Rabu, 15 November 2023

IBU PEMBAHARU #2 : TAHAPAN KETUJUH APRESIAKSI SOCIAL IMPACT


Alhamdulillah wa syukru 'ala ni'matillah, tak terasa sejauh ini tim Keluarga BABA melangkah untuk memberi manfaat dalam program ibu pembaharu. Tim yang diikutsertai ayah ibu dan adik-adik lelaki saya membuat komunikasi antar kami sebagai keluarga inti semakin intens dan produktif Alhamdulilah. Tahapan demi tahapan pun telah dilalui, dan tiap tahapan memberikan pengalaman dan kesan tersendiri Karen banyak yang harus kami sepakati.

Sebelumnya pada tahapan keenam, tim keluarga BABA sudah sepakat untuk membuka kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid Al-mukhlisin di komplek kami. Karena komplek kami ada yayasan wakaf yang memegang kegiatan islaminya, maka rencana aksi kami juga berada di bangunan yayasan yang megah 3 lantai ini. 

Alhamdulillah diskusi dan meeting banyak menghasilkan kesepakatan dalam pengadaan pembelajaran Al-Qur'an terutama untuk tahsin dan tahfidz dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, dengan target para bapa ibu yang sering sholat ke masjid dan mengikuti pengajian di komplek.

Alhamdulillah acara berjalan lancar sesuai rencana, tidak ada hambatan apapun. Kami sangat merasa beruntung, karena hampir semua member menjalankan peran masing-masing dengan bahagia.

Target kami diawal adalah bermanfaat untuk lingkungan sekitar komplek, namun sudah kamis ediakan media sosial untuk bisa menjangkau peminat yang jauh dan pembelajaran online via zoom.

Berikut adalah media sosial kami.

Instagram : @keluarga_baba
Fanpage Facebook : Keluarga BABA 

Setelah melakukan berbagai Aksi, kini saatnya mengkaji berbagai dampak sosialnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang akan digunakan untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Maka, pada tahapan ketujuh di Kampus Ibu Pembaharu ini ada 5 hal yang perlu dipikirkan dan diimplementasikan, yaitu:
  1. Social Impact
  2. Theory of Change
  3. The Logic Model
  4. Risk Management
  5. Stop - Continue - Start

Apresiaksi - Social Impact

Apresiaksi adalah salah satu cara untuk membuat suatu project, gagasan, inovasi sosial secara berkelanjutan. Dalam Apresiaksi ini ada Apresiasi, Evaluasi, Monitoring, dan Keputusan.

Social Impact/Dampak Sosial mengacu pada hasil positif dari sebuah AKSI kita, yang menghasilkan kesejahteraan yang lebih baik, akses kepada hak asasi manusia dan manfaat lainnya bagi orang-orang yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung.

Bagaimana kita bisa melihat aksi yang sudah kita jalankan ini berdampak secara sosial atau tidak. Apa pengaruh AKSI kita terhadap manusia dan lingkungan tempat AKSI kita berlangsung? Maka, perlunya kita menganalisanya.

Mengapa analisa dampak penting?
  • Ada dampak langsung dan tidak langsung
Di sini, kita akan lebih memahami dampak langsung dan tidak langsung dari aksi kita. Dampak langsung. Berupa tambahan pengetahuan bagi para peserta didik dari semua kalangan, baik ayah bunda dan anak-anak.

Dampak tidak langsung misalnya ada tujuan utama mengenai Qur'an, namun karena kekompakan keluarga dan warga jadi silaturahmi antar sesama.

  • Ruang untuk memperbaiki Aksi
Tidak ada kata gagal, yang benar adalah hasil yang tidak sesuai harapan, maka kita harus mengubah strategi dan harus mengetahui ruang untuk improvement (ruang untuk memperbaiki diri). Sehingga ketika kita sudah apresiaksi, bisa menganalisanya, dan melihat evaluasinya juga.

  • Sudut Pandang
Penerima manfaat dari project/aksi kita. Dari sudut pandang penerima manfaat sudah sesuai atau tidak? Kita bisa mengetahuinya misalnya dengan melakukan survey, kuesioner, tanya jawab dengan penerima manfaat, dan sebagainya.

  1. pada penerima manfaat.
  2. Menjadikan bahan survey untuk mengetahui kasus-kasus yang sama di sekitar.
  3. Kami bisa mengetahui tindakan preventif untuk kasus tentang emosi dan kesehatan mental.

Theory of Change

Theory of Change adalah metodologi visual yang menguraikan perubahan sosial untuk memotivasi dampak sosial AKSI kita.

Ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan jangka panjang yang diinginkan, kemudian ditarik mundur untuk mengidentifikasi semua akibat yang harus terjadi pada setiap tahapan, dan bagaimana akibat itu terkait satu sama lain, sehingga tujuannya tercapai.

The Logic Model

The Logic Model digunakan untuk memantau dan mengevaluasi dampak, karena berfungsi sebagai alat untuk membangun Strategi Monitoring dan Evaluasi.

The Logic Model merupakan deskripsi hipotesis dari rantai sebab-akibat yang mengarah pada tujuan yang diinginkan. Kedalamnya dimasukkan analisa Theory of Change disertai indikator keberhasilan dari tujuan yang ingin dicapai.

Untuk memperkuat The Logic Model ini, perlu adanya verifikasi dari lembaga kredibel yang diakui masyarakat.

Juga perlu kiranya dicantumkan asumsi dan kenyataan terhadap berbagai rencana Aksi yang telah terealisasi. Ini sebagai bahan masukan untuk perencanaan Aksi selanjutnya.

Description

  • Impact
Keluarga BABA akan berkontribusi terhadap pendidikan berkualitas dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur'an.
  • Outcome
Manusia sebagai hamba Allah yang taat dan mencintai serta memaknai surat cintanya yakni Al-Qur'an.
  • Output
Bisa membaca Alqur'an dengan baik dan benar dan bisa berakhlak dengan Al-Quran.
  • Activities
Dengan media yang kami miliki, maka kami akan melakukan AKSI sebagai berikut:
  1. Sharing Session
  2. Kelas tahsin
  3. Webinar
  4. Kajian (mentoring, training, pelatihan)
  • Input
Kami dapat melakukan AKSI, jika memiliki media seperti berikut ini:
  1. Materi tahsin
  2. Media sosial
  3. Fasilitator
  4. Mentor
  5. Zoom Meeting

Indicator

Jika banyak peserta yang bergabung dalam acara Sharing Session Dan semua aktivitas tim ini.

Goals

  • Berakhlak dengan Al-Quran 
  • Cinta Allah

Frequency

Sudah terlaksana:
  • Diskusi dengan perwakilan DKM dan RW
  • Membuat sosial media
Yang akan datang:
  • Melanjutkan program "keluarga BABA" dengan mengaktifkan sosial media.
  • Mengadakan Mini webinar. Dan akan dijadikan program bulanan 2 atau 3 bulan sekali.
  • Melakukan meeting internal setiap pukul 19.30 WIB seminggu sekali (Zoom Meeting dan WAG).
  • Melakukan sharing di media sosial setiap hari.

Users

  • Anak-anak
  • Para ayah
  • Para ibu
  • Remaja
  • Dewasa

Assumptions

  • Narasumber berkompeten
  • Ilmu yang sesuai dengan kebutuhan
  • Sharing berkualitas
  • Pengelolaan media sosial yang baik


Risk Management

Adalah pola pengaturan segala risiko yang mungkin terjadi dalam project tim. Sehingga kita bisa melaksanakan project tim kita dengan lebih bahagia.
Ada beberapa hal yang terdapat dalam Risk Management, diantaranya:
  • Accept
Adalah saat kita menerima kemungkinan risiko yang terjadi. Biasanya, kita memilih respons ini ketika probabilitas risikonya rendah dan/atau dampak risikonya rendah.

  • Mitigate
Adalah saat kita mengurangi kemungkinan dan/atau dampak dari risiko yang terjadi. Biasanya, kita memilih respons ini ketika kemungkinan dan/atau dampak risiko sedang.

  • Transfer
Adalah saat kita mengalihkan tanggung jawab risiko kepada pihak ketiga. Kita biasanya memilih respons ini ketika kemungkinan terjadinya risiko, dan terutama dampak potensialnya, tinggi dan mahal.

  • Avoid
Adalah aatnya kita menghilangkan penyebab risiko agar tidak terjadi. Kita melakukan ini ketika probabilitas dan dampak risikonya tinggi, dan kita tidak bisa membiarkannya terjadi.

Stop - Continue - Start

Setelah melalui proses uji coba dan evaluasi, saat ini belum ada AKSI yang akan dihentikan, namun ada beberapa yang akan mulai dilakukan dan dilanjutkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...