"Syukur adalah kebahagiaan yang tersirat" - UmiZi - خير الأصحاب من يدلك على الخير - الحفوظات -
Jumat, 26 Mei 2017
Jadi blogger??
Entah karna apa ya dulu tetiba buat blog??? bingung sendiri tadi pagi ikutan buka tutorial buat blog di WAG Bunda Sayang yang baru akan mulai minggu depan. Blog jadi salah satu tuntutan bagi kita peserta kuliah bunda sayang.
Pas buka link, terhubung sama blog pribadi yang ini. Padahal entah apa alasannya dulu buka blog, syukur alhamdulillah masih ada yang ini dan siap diaktifkan lagi. Oke aplikasi Blogger pun udah ter-instal, jadi akan lebih sering nulis via blog kayaknya.
Saya terbiasa curhat sama mamah dan apa ketika duduk di bangku TK, karna beliau berdua yang aktif menanyai saya kegiatan, masalah bahkan sampai materi yang disampaikan guru setiap saya pulang sekolah. dan hal ini biasa saya dapat hingga duduk di bangku SMP. So, ga aneh ya kalau saya ekspresif?!?! karna orang tua adalah salah satu media saya bisa responsif atas segala keadaan. Dan hal ini perlu dicontoh banget bagi para orang tua (menurut saya) hehe..
Hingga pada akhirnya pas saya masuk asrama di masa SMA, saya yang responsif akan keadaan dan lingkungan mengeksplor semuanya ke buku harian. Kegiatan saya menulis di buku harian adalah malam hari, ketika semua orang tertidur.
Teringat beberapa hari yang lalu, pas banget pa suami sedang off dan ada di rumah. Saya yang sudah siap menyambut beliau di kamar pun sambil merapikan buku-buku. Tak disangka buku harian saya masa `galau` dahulu kala ada depan mata, sergap pun saya langsung baca perlembar. Entah kenapa air mata tetiba mengalir sambil mata mengikuti susunan kata perkatanya. Pintu kamar pun terbuka, dan sesosok yang ditunggu pun datang dan bersiap istirahat tuk menyambut esok pagi. Beliau yang terlihat bingung ngeliat istrinya bercucuran air mata sambil pegang buku harian, cuma bisa ikut mendekat dan berbisik `ada apa??`.
Spontan saya tersenyum, ini buku yang menemani saya tuk memilih calon pendamping hidup kala itu. Beberapa laki-laki yang Allah kirimkan kepada saya untuk banyak saya pertimbangkan, bingung, bahagia, sedih dan perasaan lainnya yang terkadang menganggu pikiran disaat saya fokus kepanitian.
Aaah inget kejadian itu, saya jadi berfikir bahwasanya masa lalu hanya bisa kita kenang dengan segala kebahagiaan, kesediahan, kesabaran dan segala yang menghiasinya. Dan hari ini kita adalah penulis sejarah diri kita sendiri yang bakalan kita kenang di masa depan. So, siap mendokumentasikan sejarah via tulisan disini.. iya disini.. stay tune ya, karna saya berharap adanya masukan dari anda, anda dan anda semua.. hehe..
Yuk ah jadi Blogger.. ^_^
Eh jadi penulis maksudnya..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
IBU PEMBAHARU #2 : Konferensi Perempuan Indonesia 2023
Definisi Ibu Pembaharu itu sendiri adalah sosok ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidu...
-
Tak terasa kini sudah dipertengahan usia sebagai hexagonia, sudah banyak huruf menjadi saksi saya bahagia menjadi hexagonia dalam jurnal. Be...
-
S etelah melewati tahapan pertama yaitu identifikasi masalah, kini saatnya melangkah ke tahapan berikutnya/tahapan kedua yaitu ...
-
Senin, 26 Juni 2023 orientasi kelas Bunda Shalihah batch 2. Satu kata yang bisa mewakili perasaan saya saat itu `Alhamdulillah`, karena ata...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar