Jumat, 13 Maret 2020

REFLEKSI HATI

Sempat agak ragu dipertengahan pembelajaran kelas ulat kemarin, karena saya yang tipe prefeksionis ingin mengikuti setiap tahap secara sempurna versi saya pun terutama diskusi bersama kak peni yang beberapa kali saya tidak bisa ikuti karna satu dan lain hal.

Di pekan ke 8 kemarin, setelah saya coba mengerjakan tugas tahap demi tahap. Saya coba merenung disaat anak tidur dan sedang menanti kedatangan suami dari kantor, saya dapatkan beberapa poin hasil renungan dan setelah suami datang ternyata beberapa menit setelah saya sambut kita duduk bersama sambil menikmati buah. Diawali beliau bertanya bagaimana hari ini, dan berakhir dengan kami berdiskusi perihal kelas ulat saya.

Poin renungan saya yang sebelumnya saya pikirkan sendiri, saya utarakan ke bliau dan beliau sambut dengan motivasi yang luar biasa. 'manajemen waktu itu penting, dan hanya diri sendiri yang bisa melakukan yang terbaik versinya' nasehatnya. 

Hingga kami pun berdiskusi perihal buddy saya, oya buddy saya di pekan 8 kemarin adalah buddy dalam kehidupan nyata. Fikr, atau nama panjangnya Tsamrotul Fikriyya adalah teman seangkatan saya di kuliah dulu walau beda prodi namun kami sering bertemu. 

Dan pertemuan kami terakhir kemarin adalah di desember 2018, saat saya umroh bersama keluarga dia datang bersilaturahmi ke hotel kami. Apa yang membuat akhirnya kami komunikasi kembali? 'kalender IP Bandung 2018' ketika itu saya sebagai penanggungjawab kalender di IP Bandung. Dia menghubungi saya untuk memesan kalender hingga akhirnya kami bisa bersilaturahmi kembali di 2018, karena sebelum itu kami terakhir bertemu di 2013.

Alhamdulillah kelas ulat Bunda Cekatan menguatkan hubungan persahabatan kami, diskusi dengan suami pun mengalir dengan banyak nya rasa syukur. Jazakumullah kak peni dan tim.

Saya siap menjadi kepompong di tahap selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...