Rabu, 07 Juni 2017

Komunikasi Produktif Bunda Sayang level 1 hari #8

Bahagia terus rasanya kalo pa suami lagi jadwal off, kedewasaaan dan humorisnya beliau yang menjadi pencair suasana. Ga bisa dipungkiri bahwa kesalahpahaman atau bahkan perbedaan pendapat yang berhujung ke diskusi aga serius sering kali terjadi.

Saya yang umurnya lebih muda satu tahun pun terkadang masih kekanak-kanakan dan terlihat ingin di manja (karna dari dulu berharap pengen punya kakak laki-laki hahaha).

Saya sebagai wanita, memang kerasa lebih sensitif perasaannya. Jadi kalo ada permasalahan yang masuk hati dan aga susah menenangkannya, suatu yang wajar jadi masuk kamar menyendiri dan nangis.

Awal-awal menikah, suami pun bingung melihat istrinya nangis di pojokan. Ia hanya berusaha menenangkan dengan tidak mendekati saya. Malah saya demakin kejer nangis dan datang kebeliau sambil memukul pelan dadanya, tambah pusing lah beliau.

Sambil tangis mereda saya helaskan bahwa 'pelukan suami' adalah senjata ampuh untuk kegalauan seorang istri.

Diawal pernikahan, kami sama-sama saling mengerti dengan menyampaian verbal. Perlahan-lahan semuanya bisa berubah menjadi 'action'.

Kini, setiap raut muka saya menunjukkan ada sesuatu yang berat dalam pikiran saya maka suami langsung mendekat dan memandang lembut mata saya. Karna beliau sudah tau, dengan seperti itu saya akan cerita hal yang menjadi beban saya. Tak lama air mata menetes, dan saya sudah sulit berbicara maka beliau pun mengeluarkan senjata ampuhnya yakni pelukan hangat dan belaian tangan yang menenangkan saya.

Jadi saya nyatakan bahwa point 7-38-55 benar-benar ampuh adanya. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...