Pemandangan dari dalam kereta menemani saya dan keluarga di perjalanan menuju Ponorogo Jawa Timur. 14 jam kami tempuh untuk bisa bertemu dengan Salwa (anak bungsu mamah dan apa).
Sudah lama tidak pernah merasakan suasana perjalanan via kereta api, tapi perjalanan yang panjang ini jadi pengalaman yang luar biasa banyak hikmah alhamdulillah.
Jadwal keberangkatan dari bandung jam 18.10 dan sampai madiun jam 5.00 ini berarti jam Buka puasa, sholat maghrib, sholat isya dan sholat shubuh kami laksanakan di kereta. Percobaan memilih kereta kelas ekonomi tidak menjadi penyesalan, karna bisa dibilang pelayanan dan fasilitas yang nyaman pun kami dapatkan.
Berjam-jam di dalam kereta tidaklah luput dari perbincangan yang panjang dari apa, rizal (anak kedua) dan saya. Mamah tidak bisa ikut kami menjemput, karna beliau dapat amanah untuk mengajar di Pondok Modern Gontor Putri 3 dengan tanggal yang sama dengan penjemputan kami.
"Kita harus banyak-banyak bersyukur teh, untuk segala nikmat yang Allah kasih ke keluarga kita." Apa mengawali diskusi.
"Iya pa, teteh juga mau ngucapin makasih banyak ke mamah sama apa. Sekarang2 teteh sering mencari dan mendapat teori tentang parenting, dan banyak banget hal2 yang ternyata apa sama mamah udah lakuin ke teteh sebelum teteh tau teori ini." Balas saya dengan penjelasan yang panjang.
"Iya njal juga ngerasa gitu." Sahut Rizal.
Waktu pun tidak terasa bergulir dan akhirnya mengantarkan kami sampai di Stasiun Madiun, stasiun tujuan kami. Di Gerbang pun sudah siap supir menjemput yang akan mengantarkan kami menuju tempat tujuan.
Semangat shaum Ramadhan..
#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar