Sabtu, 14 Desember 2019

Memilih BAHAGIA yang MERDEKA

Satu tahun ditemani materi dan pembelajaran di Bunda sayang membuat saya banyak belajar akan peran sebagai ibu dengan tidak mengenyampingkan hal apapun yang menjadi amanah saya di rumah tangga.
sudah disounding oleh tim Ibu Profesional sebelumnya bahwa setelah wisuda Bunda sayang, patutlah para mahasiswi ibu menyiapkan diri untuk bersiap belajar lagi di Bunda Cekatan. Kebayang oleh saya betapa berbinarnya mata para wisudawati saat itu untuk menghadapi pembukaan kelas bunda cekatan. Daaannn hal itu benar adanya, maa syaa allahu walhamdulillah.

Matrikulasi batch 3 lanjut Bunda sayang batch 2, dan sekarang saya masuk di kelas Bunda Cekatan batch 1. Yang membuat saya lebih semangat lagi selain dari kelas pembelajaran dan cara belajarnya adalah Fasilitatornya yang langsung dibimbing oleh sang Founder Ibu Profesional, Yaa Rabb benar-benar kesempatan emas yang langka menurut saya. Bismillah..

Materi diskusi pertama yang disampaikan ibu via FB, benar-benar membuat saya tersenyum terus setiap mendengar tahapan pembicaraannya yang dimulai penjelasan pembelajaran di Bunda Cekatan dengan 4 tahap :

1. Dongeng
2. Bermain
3. Hadiah
4. Kejutan

Tugas pertama dalam jurnal kali ini adalah mencari kunci diri untuk bahagia, ya bahagia yang merdeka. Pun saya tidak terfikir hingga hal ini, saya tahu bahwa kebahagian penting adanya namun bagaimana cara yang realistis untuk mendapatkannya saya dapatkan disini.



Hasil survei di Amerika Serikat menemukan bahwa para istri cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang lebih rendah (56%) dibandingkan dengan para suami (60%). Istri yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) mempunyai tingkat penyesuaian psikologis yang paling rendah, diikuti oleh para istri yang bekerja, dan yang paling tinggi tingkat penyesuaiannya adalah para suami yang bekerja (Unger dan Crawford, 1992).
https://media.neliti.com/media/publications/24553-ID-kepuasan-pernikahan-dengan-depresi-pada-kelompok-wanita-menikah-yang-bekerja-dan.pdf

Seorang wanita yang pemikir dan perasa, amat wajar untuk bisa beradaptasi dengan peran baru dan amanah barunya dan hal ini berbeda dengan laki-laki yang bisa dibilang lebih konsisten dari segi perasaan.

Maka benar apa yang disampaikan ibu, bahwa hal utama di dunia ini adalah `Bagaimana caranya kita selalu bahagia?!` dan dapat menjaga diri dari ke-tertekan-an aktivitas yang tidak membuat kita bahagia.

Bahagia dengan merdeka, berarti menemukan diri yang memiliki kekuatan untuk tetap bahagia. Setelah saya berfikir , ada beberapa kekuatan yang bisa menjadi penguat saya untuk bisa berdiri menjadi wanita yang berbahagia dengan beberapa kelebihan yang sudah Allah titipkan dan ini merupakan `Telur Hijau` saya : 



Merdeka menemukan pola belajar, akan saya mulai saat ini. bismillah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...