2 bulan berlalu kejadian yang menjadi
hikmah besar bagi saya dalam mempersiapkan kehamilan. Dan segala puji syukur
saya panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Esa, Dialah yang memberikan saya
pasangan hidup yang pengertian, bijaksana dan banyak lagi yang tidak mungkin
saya ungkapkan disini. Rasa syukur saya pun tidak bisa diungkapkan dengan
apa-apa lagi selain taat kepadanya. Saya selalu berusaha menikmati setiap
proses berjalannya rumah tangga yang barokah ini.
Tugas utama saya adalh menanti dan
mendoakan suami. Namun, hal itupun tak lepas dari segala usaha saya untuk
melakukan beberapa kegiatan yang bisa menunjang saya berada dalam penantian
yang bermanfaat.
Suatu ketika dalam pembicaraan kami
ditelp “de, apa ade butuh refreshing??” pertanyaan suami saya ini benar-benar
membuat saya kaget sekaligus bahagia, karena baru saja beberapa hari yang lalu
saya meminta kepada Allah agar kami selalu dipersatukan dalam cintaNya dengan
permintaan yang lebih khusyuk dan sungguh-sungguh.
“iya mas, boleh. Yuk kita refreshing.”
Balas saya semangat. Ini mungkin bisa dibilang honeymoon kami yang kesekian
kalinya, karena bagi saya setiap pertemuan dengan suami adalah honeymoon
dimanapun kami berada. Suasana yang berbeda bisa jadi pilihan akhir kami dengan
melihat kecocokan jadwal suami.
“coba ade pilih aja tempat yang bagus,
nanti kita diskusikan.”balas suami dengan suara yang saya yakin beliau dalam
keadaan sibuk. Sudah menjadi kebiasaan dan prinsip kami bahsa segala sesuatu
haruslah didiskusikan bahkan tidak boleh ada ketertutupan karena kepercayaan
hanya ada dalam kejujuran.
“Oke mas, nanti ade kabari lagi ya.
Hati-hati dan fokus lah disana dulu. Ade dan keluarga alhamdulillah sehat.
Sukses lancar barokah disana ya mas.”pesanku pada suami yang sedang nan jauh
disana.
“iya de, sama-sama ya jaga kesehatan
juga disana. Wassalam”tutupnya singkat. Saya akui suami berada di tempat yang
jauh dengan waktu yang cukup lama. Namun, hal itu terkadang saya tidak sadari
karena beliau selalu berusaha memberikan kabar dan berkomunikasi dengan saya
setiap harinya.
Setelah itu saya browsing beberapa tempat yang bagus dan tidak lupa
dilihat harganya yang kemudian saya ajukan kepada suami segala halnya. Setelah
beberapa hari saya cari tempat dan kelengkapan infonya kemudian saya diskusikan
kepada suami pilihan kami jatuh di Villa Garut Kamojang.
Setelah ada kesepakatan, barulah saya
telp dan konfirmasi untuk booking dan transaksi lainnya. Selanjutnya hanya
menunggu kedatangan suami untuk bersiap menuju Garut.
Sesampainya suami di Bandung, beliau
hanya beristirahat satu hari di rumah dan langsung dijemput oleh travel dari
villa yang akan kami tuju. Sungguh luar biasa, kami menikmati setiap detiknya.
Kami bersyukur kepada Allah dengan memiliki kesempatan untuk melihat ciptaan
Allah yang begitu agung. Pemandangan yang indah, angin yang sejuk, pelayanan
yang memuaskan bagi kami yang sedang refreshing dari segala kepenatan
yang ada. Ya, Saya lihat itu semua di raut wajah suami. Beliau amat
menikmatinya.
“De, sungguh hanya Allah lah yang
berhak atas segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kewajiban kita hanyalah untuk
bersyukur dan beribadah terus padaNya.”mulut suami berkata panjang dengan wajah
melihat pemandangan di depannya.
Saya terpaku diam di belakangnya, kepala
saya menjadi dingin mendengar kata-katanya. Seringkali beliau menyampaikan
hal-hal yang benar-benar saya butuhkan. Suasana menjadi sangat hangat, kembali
saya hanya bisa bersyukur menjadi istrinya. Lalu saya memegang tangannya erat,
memandang matanya hingga kami berada bersebelahan.
`Inilah nikmatMu yang kesekian kalinya
Yaa Robb. Mata ini yang akan selalu menyejukkan pandangan hamba.` benakku
bekata dengan kesejukan iman.
“Iya mas, in syaa allah.”sahut saya
atas perkataannya yang begitu menenangkan.
Bukannya pada tempatnya saya jatuh
hati, namun segala yang ada disana terutama lelaki yang selalu bersama saya
yang membuat segalanya menjadi tambah indah. Dan ini semua adalah atas
kehendakNya, Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa
berlibur sejenak. Allah yang memberikan rizqiNya, Allah pula yang memudahkan
segalanya. Dan hidup ini akan selalu berkesinambungan antara aku, Engkau dan
dirinya.
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam:
“Jagalah
(batasan-batasan/syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah
(batasan-batasan/syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar