Namun, saya kembalikan lagi segalanya kepada Sang Maha Kuasa. Saya tetap tegarkan pikiran dan prasangka saya terhadap segala hal yang baik dengan berhusnudhon kepada Allah dan segala yang terjadi. Senyuman tetap saya lautan di bibir pun saya tegarkan hati tak lupa berkomunikasi dengan anak sulung bahwa semua akan baik-baik saja, tak lupa berkomunikasi dengan suami yang sedang nan jauh disana.
Kini saya harus menjalani peran hexagonia dengan double peran ibu dan istri dalam satu waktu bersamaan ditemani bayi 2 bln dan batita, Zoomminar yang harus saya rancang dengan berbagai halang rintangnya mengkondisikan 2 anak sendiri namun tak lepas dari pertolongan Allah.
Semoga segalanya segera pulih dan berada di keadaan terbaik menurut Allah yang diharapkan sama dengan keinginan kita. Terdengar egois namun itu harapan setiap manusia.
Bismillah tetap semangat dan disemangati suami pun anak-anak bahwa saya akan Allah mampukan untuk bisa menjadi hexagonia dengan segala kewajibannya tanpa harus meninggalkan prioritas lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar