya bagaimana mendapatkan informasi yang saya butuhkan via PC atau laptop bahkan aplikasi gadget, seolah mindset saya berkata `di zaman sekarang ini jika kita tidak bisa menggunakan teknologi yang ada maka kita hanya akan menjadi pribadi yang tertinggal`. Saya pribadi banyak dibimbing oleh suami dalam pemanfaatan multimedia agar bijak menggunakannya dan secara tidak langsung suami pun mendidik saya agar dapat menyalurkannya kepada anak-anak kelak.

Keluarga besar saya memiliki basis pendidik, maka tak heran ayah saya selalu mendukung saya agar bisa melanjutkan sekolah dan memiliki skill sebagai pendidik. Saya selalu tertarik dan senang mengajar, walau saya baru berpengalaman mengajar selama 6 tahun namun menurut saya itu belum cukup untuk bisa melatih diri saya dan menebar kebermanfaatan ilmu. Maka ketika Allah anugerahkan buah hati bagi saya dan suami, tekad saya untuk menjadi guru kehidupan anak pun semakin besar. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sebagai madrasah pendidikan anak.

Selama ini saya belajar banyak dari website, buku, serta komunitas-komunitas parenting dalam hal pendidikan anak, tak lupa saya selalu sharing kepada suami akan semua hal yang saya dapatkan. Dan bila saya berkesempatan untuk silaturahmi kepada orang tua dan mertua khususnya, saya mencoba berbincang pada beliau mengenai pendidikan anak yang dimana kami berbeda pendapat dan mengemukakan alasan serta penyampaian akhir nya disesuaikan atas pengetahuan.

Saya dan suami sepakat untuk menggunakan gadget diwaktu tertentu dan tidak di depan anak, begitupun sang anak yang tidak kami kenalkan dahulu pada gadget hingga waktu yang telah kami sepakati in syaa allah diusianya 7 tahun dan itupun hanya sekedar  paparan tv dengan adanya pantauan kami.

Saya juga sangat terinspirasi dengan Azzam, serta cara orang tua mendidiknya agar tumbuhlah bakatnya sesuai yang dia inginkan. Sebagaimana info di link berikut :

saya dan suami berharap semoga dari keluarga kecil kami, yang kami coba mendidik sekemampuan dan berlandaskan Al-quran dan sunnah dapat menginspirasi orang lain dan menebar manfaat positif bagi masyarakat dengan tujuan kami yang satu yakni Ridho Allah SWT.

#sahabatkeluarga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...