✨Cemilan Rabu ke-3✨
23 Agustus 2017
🌺 6 Tahun Pertama yang Berarti🌺
💐Bunda yang berbahagia, sebuah pernyataan oleh Collin Rose seorang praktisi bidang Accelerated Learning sungguh mengejutkan. Dia mengatakan bahwa anak mulai usia nol sampai enam tahun mempelajari dan menguasai lebih banyak daripada orang dewasa yang bersekolah hingga mencapai gelar doktor.
💐Berdasarkan hasil penelitian Neuro Science atau ilmu yang meneliti tentang cara kerja otak manusia, ditemukan bahwa otak manusia mirip sebuah prosesor komputer, pada saat bayi baru lahir masih kosong dan belum terisi program kerja. Saat itu, sebagian besar kerja otak masih diatur oleh otak kecil yang masih primitif, yang hanya terbatas untuk mengatur fungsi- fungsi dasar kehidupan, seperti fungsi pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, dan sejenisnya.
💐Namun demikian, secara alami Tuhan telah meng- Install atau meletakkan program (software) yang dikenal dengan the instinct of learning. Software itu merupakan naluri belajar alami yang biasanya ditunjukkan melalui rasa ingin tahu yang luar biasa terhadap berbagai hal.
💐Pada balita, the instinct of learning masih bekerja secara penuh atau in full capacity. Melalui rasa ingin tahu yang luar biasa inilah otak anak akan terus diisi oleh hal - hal baru, yang diibaratkan sebagai program- program kehidupan. Dia selalu ingin tahu apa yang dipegang orang tuanya, apa yang dibaca, bagaimana membuka ini dan itu, sepanjang hari sejak terbangun dari tidurnya.
💐Sesungguhnya fase balita ini adalah fase paling kritis ketika otak harus diisi dengan program- program pembelajaran. Tuhan juga melengkapi di dalam otak anak kita sebuah energi yang besar, yakni energi untuk memaksa dan pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya agar otak dapat terus terisi.
💐Energi inilah yang sering kali diterjemahkan oleh orang tua sebagai sikap keras kepala dan susah diatur. Sesungguhnya dia hanya menjalankan program yang sudah diletakkan Tuhan dalam dirinya untuk kebaikan perkembangan otaknya. Ini juga yg disebut oleh Collin Rose sebagai proses belajar yang sesungguhnya, yakni memenuhi rasa ingin tahu yang terus menerus sehingga pada akhirnya anak akan menguasai satu persatu apa yang dipelajarinya itu.
💐Namun sayangnya, menurut hasil penelitian The Instinct of Learning pada anak akan mengalami penurunan. 🌹Penurunan ini disebabkan oleh tiga hal besar :
🌷disebabkan oleh orangtua dan guru yang terlalu banyak melarang anak untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Misal di sekolah dinyatakan dengan “jangan berisik “ dan “ duduk di tempat yang rapi “
🌷disebabkan oleh orangtua dan guru yang sering merendahkan harga diri anak, baik mentertawakan maupun melecehkan anak yang sedang berusaha mempelajari sesuatu. Misalnya “begitu saja kamu ga bisa “ atau “tampang seperti kamu sampai kapan juga tidak mungkin bisa “
🌷disebabkan oleh sistem sekolah yang hanya membatasi anak untuk mempelajari hal - hal yang diwajibkan oleh kurikulum dan bukan mempelajari hal- hal yang menarik minatnya.
💐Dari ketiga hal diatas, yang paling dahsyat menurunkan The Instinct of Learning atau kemampuan belajar alami anak adalah poin ketiga. Sekolah umumnya hanya berorientasi pada soal ujian dan kemampuan menjawab soal, bukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak.
💐Ya, penurunan kemampuan belajar alami anak dimulai sejak usia 7 tahun, yakni sejak anak-anak mulai mengikuti pendidikan formal yang diselenggarakan institusi resmi pendidikan. Coba kita perhatikan, sejak anak sekolah dia hanya mau belajar jika ditugaskan gurunya. Dia hanya mempelajari hal- hal yang ada di buku wajibnya, tidak pernah lagi mempelajari hal- hal yang menarik minatnya dan sejak itu rasa ingin tahunya akan segala hal perlahan memudar.
💐Bunda yang berbahagia, coba ingat- ingat lagi pengalaman kita dulu bersekolah. Apakah kita lebih banyak membaca buku wajib atau lebih banyak membaca buku yang menarik keinginan kita? Jika dahulu bunda lebih banyak membaca dan mengerjakan sesuatu yang menarik minat bunda, beruntunglah bahwa The Instinct of Learning bunda masih terpelihara. Pada umumnya, orang- orang inilah yang cenderung lebih sukses dalam kehidupan nyata.
Salam ibu profesional
/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2 /
📚 “Ayah Edy Punya Cerita/Penulis, Ayah Edy ; Penyunting, Laura Ariestiyanty_Jakarta:Noura Books, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar