Sabtu, 27 Mei 2017

GARUT I`M IN LOVE

2 bulan berlalu kejadian yang menjadi hikmah besar bagi saya dalam mempersiapkan kehamilan. Dan segala puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Esa, Dialah yang memberikan saya pasangan hidup yang pengertian, bijaksana dan banyak lagi yang tidak mungkin saya ungkapkan disini. Rasa syukur saya pun tidak bisa diungkapkan dengan apa-apa lagi selain taat kepadanya. Saya selalu berusaha menikmati setiap proses berjalannya rumah tangga yang barokah ini.
Tugas utama saya adalh menanti dan mendoakan suami. Namun, hal itupun tak lepas dari segala usaha saya untuk melakukan beberapa kegiatan yang bisa menunjang saya berada dalam penantian yang bermanfaat.
Suatu ketika dalam pembicaraan kami ditelp “de, apa ade butuh refreshing??” pertanyaan suami saya ini benar-benar membuat saya kaget sekaligus bahagia, karena baru saja beberapa hari yang lalu saya meminta kepada Allah agar kami selalu dipersatukan dalam cintaNya dengan permintaan yang lebih khusyuk dan sungguh-sungguh.
“iya mas, boleh. Yuk kita refreshing.” Balas saya semangat. Ini mungkin bisa dibilang honeymoon kami yang kesekian kalinya, karena bagi saya setiap pertemuan dengan suami adalah honeymoon dimanapun kami berada. Suasana yang berbeda bisa jadi pilihan akhir kami dengan melihat kecocokan jadwal suami.
“coba ade pilih aja tempat yang bagus, nanti kita diskusikan.”balas suami dengan suara yang saya yakin beliau dalam keadaan sibuk. Sudah menjadi kebiasaan dan prinsip kami bahsa segala sesuatu haruslah didiskusikan bahkan tidak boleh ada ketertutupan karena kepercayaan hanya ada dalam kejujuran.
“Oke mas, nanti ade kabari lagi ya. Hati-hati dan fokus lah disana dulu. Ade dan keluarga alhamdulillah sehat. Sukses lancar barokah disana ya mas.”pesanku pada suami yang sedang nan jauh disana.
“iya de, sama-sama ya jaga kesehatan juga disana. Wassalam”tutupnya singkat. Saya akui suami berada di tempat yang jauh dengan waktu yang cukup lama. Namun, hal itu terkadang saya tidak sadari karena beliau selalu berusaha memberikan kabar dan berkomunikasi dengan saya setiap harinya.
Setelah itu saya browsing  beberapa tempat yang bagus dan tidak lupa dilihat harganya yang kemudian saya ajukan kepada suami segala halnya. Setelah beberapa hari saya cari tempat dan kelengkapan infonya kemudian saya diskusikan kepada suami pilihan kami jatuh di Villa Garut Kamojang.
Setelah ada kesepakatan, barulah saya telp dan konfirmasi untuk booking  dan transaksi lainnya. Selanjutnya hanya menunggu kedatangan suami untuk bersiap menuju Garut.
Sesampainya suami di Bandung, beliau hanya beristirahat satu hari di rumah dan langsung dijemput oleh travel dari villa yang akan kami tuju. Sungguh luar biasa, kami menikmati setiap detiknya. Kami bersyukur kepada Allah dengan memiliki kesempatan untuk melihat ciptaan Allah yang begitu agung. Pemandangan yang indah, angin yang sejuk, pelayanan yang memuaskan bagi kami yang sedang refreshing dari segala kepenatan yang ada. Ya, Saya lihat itu semua di raut wajah suami. Beliau amat menikmatinya.
“De, sungguh hanya Allah lah yang berhak atas segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kewajiban kita hanyalah untuk bersyukur dan beribadah terus padaNya.”mulut suami berkata panjang dengan wajah melihat pemandangan di depannya.
Saya terpaku diam di belakangnya, kepala saya menjadi dingin mendengar kata-katanya. Seringkali beliau menyampaikan hal-hal yang benar-benar saya butuhkan. Suasana menjadi sangat hangat, kembali saya hanya bisa bersyukur menjadi istrinya. Lalu saya memegang tangannya erat, memandang matanya hingga kami berada bersebelahan.
`Inilah nikmatMu yang kesekian kalinya Yaa Robb. Mata ini yang akan selalu menyejukkan pandangan hamba.` benakku bekata dengan kesejukan iman.
“Iya mas, in syaa allah.”sahut saya atas perkataannya yang begitu menenangkan.
Bukannya pada tempatnya saya jatuh hati, namun segala yang ada disana terutama lelaki yang selalu bersama saya yang membuat segalanya menjadi tambah indah. Dan ini semua adalah atas kehendakNya, Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa berlibur sejenak. Allah yang memberikan rizqiNya, Allah pula yang memudahkan segalanya. Dan hidup ini akan selalu berkesinambungan antara aku, Engkau dan dirinya.




















Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
Jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu”.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023

Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...