Jika kau ingin bahagia sebulan, maka
nikahilah oranga yang kau cintai. Namun, jika kau ingin bahagia selamanya maka
bahagiakanlah orang yang kau cintai. –Fahd Pahdepie-
Kata-kata diatas memang benar adanya,
ketika kita membahagiakan ornag yang kita cintai maka kitapun akan turut
berbahagia. Itulah yang ingin saya lakukan sebagia istri. Suami keluar rumah
untuk bekerja dengan mengorbankan banyak hal pula layaknya istri yang harus
menanti suaminya. Namun, tanggungjawab suami lebih besar daripadanya. Ketika
suami harus fokus bekerja, dan ketika itu pula dia teringat keluarganya yang
dia rindukan. Semoga Allah selalu memberi kelancaran dan keberkahan bagi suami
kita dalam mencari nafkah.
Betapa bahagianya sorang istri ketika
tahu suaminya akan segera datang, dan pastinya begitu pula seorang suami yang
merindukan keluarganya. Dan kebahagiaan ini tidaklah boleh dirusak hanya karna
emosi atau keadaan rumah atau apapun. Maka dari itulah saya selalu berusaha
memberikan kado setiap suami baru pulang kerja. Kado apa?? Apapun itu dari hal
yang kecil sampai yang besar menurut saya. Tapi, apapun itu tidaklah ternilai
bila dibandingkan dengan kebahagiaan yang dirasakan karena kebahagiaan ini akan
teringat selalu.
Saya selalu mencari apa yang suami
butuhkan atau yang belum pernah dia temukan. Memang tidak secara terbuka saya
tanyakan, namun semuanya mengalir dalam kegiatan harian.
“de, sabuk yang kayak gini susah
dicari di indonesia. Padahal saya cari yang seperti ini, sabuk tanpa
kunci.”suamipun menceritakan sabuknya yang memang sudah agak usang dan susah
untukmencari penggantinya.
Hal itu bisa saya jadikan clue
untuk bisa memberinya sesuatu diwaktu nanti. Walau saya pun mencari dulu dimana
tempat saya mendapatkannya. Ketika kita berniat untuk memberi sesuatu kepada
orang yang kita cintai, awal perumusannya saja kita akan bersemangat bagaimanapun
caranya. Dan disaat kita melihat raut bahagia di wajah orang yang kita cintai,
disitu pula lah bukti kita berhasil menggapai tujuan kita.
Ilmu amatlah penting, dan ilmu
membahagiakan suami pun bisa kita dapatkan baik secara formal dari membaca buku,
browsing atau nasehat orang lain. Dan cara menyampaikan kado pun tidak hanya
dengan memberikan langsung, ada pula saatnya kita memberikan surprise.
“welcome home mas” sambut saya
setelah buka pintu.
Suami memandang keadaan sekitar yang
merupakan surprise baginya. Senyum bahagia pun terlontar dari mulutnya, muka
lelah terhiasi oleh senyumnya.
“syukron, de” ucapnya lantang.
Ada kalanya saya simpan pesan rahasia
yang berisikan clue selanjutnya
untuk dia cari. Dan dia menemukan clue selanjutnya hingga akhirnya kado
dia dapatkan di tempat tersembunyi. Raut bahagia pun saya lihat lagi di raut
wajahnya. Dan itulah rumah tangga, suami bahagia maka istripun bahagia.
Rasulullah pernah bersabda:
تَهَادُوْا
تَحَابُّوْا
“Saling
menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam
Al-Albani t dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar