Metode Pembelajan
Jangan memusingkan hal-hal kecil....
Intinya yang penting adalah... selama itu *TIDAK BERTENTANGAN* dengan *Alquran* dan *Sunnah*, yaa...silakan diambil...
Ga masalah deh... kan itu cuma teori ya...
Buatan manusia juga... jadi yaa sangat bisa debatable...
Itu kan ilmu yang akan selalu berkembang...
Baiknya ga usah ngeribetin yang tidak prinsip... Nanti jadi keblinger hehehe...
Metodenya... Sesuaikan saja dengan metode yang *Long Lasting* seperti yang dipraktekin oleh Rasulullah Saw dan sahabat...
Banyak sekali... Teori-teori Gaya belajar anak yang dicetuskan oleh berbagai para ahli...
Seperti... Teori... Sekuensial Konkret (SK), Sekuensial Abstrak (SA), Random Konkret (RK), Random Abstrak (RA).
Kemudian... Sama yang visual, kenestetik, audio visual
Apa bedanya memang...???
Sebenernya kan itu sama aja... cuma beda teori aja kan yaa...
Prinsipnya mah sama... Itu cuma istilah dari ahli-ahli aja yang beda. Beda teori beda ahlinya kan gitu tuh yaa...
Biasa daahh... gaya belagu para ilmuwan... 😁 menggunakan "bahasa planet" sendiri yaa... Tapi konsepnya sama aja ga jauh beda... yang dipake...ujung-ujungnya sammaaaa dan sederhana😂..
Nah kalo di bandingkan dengan teori jaman Rasulullah... konsep yang dipakai semua cara digunakan/dipake... kalo model Rasulullah Saw mah malah ga dipilah2 gitu...
Hanya saja...emang pas sudah terbaca *talent n minat* sahabat, *difokusin*
Kalo buat anak, cara mendidik Rasulullah Saw semua cara dipake...
Anak-anak diajak jalan, dilayani sepanjang jalan, diperlakukan seperti teman, terus dinasihati deehhh...
Nah, nasihatinnya langsung pake bahasa berbobot. Bahasa imani... Disambungkan langsung dengan kehidupan sehari2...
Terus Rasulullah seriiiiiing berkisah...bahkan ke para sahabat... Terus dialog...
Semua gaya belajar, dikombinasikan.
Ga kayak kita, yang suka ngikutin kata pakar barat
Yang audio, dikasihnya cuma audio aja..
Coba kita pikirkan, alquran itu kan disuruhnya dibaca... Membaca kekuasaan Allah di alam, disuruhnya mengamati, dilihat, menggunakan seluruh panca indera kita yang telah Allah berikan... Terus nasihat-nasihat tentang akhirat... disuruhnya didengerin...
Lanjut lagi terus kita disuruh keliling dunia buat tafakkur...
Kemudian... kita disuruh lari segera, lomba-lomba, kerjasama... Untuk urusan kebaikan dunia hingga akhirat kelak...
Daann satu hal... kita malah cuma disuruh *JALAN* untuk mencari rezeki Allah...
Coba perhatikan, semua perintah itu berlaku universal...
Berarti kan semua metode hrs dilakukan bersamaan... sesuai fitrah... sesuai kondisi...
Ngomonhin soal gaya belajar anak...
Pendapat saya... Jika seseorang di usia awal (0-7 thn) tidak dirangsang otaknya dengan fase *'mencari tahu'* secara motorik kongkrit (mengenal langsung benda, dihubungkan dengan buku yang dibacakan), maka wajar akan terjadi *'kemacetan berpikir'*. Karena sel-sel saraf neuronnya memang tidak terjalin dengan baik.
Jadi buat pembelajaran ke anak-anak hal ini bisa dipelajari di setiap fase usia, asal mau belajar tahapannya dari awal...
Contoh yang dikaitkan dengan gaya belajar anak...
Kasusnya... bagaimana sih membangun minat baca buat anak...
Di sini kita bisa mulai di lihat apa kecenderungan anak... visual kah... audio visual kah... atau audio...
Kalo visual, bisa mulai dicariin komik-komik... Beliin aja komik 33 pesan nabi, ada 3 buku karya vbi_djenggotten. Penerbit zaytuna. Kalo mo pesen, telpon: 021-78847081, 78847037.( di kebagusan psr minggu).
Bagus. Simpel, sahih, lucu. Ga terlalu tebel. Enak bacanya buat yang males baca.
Jadi, gambar komik sangat membantu otak untuk 'belajar membaca huruf'.
Bagi anak yang *audio*, kudu rajin dibacain/diceritain buku dengan intonasi menarik... Kudu cari momen enak buat dia dengerin...
Sedangkan anak *audiovisual*, sama... Cariin buku yang menarik, bisa full color dan banyak gambar... Intinya sih komposisi tulisan jangan terlalu dominan... Bikin matanya nolak ntuk baca... Bacain buku keras-keras dengan intonasi yang menarik.
Selain itu untuk audiovisual, bisa juga dimulai dengan nobar. Cari film keren yang bisa dibahas bareng.
Kalo dia suka kartun, ada film big hero 6 yang cukup keren buat dibahas bareng.
Prinsip kerja otak kan sebenarnya kayak komik.
Kalo anak baca satu tulisan, contoh 'ulat'. Yang terbayang di otaknya adalah gambar ulat yang dia tahu. Jika dia tidak tahu ulat seperti apa, ya jadinya kosong deh. Jika otaknya mencari2, dia akan bertanya bagaimana bentuk ulat. Di sinilah terjadi proses 'pembelajaran' (mencari tahu).
Nah adakalanya... Ketiga semua cara tersebut kita lakukan meski anak punya kecendurang gaya belajar...
Pokoknya, pinter-pinternya kita sebagai orangtua menghubungkan tema yang mau kita sampeikan dengan kondisi yamg sedang dibutuhkan oleh anak kita...
Pokoknya cari tema-tema yang berhubungan dengan kecenderungan anak kita... juga dengan tema-tema yang berhubungan dengan *kewajiban* anak kita kelak...
Butuh konsistensi ya...
Pada akhirnya, tingkat kecerdasan seseorang memang dilihat dari bagaimana interaksi dia terhadap buku atau (tulisan)
Balik laginke permasalah gaya belajar yang Rasulullah Saw ajarkan... Karna hanya inilah metode yang *Terbaik* dan tidak lekang sepanjang masa...
Rasulullah menegaskan, "Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan emas atau pun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (H.R. Abû Dâwud, Sahih No. 3643). Oleh karena itu,"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."(H.R Ibnu Mâjah, Sahih No. 224)
Intinya Metode Pembelajaran yang digunakan Rasulullah Saw adalah Ia belajar dari pasar, belajar dari teman-teman, belajar dari peristiwa, belajar dari perjalanan dagang dan belajar dari alam. Dengan bimbingan khusus Allah Swt melalui malaikat Jibril, Rasulullah dalam waktu cepat menjadi insan dan Nabi yang cerdas dan knowledgeable.
Intinya Rasulullah mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu ia pun memberikan teladan "holistic learning method",bahwa proses belajar-mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telling, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar